Sabtu, 08 Mei 2010

Sri Mulyani, Menkeu RI, Srikandi Indonesia

Sri Mulyani Makin "Alergi" dengan Wartawan
Selasa, 15 Desember 2009 - 12:17 wib TEXT SIZE : Andina Meryani - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Heru Haryono/Okezone.com JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani sepertinya makin 'alergi' dengan wartawan dengan pertanyaan tunggakan pajak perusahaan milik keluarga Bakrie.

Seperti biasa, ketika selesai memberikan sambutan di acara Sosialisasi Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP): Langkah Menuju LKKL dan LKPP yang WTP sesuai dengan SAP, Kontrak Kinerja Menteri/Pimpinan Lembaga Dengan Presiden, di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (15/12/2009), dirinya langsung dikejar wartawan yang sudah menunggunya.

Namun, tidak ada sedikit pun komentar yang keluar dari mulutnya. Dia pun berjalan sangat terburu-buru karena harus menghadiri acara selanjutnya yaitu Workshop Peran National Single Window (NSW) dalam Percepatan Pembangunan Ekonomi Nasional dan Munas APJP 2009, di Gedung Dhanapala Departemen Keuangan.

Seusai menghadiri acara tersebut, dirinya yang dibalut stelan berwarna putih, kembali dihadang oleh wartawan dengan jumlah yang lebih banyak dengan pertanyaan yang sama. Bahkan terjadi sedikit insiden akibat sejumlah pengawalnya menghalangi wartawan yang hendak mendekatinya.

"Ini boleh enggak? Kalau tidak boleh ya sudah. Kita juga punya hak. Enggak usah dorong-dorong dong," ujar salah seorang reporter televisi yang terlihat sewot karena didorong oleh pengawal Menkeu.

Meskipun ada insiden kecil, bukannya membuat menkeu berhenti jalan dan melayani pertanyaan wartawan, Sri malah justru mempercepat jalannya.

Saat didesak terus, dia pun hanya tersenyum-senyum tanpa mengeluarkan sepatah kata. Tepat sebelum naik ke mobil Toyota Camry miliknya, barulah dia mengeluarkan sedikit komentar.

"Saya tidak mau kasih statement apa-apa," ucapnya sambil menutup pintu mobilnya dan wartawan pun kecewa.
(ade)

Sri Mulyani Bungkam Soal Bakrie & Robert
Senin, 14 Desember 2009 - 15:29 wib TEXT SIZE :
Foto: Koran SI. JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati masih bungkam saat ditanya wartawan terkait keterlibatan Robert Tantular dalam rapat pengambilan keputusan bailout Bank Century. Bahkan meski dipanggil berkali-kali, Menkeu tetap bungkam.

"Bu Sri..minta tanggapannya soal keterlibatan Robert Tantular. Bu Sri, minta tanggapan soal Bakrie..," ujar salah satu wartawan televisi saat menanyakan Sri Mulyani di Gedung Departemen Keuangan Jakarta, Senin (14/12/2009).

Meski sudah dipanggil berkali-kali dan jarak wartawan dengan Sri Mulyani sangat dekat, Menkeu tetap tak menyahut dan menjawab pertanyaan wartawan.

Namun ada salah satu dari media lain yang menyela dan berbisik," Jangan panggil Bu Sri, panggil dengan Bu Ani. Ntar kesannya gimana gitu," bisik salah satu awak media.

Namun sebelum wartawan menyebut Menkeu dengan Bu Ani, Menkeu langsung masuk lift dengan dikawal oleh petugas dari Departemen Keuangan. Alhasil, doorstop tersebut tak berhasil mengutip perkataan apapun dari mulut Menkeu.(Didik Purwanto/Koran SI/rhs)

Diberondong Soal Century, Sri Mulyani Hampir Nabrak Pot
Senin, 14 Desember 2009 - 15:22 wib TEXT SIZE :
Menkeu Sri Mulyani. (Foto: Akbar Sanjaya/okezone). JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati masih menjadi incaran para wartawan untuk ditanya lebih lanjut tentang kisruh penyelamatan Bank Century. Bahkan saat diberondong pertanyaan oleh wartawan, Sri Mulyani hampir menabrak pot bunga di lantai 1 Gedung Departemen Keuangan.

Saat itu, Sri Mulyani baru saja menjadi mediasi, antara lima perbankan (3 bank BUMN, 1 bank swasta dan 1 bank asing) dalam memberi kucuran dana kepada proyek PLN sebesar Rp10 triliun. Selepas makan siang bersama direksi perbankan dan Dirut PLN, wartawan langsung menyerbu Sri Mulyani.

"Tidak ada doorstop lagi. Kan kemarin sudah banyak," ujar Sri Mulyani menanggapi cercaan pertanyaan dari wartawan di Gedung Departemen Keuangan, di Jakarta, Senin (14/12/2009).

Padahal jarak antara ruangan tempat makan siang dengan lift kurang dari lima meter. Namun karena ada lebih dari 15 wartawan media elektronik dan media cetak yang mengerubuti Menkeu, spontan Menkeu nyaris menabrak pot bunga di dekat tembok.

Bahkan bodyguard Menkeu harus menyingkirkan wartawan maupun papan peringatan di sekitar lift agar Menkeu nyaman melenggang ke lift. Sepanjang perjalanan itu, Menkeu hanya tersenyum tanpa mengeluarkan sepatah kata pun kepada media. Hingga beliau masuk lift ke ruangannya.

Melihat Menkeu masuk lift, wartawan langsung lari ke lantai dasar dan berharap Menkeu dapat didoorstop di lantai dasar. Padahal Menkeu justru naik ke lantai atas. (Didik Purwanto/Koran SI/rhs)

Sri Mulyani Benarkan Berita 'Ical Is Not Happy With Me'
Jum'at, 11 Desember 2009 - 12:54 wib TEXT SIZE :
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Heru Haryono/Okezone.com JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani tidak membantah berita yang menyebutkan bahwa pengusaha sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie tidak menyenangi dirinya dalam wawancaranya dengan The Wall Street Journal edisi Asia.

"Ya, saya tidak membantahnya!" tegas Sri Mulyani saat dikonfirmasi apakah dirinya ingin mengklarifikasi berita di harian bisnis tersebut, saat ditemui wartawan di Gedung Departemen Keuangan, Jakarta, Jumat (11/12/2009).

Saat ditanyakan lebih lanjut apa benar memang ada ketidaksenangan antara Ical, sebutan Aburizal, dengan Sri mulyani, dia pun menyerahkan hal tersebut ke pemangku kekuasaan Grup Bakrie tersebut.

"Saya sebagai menteri keuangan selama ini hanya menjalankan UU saja. Yang tidak suka, silahkan saja tanya beliau," pungkasnya.

Sebagai informasi, Sri Mulyani terang-terangan menyebut nama Ical dalam wawancaranya dengan harian bisnis Wall Street Journal for Asia, yang dipublikasikan Kamis 10 Desember. Dalam harian tersebut, Aburizal Bakrie tidak senang dengan dirinya. "Aburizal Bakrie is not happy with me," kata Menkeu.

Dalam tulisan tersebut, Menkeu membeberkan inti ketegangannya dengan Aburizal Bakrie. Menurutnya, ketegangan terjadi akibat dirinya memberlakukan larangan bepergian kepada beberapa eksekutif pertambangan, termasuk kepada keluarga besar Bakrie, terkait perselisihan pembayaran royalti penjualan batu bara.

Pemicu permasalahan utama, yakni dimulai saat dirinya menolak penghentian sementara saham-saham beberapa perusahaan milik klan Bakrie pada 7 Oktober 2008 lalu.

Menkeu juga menambahkan, tahun lalu dirinya memberlakukan larangan bepergian kepada beberapa eksekutif perusahan tambang batu bara, termasuk kepada keluarga besar Bakrie, terkait perselisihan pembayaran royalti penjualan batu bara.

Sri secara terang-terangan mengatakan, orang yang meminta penghentian perdagangan Bursa Efek Indonesia tak lain adalah Aburizal. Sementara saham-saham grup Bakrie yang dimaksud, adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP), PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), dan PT Bakrieland Development Tbk (ELTY). (ade)(Meutia Rahmi /Koran SI/mbs)

Gara-Gara Sri Mulyani Bungkam, Wartawan Bentrok
Rabu, 2 Desember 2009 - 11:22 wib TEXT SIZE : Candra Setya Santoso - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Widi Agustian/Okezone.com JAKARTA - Sejumlah wartawan dari media televisi dan elektronik sempat bentrok dengan pihak keamanan. Pasalnya, Sri Mulyani enggan berkomentar soal Kasus Bank Century.

Peristiwa ini terjadi dalam acara Investor Summit and Capital Market Expo 2009 bertajuk "Strategi Investasi di Pasar Modal Indonesia 2009", di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (2/12/2009).

Awalnya, wartawan mewawancarai Sri Mulyani mengenai penonaktifan dirinya terkait kasus Bank Centry. Namun tidak sedikit kata pun yang terurai. Lalu, terjadi aksi dorong-dorongan yang berujung bentrok antara wartawan, ajudan Menkeu dan polisi yang mengamankan Sri Mulyani.

Sejumlah polisi pun terlibat adu mulut dengan para wartawan yang meliput, yang kemudian polisi tersebut mendorong wartawan yang akan meliput.

"Bu ngomong dong soal Bank Century, jangan diam saja, kita butuh quotation," tukas salah satu cameraman televisi swasta.

Namun, akhirnya wanita yang masuk dalam jajaran orang paling berpengaruh versi majalan Forbes ini, mau berkomentar soal Bank Century.

Dia mengatakan, mendukung penuh panitia hak angket dalam menyelesaikan kisruhnya kasus Bank Century. Dia pun menghormati adanya hak angket tersebut. "Untuk hak angket kita hormati dan transparan, serta meneliti semua aspek yang berimbang. Kita hormati itu, kan sudah diatur undang-undang dan dilihat dari sisi objektif," ujar Sri. (ade)(rhs)

Sri Mulyani Narsis di Acara Investor Summit
Rabu, 2 Desember 2009 - 10:45 wib TEXT SIZE : Candra Setya Santoso - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Heru Haryono/Okezone.com JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani sangat tersanjung pada kesempatan membuka acara Investor Summit. Apa pasal? Ini karena wajah serta suaranya diperhatikan seluruh masyarakat dan investor di Indonesia.

Kendati demikian, permasalahan yang dihadapi seorang Sri Mulyani cukup banyak, khususnya keterlibatan dirinya dalam kasus Bank Century dan penonaktifannya.

"Saat ini wajah saya, suara saya diperhatikan seluruh pihak. Inilah konstituen saya, menurut Pak Fuad Rahmany (Ketua Bapepam-LK), tapi menurut saya inilah komunika saya," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani, dalam kata sambutannya, dalam acara Investor Summit and Capital Market Expo 2009 "Strategi Investasi di Pasar Modal Indonesia 2009", di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (2/12/2009).

Dirinya mengharapkan mampu mengantarkan sejumlah investor dan perusahaan tercatat untuk keluar dari krisis. "Saya berusaha semulus mungkin akan menghantarkan seluruhnya keluar dari krisis yang ada," katanya.

Selain itu, neraca keuangan yang paling rapuh pun saat ini mulai membaik. "Jika neraca Anda sehat maka kondisi keuangan Anda sehat pula bukan?" katanya.

Sri Mulyani mengatakan, dirinya telah menjadi pejabat pemerintah selama empat tahun terakhir. "Setidaknya Anda tahu kredibiltas dan track record saya selama ini," ujarnya.

Dirinya juga meyakini, bisa menceritakan permasalahan dan pemulihan ekonomi saat ini, baik versi panjang seperti yang di laporkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). "BPK bisa mengeluarkan laporan versi panjang atau pendek," katanya, diiringi tepuk tangan sejumlah hadirin yang hadir.

Tercatat, jelasnya, terjadi penurunan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tajam pada 9 Januari 2008 dari level 2.830 menjadi 1.155 pada 20 November 2008. "Turun lebih dari 50 persen dan saya bisa membayangkan nilai kapitalisasi pasar anda turun dan jatuh miskin," katanya.

Selain itu, yield Surat Utang Negara (SUN) naik tajam dari rata-rata sekira 10 persen (SUN 10 tahun) sebelum krisis menjadi 17,1 persen. Credit Default SWAP (CDS) Indonesia mengalami peningkatan secara tajam dari skira 250 bps awal tahun 2008 menjadi diatas 1.000 bps pada November 2008.

Sebagai informasi turut hadir dalam acara ini selain Sri Mulyani, tampak hadir Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito, serta 60 emiten besar Indonesia. (ade)

Anggito Bawakan Lagu Damai Bersamamu untuk Menkeu
Senin, 2 November 2009 - 11:54 wib TEXT SIZE : Widi Agustian - Okezone
Foto : Koran SI. JAKARTA - Langit Jakarta di pagi hari masih biru. Walau masih pagi, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abirmayu sudah membawakan lagu khusus untuk Menteri Keungan Sri Mulyani.

Anggito membawakan lagu kesukaan Menkeu berjudul Over The Rainbow, dengan alat musik flute. Pada kesempatan tersebut, Anggito didampingi musisi kawakan Dwiki Darmawan.

Hal tersebut dilakukan Anggito di sela Acara Pameran Lukisan dan Foto dalam Hari Keuangan, di Kantor Ditjen Pajak, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (2/11/2009).

"Saya akan membawakan lagu Over The Rainbow, yang merupakan lagu kesukaan ibu menteri (Menkeu Sri Mulyani). Juga sebuah lagu Chrisye, berjudul Damai Bersamamu," ujarnya, yang berpakaian batik cokelat, sebelum membawakan lagu tersebut.

Sri Mulyani pun tersenyum mendengar hal tersebut. Usai Anggito mambawakan lagu tersebut, giliran Sri Mulyani tampil kedepan tamu undangan yang hadir membawakan lagu That End Of War.

Pada kesempatan tersebut juga, akan diperlihatkan 86 lukisan dan 52 foto, yang berasal dari 15 pelukis, 20 fotografer dan 1 kartunis.(rhs)

Sri Mulyani: Kita Bukan Superman!
Senin, 2 November 2009 - 11:43 wib TEXT SIZE : Widi Agustian - Okezone
Sri Mulyani (Foto: Daylife.com) JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menuturkan jika dirinya serta seluruh pejabat Departemen Keuangan (Depkeu) merupakan manusia biasa. Untuk itu, guna melepas jenuh, perlu adanya selingan dalam bentuk kesenian.

"Dalam menjalankan tugas, fungsi dan tanggung jawab itu, kita perlu penyeimbang. Karena kita bukan superman, bukan superhero," katanya di sela Acara Pameran Lukisan dan Foto dalam Rangka Hari Keuangan di Kantor Ditjen Pajak, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (2/11/2009).

Sri Mulyani menyatakan, dalam rangka memeriahkan Hari Keuangan ke-63, dirinya mencoba untuk terus mendorong jajaran pejabat dan aparat untuk mengemban tugas dengan baik. Pasalnya, saat ini menjadi pejabat publik tidak lah mudah.

"Kita akan terus dituntut, karena kondisi masyarakat kita memang menuntut. Saya menganggap itu tidak ringan," jelas Sri Mulyani.

Sekadar diketahui, tema peringatan Hari Keuangan tahun ini adalah Dengan Reformasi Birokrasi Departemen Keuangan (Depkeu) Kita Bangun Kepercayaan Masyarakat Melalui Peningkatan Kinerja, Pelayanan dan Perbaikan Intergritas Aparat. Tema itu disesuaikan dengan prioritas
program Depkeu.

"Pameran lukisan dan foto adalah sebagian kecil. Kita ingin menunjukan di Depkeu adalah manusia biasa. Di mana dia punya dimensi keindahan dari sisi keindahan, apresiasi atas apa yang dia alami," jelas dia. (rhs)

Sri Mulyani Mohon Doa dari Istri Pejabat Depkeu
Kamis, 22 Oktober 2009 - 20:39 wib TEXT SIZE : Andina Meryani - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Heru Haryono/Okezone.com JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani memohon agar seluruh jajaran Departemen Keuangan (Depkeu) beserta istrinya mendoakan agar dirinya dapat lancar mengemban tugas sebagai Menkeu periode 2009-2014.

Hal tersebut seperti disampaikan wanita yang biasa disapa bu Ani ini dalam sambutannya di sela pelantikan dirinya di Kantor Menko Perekonomian, Graha Sawala, Jakarta, Kamis (22/10/2009) malam.

"Mengawali masa kerja di KIB 2009-2014, saya mohon untuk dapat dukungan, dorongan, bantuan, dan seluruh dedikasi, loyalitas dari seluruh jajaran Depkeu. Saya juga minta dukungan dari para pasangannya, karena yang khusyuk mendoakan saya selama ini ibu-ibu dharma wanita," ucapnya.

Pada kesempatan itu, dia berharap agar seluruh jajaran Depkeu dapat menjaga susana baik yang selama ini sudah terjaga. "Jangan biarkan satu atau dua setitik dan suara telepon mengganggu seluruh susu sebelanga," tambahnya.

Ani melanjutkan, kepercayaan dan amanah lanjutan yang diberikan presiden merupakan hasil atau bukti bahwa selama ini seluruh jajaran Depkeu telah bertugas secara baik. "Mungkin saya yang memetik buahnya," katanya.

Wanita yang juga menjabat sebagai plt Menko Perekonomian selama dua tahun terakhir ini mengaku sangat berkesan atas sumpah jabatan yang diucapkan hari ini.

"Berbeda dengan 2004, sumpah hari ini sangat spesial. Cukup panjang, ada banyak hal selain yang standar, tapi ada loyalitas dan dedikasi yang disumpahkan untuk berbakti kepada negara dan secara bersungguh-sungguh memperbaiki Indonesia," jelasnya.

Sementara untuk Depkeu, pakta integritas dan dokumen kinerja bukan sesuatu hal yang baru. Menurutnya, yang menjadi tantangan adalah bagaimana agar dokumen kinerja tersebut juga ikut menjiwai pejabat lain di bawahnya.

"Karena organisasi cukup besar adalah bagaimana dokumen tadi benar-benar turun ke eselon I dan jajaran di bawahnya. Ini sejalan dengan proses reformasi," tukasnya. (wda)(ade)

Menkeu Akui Jabatannya Tugas Berat
Kamis, 22 Oktober 2009 - 20:30 wib TEXT SIZE : Eko Haryanto - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Heru Haryono/Okezone.com JAKARTA - Selama hampir dua tahun menjabat sebagai menko perekonomian sekaligus menteri keuangan, Sri Mulyani mengatakan hal tersebut merupakan tugas yang sangat berat.

Secara pribadi ataupun sebagai menteri keuangan sekaligus menko perekonomian, dia mengatakan apabila pekerjaan ini sangat sulit terutama terkait dengan koordinasi semua jajaran di bawah menko perekonomian dan bidang-bidang sektoral lainnya.

"Selama hampir dua tahun menjabat di menko perekonomian dan menteri keuangan, ini merupakan tugas yang sangat berat," tukas Sri, saat memberikan sambutan Serah terima Jabatan Menko Perekonomian, di Graha Sawala, Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (22/10/2009).

Namun dia mengatakan koordinasi dan komunikasi yang dijalankan sudah baik, tetapi akan lebih baik lagi jika menko perekonomian yang baru bisa menjadi jembatan bagi jajaran di bawah menko perekonomian.

"Selama ini sudah bagus koordinasi dan komunikasi, tapi lebih bagus lagi kita bisa menjembatani jajaran di bawahnya," katanya.

Hal ini terkait dengan beberapa tugas penting yang dijadikan prioritas oleh presiden SBY yakni pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, pengentasan kemiskinan, dan penciptaan lapangan kerja. (ade)

4 Pesan SBY ke Sri Mulyani
Kamis, 22 Oktober 2009 - 18:56 wib TEXT SIZE :
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Heru Haryono/Okezone.com JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dipesani empat hal oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjalani tugas barunya selama lima tahun mendatang. Pesan ini disampaikan secara lisan oleh SBY saat uji kepatutan dan kelayakan beberapa waktu lalu.

"Pertama Presiden berharap Depkeu terus menjaga martabat Indonesia di forum internasional," ujarnya saat memberikan sambutan dalam ramah tamah awal masa jabatan Menkeu 2009-2014 di Gedung Depkeu, Jakarta, Kamis (22/10/2009). Dia menuturkan, posisi Indonesia di mata internasional saat ini sudah cukup baik.

Terkait hal ini, Presiden berharap Depkeu dapat memperkuat peranan Indonesia di forum regional, baik di tingkat Asia Tenggara, Asia Tenggara plus China, Jepang, dan Korea, maupun dengan negara-negara anggota G-20. "Tetapi tetap berpacu pada memberi manfaat maksimal pada kita sendiri," imbuh Sri Mulyani.

Kedua, Presiden menghendaki agar seluruh formulasi kebijakan Depkeu berorientasi pada upaya menyejahterakan dan meminimalkan tekanan yang dihadapi masyarakat. Termasuk, ujar Menkeu, memangkas biaya tinggi yang mungkin muncul dari proses birokrasi.

Depkeu juga diminta menciptakan iklim investasi yang kondusif agar perekonomian mempunyai daya tahan terhadap gejolak eksternal juga internal. Ketiga, SBY menghendaki agar Depkeu terus menjaga pengelolaan anggaran. "Pengelolaan anggaran negara harus bersinergi dengan anggaran daerah dan partisipasi sektor swasta," kata Menkeu.

Adapun pesan keempat Presiden terkait kelanjutan reformasi birokrasi di Depkeu. "Presiden ingin melihat kelanjutan reformasi ini," ujarnya.

Sri Mulyani lebih lanjut mengatakan, kepercayaan dan amanah yang diberikan Presiden ini merupakan bukti Depkeu telah bekerja baik. "Dan sekarang mungkin saya yang memetik buahnya," imbuhnya. (Meutia Rahmi /Koran SI/ade)

Sri Mulyani Foto-Foto di DPR
Selasa, 20 Oktober 2009 - 10:08 wib TEXT SIZE : Candra Setya Santoso - Okezone
Foto: Koran SI. JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di akhir masa jabatannya, mengabadikan momentum pelantikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan berfoto-foto.

Sri Mulyani telah hadir di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Selasa (20/10/2009) sejak pukul 08.50 WIB. Sri yang dikabarkan kembali menjadi menteri keuangan ini mengenakan kebaya berwarna hijau daun dan selendang batik berwarna coklat. Penampilannya dipercantik dengan sanggul sederhana dihiasi dengan perhiasan sanggul di rambutnya.

Hal menarik lainnya, tampak beliau sedang berfoto dengan menggunakan kamera pocket digital, bersama sejumlah pejabat. Tanpa malu-malu Sri Mulyani berpose bersama koleganya. Dia pun pun menebar senyum.

Senyuman ini mungkin bisa diartikan sebagai ungkapan rasa senang karena dalam pemerintahan SBY-Boediono, nama Sri Mulyani masuk dalam jajaran lima wanita sebagai calon menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II. Saat ini beliau juga masih menjabat dengan posisi yang sama di kabinet KIB jilid I.

Ibu dari tiga anak ini, diprediksi akan menjadi calon kuat menempati kursi orang pertama di Departemen Keuangan tersebut. Empat wanita lainnya, yang diprediksi masuk dalam jajaran menteri yaitu, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Koesoemaatmadja Alisjahbana, Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek, dan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Agum Gumelar.

Tampak hadir sejak pukul 09.00 WIB, di antaranya mantan Mensesneg Hatta Rajasa yang diprediksi akan menempati jabatan Menko Perekonomian, mantan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto yang masih diprediksi akan menempati jabatan yang sama di KIB jilid II, begitu pula sejumlah kedubes luar negeri juga telah nampak.(rhs)

Gara-Gara Gempa, Sri Mulyani Rapat di Parkiran
Jum'at, 16 Oktober 2009 - 17:42 wib TEXT SIZE : Eko Haryanto - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Koran SI JAKARTA - Gempa berkekuatan 6,4 Skala Rithcer (SR) di Ujung Kulon turut membuat panik warga Ibu Kota. Tak terkecuali Menteri Keuangan Sri Mulyani dan jajarannya.

Khawatir terkena imbas gempa, Sri yang sedang bertemu Dirjen Pajak Muhammad Tjiptardjo beserta jajarannya pun langsung keluar ruang rapat. Tempat pertemuan pun dipindahkan ke area parkir Gedung Departemen Keuangan, Jakarta, Jumat (16/10/2009).

Berdasar pantauan okezone, dengan wajah serius Sri Mulyani tampak membawa kursi untuk tempat duduknya. Tanpa menggunakan meja, rapat kembali digelar.

Kendati rapat di tempat parkir, bukan berarti rapat yang sedang dilakukan langsung bubar jalan. Pihak keamanan pun melakukan pengamanan dan wartawan tidak bisa mendekat dari radius 10 meter untuk sekadar mengetahui materi yang dibahas.

Alhasil, beberapa pegawai yang sedang melintas untuk pulang ke rumah masing-masing terlihat sungkan untuk pulang. (ade)

Sri Mulyani: Nilai Akuntansi Saya Pas-Pasan
Kamis, 15 Oktober 2009 - 11:03 wib TEXT SIZE : Candra Setya Santoso - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Koran SI JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku jika nilai akuntansinya semasa kuliah pas-pasan. Bahkan, dirinya selalu bertanya kepada temannya saat di bangku kuliah mengenai pelajaran yang dirasanya sulit ini.

"Saya harus akui jika nilai mata kuliah akuntansi saya pas-pasan dulu. Sering saya diceritain, item yang ini ditaruh sebelah kiri atau kanan?" kenang Sri, saat Keynote Speech dalam Lokakarya Akuntansi Akrual Konsepsi dan Pengalaman Implementasi, di Hotel Borobudur, Jalan Dr Wahidin, Jakarta, Kamis (15/10/2009).

Dia menuturkan, saat menjadi pembicara di sejumlah acara berbasis akuntansi, dirinya selalu mengaku sebagai lulusan fakultas ekonomi atau kerap disebut sebagai ekonom. Namun, untuk memahami akuntansi harus perlu dipelajari lagi.

"Pernah waktu itu, saya menjadi pembicara di Ditjen Perbendaharaan Negara, dan saya selalu mengaku sebagai lulusan fakultas ekonomi atau seorang ekonom. Tapi, saya akui nilai akuntansi saya masih terbatas," katanya.

Dia pun mengungkapkan, jika masih banyak akuntan di Indonesia yang masih punya pengetahuan minim. "Sistem yang akurasi itu harus diterapkan. Semoga dengan acara ini, Kementerian Lembaga (K/L) yang ada menerapkan sistem tepat dan para akuntan yang tepat pula. Banyak akuntan yang benar memang, tapi ada juga yang enggak benar," candanya.

Setidaknya, dalam lokakarya ini dihadiri oleh 600 orang dan merupakan lokakarya dengan jumlah yang cukup banyak. Lokakarya ini akan dilaksanakan selama dua hari, 15-16 Oktober 2009.

"Luar biasa, dari data yang ada jumlah 600 orang bagi ukuran lokakarya cukup besar," katanya.
(ade)

Sri Mulyani: Saya kan Yatim Piatu, Jadi Lebaran Nyekar
Rabu, 16 September 2009 - 16:07 wib TEXT SIZE : Candra Setya Santoso - Okezone
Foto: Koran SI. JAKARTA - Hari pertama Idul Fitri, Menteri Keuangan Sri Mulyani berencana melakukan ziarah ke makam orang tua.

Rencana Lebaran ini dilontarkannya, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2009).

"Saya kan yatim piatu, jadi Lebaran pertama saya nyekar ke makam bapak ibu," imbuhnya.

Sekadar diketahui, ibunda Sri Mulyani, Prof DR Retno Sri Ningsih, wafat pada 10 Oktober 2008. Almarhumah dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Bergota, Semarang.

Sementara ayahanda, Satmoko, guru besar Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Semarang, dikenal sebagai komposer lagu mars dan himne di Jawa Tengah.

Setelah itu, Sri Mulyani akan bertolak ke Pittsburgh, Amerika Serikat pada 24-25 September 2009, untuk mengikuti sidang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.(rhs)

Sri Mulyani Tegaskan Tak Ketahui Deposan Century
Selasa, 8 September 2009 - 07:55 wib TEXT SIZE : Candra Setya Santoso - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Koran SI JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan jika dirinya tidak mengetahui asal muasal munculnya nama deposan besar yang tersangkut atau memberikan dana penyelamatan kepada PT Bank Century Tbk. Penegasan tersebut untuk menepis tudingan bahwa pengucuran dana talangan pemerintah adalah dalam rangka menyelamatkan dana-dana deposan besar.

"Saya tidak tahu dari mana nama deposan yang dimaksudkan tadi. Kita tunggu saja pemeriksaan BPK apa benar mereka terlibat. Apalagi, ada hubungannya dengan bantuan pemerintah ke Century," ujar Menteri Keuangan/Plt Menko Bidang Perekonomian Sri Mulyani Indrawati, saat ditemui wartawan, seusai acara Silahturahmi dan Buka Puasa Bersama, di Aula Djuanda, Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (7/9/2009).

Dijelaskannya, jika keputusan yang diambilnya bukan untuk keuntungan siapapun tetapi murni untuk menyelamatkan perbankan dan perekonomian Indonesia. "Selama ini tidak ada intervensi politik dalam keputusan itu. Kita hanya niat menyelamatkan ekonomi," imbuhnya.

Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan pewarta, tercatat setidaknya ada tiga deposan besar yang menempatkan dananya di Bank Century, yakni keluarga Sampoerna, Murdaya Poo, bos Medco Grup Arifin Panigoro, dan sejumlah perusahaan BUMN.

Sebelumnya, Grup Medco yang disebut-sebut sebagai deposan membantah dengan tegas atas pemberitaan jika memiliki deposito di bank swasta tersebut. Bahkan disebut pula perusahaan yang bergerak di bidang energi ini, memberikan dana talangan kepada Bank Century (BCIC). Tapi berita itu juga ditepis.

Dijelaskannya, dalam memutuskan penyelamatan Century, sesuai undang-undang Menteri Keuangan atau Gubernur Bank Indonesia memiliki kewenangan. "Semua sudah diatur kewenangannya seperti apa," katanya

Dia mengatakan, sebagai pembuat keputusan, selalu memiliki risiko. Apa pun risikonya harus dilakukan. "Tapi, saat itu the best judgment yang kami buat," ujarnya. "Ini diputuskan berdasarkan situasi riil dan rumor yang beredar saat itu di mana-mana. Siapa pun saat itu, tidak akan bisa melihat potretnya seperti sekarang."

Dia mencontohkan, bagaimana saat pemerintah Amerika membiarkan Lehman Brothers. "Saat itu ya cobalah sekali-sekali tidak di-bail out, tapi siapa yang tahu kalau kejadiannya seperti sekarang," katanya. (css)

Menkeu: Presiden Tak Pernah Terlibat Penetapan Kasus Century
Selasa, 8 September 2009 - 07:46 wib TEXT SIZE : Candra Setya Santoso - Okezone
Foto: Koran SI. JAKARTA - Semakin kusutnya kasus PT Bank Century Tbk terus menyeret sejumlah nama, salah satunya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan, jika Presiden SBY sama sekali tidak terlibat dalam keputusan serta kebijakan penyelamatan bank gagal tersebut, bahkan menyangkut pemberian dana talangan (bailout).

"Tidak ada kaitan sama sekali kasus ini (Bank Century) dengan pak Presiden. Namun, pada saat pelaporan dana sebesar Rp6,7 triliun ke Century, Presiden tahu itu. Sekali lagi saya tegaskan Presiden tidak pernah terlibat dalam hal penetapkan kebijakan. Beliau melakukan hal ini berdasarkan peraturan perundang-undangan saat itu," ungkap Menteri Keuangan/Plt Menko Bidang Perekonomian Sri Mulyani Indrawati, seusai acara Silahturahmi dan Buka Puasa Bersama, di Aula Djuanda, Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (7/9/2009).

Menteri Keuangan menjelaskan, tanggal 13 November dirinya menerima telepon dari Gubernur Bank Indonesia (BI) yang kala itu dijabat Boediono, jika kondisi Bank Century kritis. "Pada awalnya saya tidak tahu kasus Century ini, tetapi dalam menjalankan tugas ini saya harus amanah," ujarnya.

Kemudian, Menkeu menerima sejumlah dokumen guna dipelajari bagaimana kondisi Bank Century, yang nyata-nyatanya memang keadaan kritis. "Saat itu kita lalu melapor pada presiden. laporan ke SBY bilang Century dalam kondisi bleeding. Karena kondisinya dalam kondisi krisis," jelasnya.

Sebagai informasi, Presiden SBY saat itu memang tengah di luar negeri menghadiri pertemuan G20. Namun, Menkeu mengakui melakukan sejumlah konsultasi dengan Presiden mengenai tindakan apa yang harus dilakukannya terhadap Bank Centurty. "Saya melakukan konsultasi dengan Presiden, salah satu yang saya konsultasikan tentang keputusan menyelamatkan bank tersebut, apakah salah atau tidak kan tergantung keputusan kepada negara kemarin," ujar Menkeu.

Seingatnya, lanjut Sri Mulyani, jawaban Presiden saat itu adalah melakukan tindakan sesuai peraturan yang sudah ada. "Kita saat itu masih mereferensi peraturan dalam Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK), Undang-Undang BI, serta LPS karena sudah jelas jika penyelesaian Century, diatur didalamnya," jelasnya. (rhs

Penonaktifan Sri Mulyani Wewenang Presiden
Senin, 7 September 2009 - 20:15 wib TEXT SIZE : Candra Setya Santoso - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Koran SI JAKARTA - Sri Mulyani menegaskan penonaktifan dirinya selaku Menteri Keuangan dan juga Plt Menko Perekonomian adalah wewenang Presiden SBY dan diakuinya dirinya tidak bisa mengupayakan apa-apa.

"Yang berhak menonaktifkan saya ya Pak Presiden. Jadi silahkan saja," ujar Menteri Keuangan/Plt Menko Bidang Perekonomian Sri Mulyani Indrawati, saat ditemui wartawan, seusai acara Silahturahmi dan Buka Puasa Bersama, di Aula Djuanda, Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (7/9/2009).

Ditegaskannya, tidak ada upaya menghalang-halangi pemerintah dalam mengusut kasus Bank Century. "Saya tidak menghalang-halangi upaya tersebut, jadi jika ada yang menyebutkan saya dinonaktifkan sebagai cara terbaik, pak Presiden yang berwenang," katanya.

Dirinya pun, tidak mengomentari terkait rumor penyusunan kabinet baru, bahwa ini adalah salah satu trik oknum tertentu adanya pergantian jabatan dirinya nanti. "Kalau itu, tanyakan saja pada pembuat beritanya, jangan tanya saya ya," imbuhnya.

Sebelumnya, anggota Komisi XI DPR Natsir Mansyur, mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menonaktifkan Ketua Komite Keuangan Sistem Keuangan (KSSK) yang juga dijabat oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

"Lebih bagus Ketua KSSK yang juga dijabat oleh Menteri Keuangan harus dinonaktifkan dan hanya satu orang yang bisa yaitu Pak Presiden, karena sudah jelas sudah dinyatakan bank yang bobrok kok masih disuntikkan dana hingga Rp4 triliun lebih saat itu," ujarnya, akhir pekan lalu.(ade)

Menkeu Harap Pegawai di Menko Bisa Jaga Amanah
Senin, 7 September 2009 - 19:07 wib TEXT SIZE : Candra Setya Santoso - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Koran SI JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap para pegawai di lingkungan Menko Perekonomian dapat menjalankan ibadahnya dengan maksimal di bulan Ramadan kali ini.

"Salah satu ciri yang dirindukan masyarakat dalam menjalankan tugasnya adalah dapat menjaga amanah dengan baik, dalam menjaga fungsi pemerintahan dan memperbaiki desk birokrasi dengan baik, apalagi akhir-akhir ini sangat rawan sekali. Saya harapkan kita dapat menjalankan tugas," ungkap Sri dalam sambutannya di acara Silahturahmi dan Buka Puasa, di Aula Djuanda, Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (7/9/2009).

Dijelaskan Menkeu, puasa merupakan salah satu Rukun Islam yang bertujuan untuk melatih diri agar fokus menjalankan ibadah dan menahan diri dalam hal nafsu.

"Selama menjalankan kebijakan di kantor Menko/Depkeu ini, saya dan para pegawai selalu bisa menjaga amanah sampai masa jabatan selesai dan memberikan konstribusi kepada masyarakat secara maksimal," ungkapnya.

Bulan Ramadan ini, tambahnya, merupakan momentum penting untuk dapat membedakan antara hak dan yang bathil. "Ini menunjukkan dalam menjalankan suatu amanah, selalu melihat peraturan perundang-undangan yang kita jalankan dan tidak hanya memiliki interest atau konflik kepentingan secara pribadi. Seharusnya, hal lain yang perlu ditekankan dan dijanjikan guna menyonsong ke hari yang fitri nanti," katanya.

Setidaknya dalam menjalankan amanah sebagai wakil masyarakat di jajaran Departemen Keuangan, para pegawai diharapkan dapat menjalankan tugas dengan baik dan ikhlas.

"Hari-hari kita disini lebih beruntung dan mengingatkan kita terhadap tugas negara yang lebih berat sebagai sebagai wakil masyarakat yang mengurusi bidang tertentu," katanya.

Sri Mulyani juga mengungkapkan duka citanya bagi korban gempa di Tasikmalaya. "Saya juga menyampaikan rasa belasungkawa saya kepada korban gempa di Tasikmalaya," ungkap dia. (ade)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar