Jumat, 07 Mei 2010

Revrison : Sri Mulyani Indrawati ke Bank Dunia, Indonesia Kacung AS

Jum'at, 7 Mei 2010 - 10:24 wib TEXT SIZE :
YOGYAKARTA - Pakar ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) Revrisond Baswir menilai, diangkatnya Sri Mulyani sebagai managing director Bank Dunia bukan sebagai sebuah prestasi namun intervensi. Intervensi khususnya yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) sebagai penguasa tunggal hak veto di Bank Dunia.
“Itulah yang berita diangkat seolah itu sebuah prestasi, padahal jelas ini intervensi AS terhadap Indonesia,” kata Revrisond ketika dihubungi, okezone, di Yogyakarta, Kamis (6/5/2010).
Dia menambahkan, kasus semacam ini sebenarnya telah beberapa kali terjadi dan bukan saja terhadap para pejabat tinggi negara selevel menteri, bahkan di bawahnya. Nantinya setelah para pejabat tersebut menjabat di Bank Dunia dua hingga tiga tahun kemudia akan dikembalikan lagi ke Indonesia dengan masih menyandang jabatan tertentu pula.
“AS akan bersikap jika anak emasnya tengah dirundung kasus. Kasusnya sudah terjadi beberapa kali kok,” katanya.
Di sisi lain dengan intervensi terhadap SMI ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sama sekali tidak berdaya. Dengan demikian dalam pandangan Revrisond, sudah tidak penting lagi untuk membicarakan siapa nanti pengganti yang pas untuk SMI jika Indonesia masih saja menjadi antek AS. “Penggantinya sudah tidak menarik lagi itu kalau kita masih saja jadi kacung AS," katanya.
Untuk itu Revrisond berharap ada ketegasan dan kejujuran dari pihak terkait baik itu DPR dan pemerintah perihal ditariknya SMI oleh Bank Dunia. Bahkan, jika diperlukan sehubungan dengan kasus Century yang masih melilitnya diharapkan ada pihak terkait yang berani mencekalnya.
“Entah itu KPK atau polisi atau yang berwenang ya sebaiknya dicekal dulu sebelum persoalannya usai mengenai Century ini,” tuntas Soni panggilan akrab Revrisond.(adn)(Satria Nugraha/Trijaya/rhs)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar