Jumat, 07 Mei 2010

Sri Mulyani, Menkeu RI antara Pengandian dan Penolakan DPR RI

Armida Belum Tahu Jadi Kandidat Menkeu
Jum'at, 7 Mei 2010 - 17:10 wib
TEXT SIZE :
Andina Meryani - Okezone
Menteri PPN/Kepala Bapenas Armida Alisjahbana
JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bapenas Armida Alisjahbana mengaku belum mengetahui rumor seputar dirinya akan menjadi salah satu calon pengganti Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Armida yang baru saja tiba di Tanah Air dari pertemuan Asian Development Bank (ADB) di Uzbekistan mengaku, belum mendapat berita terbaru terkait seputar pengganti Menteri Keuangan.
"Enggak tahu, belum dapat berita terbaru, mesti di-update dahulu," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jalan Dr Wahidin, Jakarta, Jumat (7/5/2010).
Guru besar Universitas Padjadjaran ini dikabarkan masuk dalam salah satu kandidat pengisi kursi Menteri Keuangan selepas Sri Mulyani menjabat sebagai Managing Director Bank Dunia.
Sejumlah nama lain yang juga beredar untuk mengisi pos strategis yang ditinggalkan Sri Mulyani tersebut, di antaranya Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Anggito Abimanyu, Deputi Gubernur Senior BI Darmin Nasution, dan Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo.
Sebelumnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan bahwa pemilihan orang yang tepat untuk mengisi jabatan Menteri Keuangan merupakan hak preogatif Presiden yang akan ditentukan sebelum tanggal 1 Juni 2010.
"Itu hak progratifnya Presiden, itu kebijakan presiden," jelas Hatta.(wdi)
Sebelum ke Amerika, Sri Mulyani Ziarah ke Makam Ibu
Jum'at, 7 Mei 2010 - 15:27 wib
TEXT SIZE :
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Koran SI
SEMARANG - Tak lama lagi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan segera meninggalkan Indonesia untuk bertugas di Wasington DC, Amerika Serikat, sebagai Direktur Bank Dunia.
Sebelum meninggalkan Tanah Air, perempuan penyabet gelar doktor ini di Illinois Urbana Champaign ini juga menggelar sejumlah aktivitas untuk menikmati detik-detik terakhirnya di Indonesia. Hari ini, Ani (sapaan Sri Mulyani) menyambangi kampung halamannya di Semarang, Jawa Tengah.
"Tadi dia menyempatkan ziarah ke makam Ibu kami di Bergota. Setelah itu, kami menghabiskan waktu untuk berbincang," ujar kakak Sri Mulyani, Asri Purwajadi (51) kepada wartawan di kediaman ibunya yang kini dihuni adik bungsu Sri Mulyani di Jalan Kelud Raya Nomor 4, Semarang.
Menurut Asri, Ani juga menyempatkan untuk salat di kamar almarhumah ibunya, Retno Sriningsih Satmoko. "Dia juga sempat mencicip makanan kesukaannya, yakni mangot dan gembus bacem," tandas Asri.
Menanggapi kepergian Ani ke Negeri Paman Sam, keluarga mengaku mendukung sepenuhnya. Di mata keluarga, Ani memiliki disiplin tinggi seperti orang tuanya. "Kami percaya kepada dia, kami mendukung dia beraktivitas di Amerika," tukas Asri.
Sebagaimana diketahui, awal Juni mendatang Sri Mulyani akan memulai aktivitas baru sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Keputusan Ani tersebut meninggalkan kontroversi. Ani dinilai, telah mengharumkan bangsa, tapi sebagian kalangan juga menilai Ani tidak memiliki jiwa nasionalis.(susilo himawan/Koran SI/wdi)
Hatta Rajasa Kehilangan Sosok Sahabat
Jum'at, 7 Mei 2010 - 14:45 wib
TEXT SIZE :
Andina Meryani - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Heru Haryono/Okezone.com
JAKARTA - Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengaku sangat kehilangan sosok sahabatnya, Sri Mulyani, yang akan meninggalkan posnya sebagai Menteri Keuangan.
Hatta yang telah bersama-sama Sri Mulyani bergabung dalam Kabinet Indonesia Bersatu sejak 2004, telah menganggapnya sebagai sahabat yang bersama-sama berjuang di pemerintah.
"Sebagai sahabat, saya merasa kehilangan beliau (Sri Mulyani). Kita sudah menjadi satu tim, sudah lima tahun di Kabinet Indonesia Bersatu," ujarnya saat temu wartawan, di Kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (7/5/2010).
Meskipun secara pribadi, Hatta merasa kehilangan sahabatnya, namun di lain pihak, dirinya pun merasa sangat bangga dengan prestasi Sri Mulyani yang akan menduduki posisi orang nomor dua di Bank Dunia.
"Tapi saya juga bangga ada seorang putri Indonesia yang akan menjadi orang nomor dua di Bank Dunia," tegasnya.
Dia berharap, siapapun orang yang menggantikan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan mampu melanjutkan reformasi birokrasi sektor keuangan yang telah diusungnya.
Sebagaimana diketahui Presiden Susilo Bambang Yudhoyoni memang menaruh concern besar terhadap Reformasi Birokrasi sehingga siapapun yang dipilih presiden haruslah meneruskan hal tersebut.
"Penunjukkannya tidak boleh ada diskriminasi. Tapi siapapun yang ditunjuk, agenda reformasi harus terus berjalan," tandasnya.(wdi)

Kerja di World Bank, SMI Bisa Moratorium Utang RI?
Jum'at, 7 Mei 2010 - 14:30 wib
TEXT SIZE :
Andi Wesal Saladin - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Koran SI
JAKARTA - Keberangkatan Sri Mulyani ke Washington DC selayaknya membawa misi khusus bagi bangsa Indonesia. Bila itu tercapai, baru bangsa ini akan mengangkat dia sebagai manusia setengah dewa.
Salah satu misi khusus yang seharusnya diemban Sri Mulyani di World Bank adalah mengupayakan moratorium utang Pemerintah Indonesia yang jumlahnya mencapai triliunan rupiah.
Selain itu, dengan posisinya sebagai Managing Director World Bank, dia bisa mendorong perubahan kebijakan intervensi bank dunia terhadap investasi-investasi dan industri yang merusak alam Indonesia.
"Seharusnya itu yang dimandatkan kepada Sri Mulyani oleh SBY dan para menterinya. Akan lebih menarik, cerdas, dan pintar apabila SBY memperbolehkan Sri Mulyani memegang jabatan di World Bank dengan agenda yang jela," ujar Koordinator Kampanye Walhi Teguh Surya dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (7/5/2010).
Sebaliknya, bila SBY melepas Sri Mulyani tanpa agenda yang jelas. Maka hal itu merupakan bukti baru kegagalan SBY dalam melindungi Sri Mulyani. "SBY memang tidak pernah belajar dari kegagalan yang dilakukannya," ujarnya.
Seperti diketahui, Presiden telah menerima permohonan pengunduran diri Sri Mulyani. Per 1 Juni mendatang, Sri Mulyani akan pindah kantor ke Washington DC, Amerika Serikat. (wdi)

Mustafa Dukung Agus Marowardoyo Jadi Menkeu
Jum'at, 7 Mei 2010 - 14:18 wib
TEXT SIZE :
Wilda Asmarini - Okezone
Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo
JAKARTA - Beredarnya rumor dicalonkannya Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo sebagai Menteri Keuangan pengganti Sri Mulyani disambut baik oleh Menteri BUMN Mustafa Abubakar.
"Ya baguslah. Kami sangat bangga kalau beliau (Agus Martowardojo) terpilih," ungkap Mustafa, saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (7/5/2010).
Namun demikian, Mustafa menegaskan, keputusan siapa yang akan menjadi Menteri Keuangan itu merupakan kewenangan Presiden. "Presiden akan memilih yang terbaik," tukasnya.
Tapi di sisi lain dia juga berharap agar Dirut Mandiri tersebut menjadi calon kuat di antara sejumlah calon dari rumor yang beredar.
"Kita doakan Beliau menjadi calon kuat dari empat calon yang ada," pungkasnya.
Seperti rumor yang saat ini beredar, ada beberapa nama yang dilontarkan sebagai pengganti Sri Mulyani, antara lain Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu, Pjs Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution, Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardoyo.(wdi)
Hatta: Baiknya Menkeu dari Non-Parpol
Jum'at, 7 Mei 2010 - 14:12 wib
TEXT SIZE :
Andina Meryani - Okezone
Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Foto: Koran SI
JAKARTA - Bergengsinya jabatan menteri keuangan (menkeu) membuat posisi tersebut menjadi incaran sejumlah pihak. Namun, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengusulkan sebaiknya orang yang mengisi jabatan menkeu bukanlah berasal dari partai politik (Parpol).
"Saya pribadi mengusulkan menteri keuangan sebaiknya dari non-parpol," ujarnya saat temu wartawan di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (7/5/2010).
Menurutnya, calon pengganti Sri Mulyani tersebut haruslah memiliki sejumlah kapasitas yang kompeten untuk memimpin lembaga yang mengusung reformasi birokrasi tersebut.
Di antaranya yaitu memiliki integritas dan track record yang baik, serta memiliki kompetensi di bidang makro dan fiskal, serta mampu memahami sektor riil dan pasar. Namun, menurutnya yang terpenting dimiliki oleh calon Menkeu baru tersebut, yaitu harus melanjutkan program reformasi birokrasi sektor keuangan yang telah dirintis Sri Mulyani sebagaimana dipesankan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Agenda reformasi di sektor keuangan harus berlanjut," tegasnya.
Sementara itu, terkait dengan kebijakan yang akan dijalankan oleh Menkeu baru, dia meyakinkan, tidak akan terdapat suatu hal yang mengejutkan dari Menkeu baru tersebut. Pasalnya semua kebijakan yang telah berjalan saat ini akan tetap dilanjutkan.
"Siapapun Menteri Keuangannya tidak akan melakukan perubahan policy yang telah berjalan, tidak akan ada kejutan," tambahnya.
Dia pun menegaskan, pemilihan orang yang tepat untuk mengisi jabatan menkeu merupakan hak preogatif Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang akan ditentukan sebelum tanggal 1 Juni 2010.
"Itu hak progratifnya presiden, itu kebijakan presiden," jelasnya.(rhs)
Darmin: Jadi Menkeu? Saya Belum Tahu
Jum'at, 7 Mei 2010 - 14:03 wib
TEXT SIZE :
Rheza Andhika Pamungkas - Okezone
Pjs Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution
JAKARTA - Pjs Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution santer disebut-sebut menjadi salah satu orang yang akan bakal menjabat Menteri Keuangan (Menkeu) menggantikan Sri Mulyani yang hengkang ke World Bank.
Walau demikian, Darmin juga masih belum banyak berkomentar mengenai hal itu. "Saya belum tahu," katanya usai salat Jumat di kantornya, Jakarta, Jumat (7/5/2010).
Pascakepastian mundurnya Sri Mulyani diungkapkan oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono, muncul banyak nama yang bakal menjadi pengganti Sri Mulyani.
Selain Darmin, ada juga Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo dan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Anggito Abimanyu yang namanya disebut.
"Itu hak presiden yang memutuskan (pengganti Sri Mulyani). Kalau diganti yang cocok Agus Martowardojo, Anggito Abimanyu, Darmin Nasution, dan Iwan Jaya Azis (guru besar ekonomi di Harvard)," tukas Anggota Komisi XI dari Fraksi PKS Andi Rahmat belum lama ini.(wdi)
Menkeu: Hilangkan Kebiasaan Beri Amplop!
Jum'at, 7 Mei 2010 - 11:17 wib
TEXT SIZE :
Rani Hardjanti - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. (Foto: Koran SI)
JAKARTA - Sebelum bertolak ke Washington, Menteri Keuangan Sri Mulyani terus memberikan wejangan kepada anak buahnya di lingkungan Kementerian Keuangan.
Dalam beberapa kali kesempatan acara, Sri Mulyani memberikan petuah seputar reformasi birokrasi dan memberikan amanah mengenai kesiapan mental pegawai Departemen Keuangan dalam menghadapi berbagai kesempatan.
Tampaknya Sri Mulyani pun kini telah bersiap diri untuk meninggalkan Lapangan Banteng, tempat dirinya biasa mengantor sejak 2005.
Pada suatu kesempatan Sri Mulyani juga secara terang-terangan menyatakan akan memasuki masa transisi, menyusul penunjukkan dirinya sebagai managing director World Bank oleh Presiden Bank Dunia Robert Zoellick.
Yang terbaru, Menkeu berpesan pada pegawai Ditjen Perbendaharaan untuk berhati-hati dalam menjalani tugasnya.
Hal tersebut disampaikan dalam grand launching layanan unggulan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan DKI Jakarta, Kamis 6 April kemarin.
''Bendahara harus hati-hati, tapi juga harus responsif. Kalau hati-hati terus, bisa frustasi,'' ujar Menkeu, demikian dikutip dalam keterangan tertulis Departemen Keuangan, Jakarta, Jumat (7/6/2010).
Seperti halnya Dirjen Perbendaharaan, Menteri Keuangan pun pernah mendengar pernyataan bahwa Menkeu yang baik adalah Menkeu yang selalu bilang "tidak".
''Mungkin artinya tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, karena ini bukan uang pribadi saya,'' paparnya.
Untuk itu, Menkeu mengimbau kepada setiap satuan kerja agar menghilangkan kebiasaan memberikan amplop. ''Tolong ini (kebiasaan memberi amplop) dihilangkan. Tulis besar-besar di setiap loket, dilarang memberi dan menerima amplop,'' pinta Menkeu.
Dalam kesempatan tersebut, Menkeu juga menyampaikan bahwa pihaknya akan menginstruksikan Inspektorat Jenderal untuk melakukan pengawasan.
''Semua random, ad hoc, anytime, anyplace. Semua bisa jadi sample. Jangan sampai ada alasan apapun, saya juga tidak rela, karena remunerasi sudah cukup,'' tegas Menkeu. ''Kalau merasa tidak cukup, ya keluar saja, jadi wiraswasta atau apa saja boleh. Jangan jadi Gayus saja, jangan sampai merusak korps,'' tambahnya.
(rhs)

Kursi Menkeu Jangan Kosong Seperti Gubernur BI
Kamis, 6 Mei 2010 - 10:05 wib
TEXT SIZE :
Candra Setya Santoso - Okezone
Foto: Koran SI
JAKARTA - Sosok pengganti Sri Mulyani Indrawati (SMI) yang ideal masih menjadi tanda tanya besar, pascapindah ke Bank Dunia (World Bank/WB) per 1 Juni nanti. Sebagai pengganti Sri Mulyani, Indonesia perlu ambil yang baik dan tinggalkan banyak kelemahan Sri Mulyani selama ini.
"Salah satunya, kita perlu menteri keuangan yang menjaga amanah UUD 1945 dalam kelola kebijakan fiskal," ungkap Pengamat dari Econit Hendri Saparini, melalui pesan singkatnya yang diterima okezone, di Jakarta, Kamis (6/5/2010).
Dijelaskannya, masyarakat harus menanggapi dengan legowo, pinangan Bank Dunia kepada ibu Sri Mulyani Indrawati dengan proporsional. Adalah wajar jika bank dunia memilih beliau karena cara pandang yang sama.
Menjadi catatan saat ini, jelasnya karena Sri Mulyani masih menjadi pejabat publik dan masih ada masalah politik dan hukum, baik Century maupun pajak yang mustinya menjadi pertimbangan Presiden SBY dan Bank Dunia, bila benar-benar pendukung good governance.
"Tapi Insya Allah untuk pengelolaan fiskal tidak akan terganggu, asal Presiden SBY segera berani mencari pengganti tidak seperti gubernur Bank Indonesia (BI) yang dibiarkan lowong," jelasnya.
Apa yang diamanahkan konstitusi harus jadi prioritaskan APBN. Baik penerimaan maupun belanja. Selain itu, penguasaan sumber daya alam (SDA) oleh negara sebagai sumber penerimaan negara harus tercermin dalam APBN. Selain itu pembiayaan pembangunan dengan utang yang selama lima tahun terakhir meningkat tajam, juga harus dikoreksi karena telah mempengaruhi kebijakan yang menjauh dari konstitusi.
"Amanah memberi pendidikan, lapangan kerja bagi seluruh rakyat juga santuni fakir miskin harus tercermin dalam prioritas anggaran," ujarnya.
Syarat lainnya adalah kemampuan manajemen fiskal yang lebih baik, sehingga realisasi anggaran tidak tertumpuk di akhir tahun. "Jangan berani melakukan terobosan kebijakan tetapi tidak melanggar aturan perundangan sehingga kasus Century tidak terulang," pungkasnya.
(css)

Sri Mulyani, Perjelas Dismatched Politik dengan Ekonomi
Kamis, 6 Mei 2010 - 07:55 wib
TEXT SIZE :
Widi Agustian - Okezone

Foto: Koran SI
JAKARTA - Ekonomi Indonesia sekarang ini berada dalam level yang unik. Di mana ekonomi berjalan tanpa ada dukungan dari politik.
Ketua Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Airlangga Hertarto mengungkapkan sekarang ini tengah terjadi dismatched antara ekonomi dan politik. "Dismachted ekonomi dan politik memang tengah terjadi sekarang ini," ujar Arilangga saat ditemui di Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu (5/5/2010) malam.
Dia menjelaskan, dimana sepanjang sejarah Indonesia sekarang ini tidak ada orang yang menduduki jabatan sebagai pemegang tertinggi otoritas moneter, Gubernur Bank Indonesia (BI).
"Posisi Menkeu juga kosong, karena ibu Menkeu mengundurkan diri," ungkapnya.
Menurutnya, Sri Mulyani yang menerima pinangan Bank Dunia untuk menjadi managing director memanglah haknya. Dan Indonesia, lanjutnya harus bergerak secara prudent dari sisi ekonominya.
Tak hanya itu, katua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) juga masih dijalankan oleh ketua sementara (Plt) pasca MS Hidayat terpilih menjadi Menperin.
"Dan semua itu terfaktorkan dalam market, berakumulasi dengan faktor negatif lainnya melemahkan market," paparnya.
Karena itu, dia mengungkapkan jika dalam waktu dekat ini akan ada Gubernur BI baru, Menkeu baru serta ketua Kadin baru.
Airlangga menjelaskan, tokoh yang bisa menjadi penggantau Sri Mulyani menjadi Menkeu adalah tokoh yang memfokuskan diri kepada sektor riil.
"Kami menginigngkan tokoh yang mendorong sektor riil. Ekonomi Iindonesia sebenarnya 80 persen didorong oleh sektor riil, dan itu ada di luar jangkauan pemerintah selama ini," paparnya.
Di mana ia menyebutkan jika sektor riil ini selalu kurang mendapatkan perhatian. Akibatnya pertumbuhan terhambat kendti fundamentalnya bagus. "Sektor riil tidak memperoleh insentif (yang cukup). Padahal ini back bone ekonomi kita," ungkapnya.
(css)

SBY Kehilangan Menteri Terbaiknya
Rabu, 5 Mei 2010 - 14:45 wib
TEXT SIZE :
Insaf Albert Tarigan - Okezone
Foto: Koran SI
JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku kehilangan salah satu menteri terbaiknya. Sri Mulyani dinilai sebagai menteri terbaik yang menduduki dua periode kabinet di bawah kepemimpinan SBY.
Ungkapan yang disampaikan Presiden tersebut sehubungan dengan permintaan dan pengangkatan Sri Mulyani sebagai managing director pada lembaga donor internasiona, Bank Dunia. ”Sesungguhnya kita kehilangan salah satu menteri terbaik kita, karena harus berpindah tempat yang sebelumnya bergabung dalam jajaran kabinet Indonesia I dan II, untuk pindah ke Bank Dunia,” ungkap SBY, saat memberikan keterangan perss mengenai promosi Sri Mulyani, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/5/2010).
Di mata SBY, Sri Mulyani telah bekerja keras, serta telah mengembangakan kebijakan besar yang selama ini tepat. Beliau mendisiplinkan penggunaan anggaran dan akuntabilitas dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) juga melakukan reformasi di Direktorat Pajak dan Direktorat Bea Cukai. Sehingga, jelasnya, penerimaan negara saat ini kian meningkat cukup besar. "Bahkan, Sri Mulyani juga aktif di forum internasional, seperti G-20," katanya.
Dijelaskannya, Bank Dunia telah mengumumkan tentang pengangkatan tersebut. "Hari ini juga saya telah menerima surat pengunduran diri beliau," katanya.(css)
Diperiksa KPK Lagi, Menkeu Tak Ikut Rakor
Selasa, 4 Mei 2010 - 12:10 wib
TEXT SIZE :
Andina Meryani - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Koran SI
JAKARTA - Jelang pemeriksaan kedua oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Menteri Keuangan Sri Mulyani sepertinya mempersiapkan segala sesuatunya di kantornya saja.
Semestinya pagi tadi, Sri Mulyani menghadiri dua acara. Yang pertama yaitu rakor Pangan di Kantor Menko Perekonomian pukul 07.00 WIB dan acara lokakarya revenue recognition and tax revenue under accounting di Hotel Borobudur.
Menko Perekonomian Hatta Rajasa, menyatakan bahwa menkeu sudah menyampaikan izin untuk tidak mengikuti rakor pagi tadi dengan alasan ada kegiatan lain.
"Tadi ibu Sri Mulyani menyampaikan bahwa tidak bisa hadir rapat karena ada kegiatan lain," ujar Hatta usai rakor di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (4/5/2010).
Namun berdasarkan pantauan okezone di kantor Kementerian Keuangan, sejak sekira pukul 09.30 WIB Menkeu sudah datang di kantornya dan tidak diketahui pasti kegiatan Menkeu hari ini selain pemeriksaan KPK yang dijadwalkan pada pukul 14.00 WIB.
Sejumlah pewarta pun sudah mulai terlihat menyambangi kantor kementerian keuangan.(wdi)
Besok, Menkeu Kembali Diperiksa KPK Pukul 14.00 WIB
Senin, 3 Mei 2010 - 11:49 wib
TEXT SIZE :
Andina Meryani - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Koran SI
JAKARTA - Menteri Keuangan akan kembali diperiksa KPK terkait bailout Bank Century besok sekira pukul 14.00 WIB. Namun, belum diketahui secara pasti lokasi pemeriksaan apakah di Kantor Kemenkeu seperti pemeriksaan sebelumnya ataukah dilakukan di KPK.
Hal tersebut diungkapkan oleh Sekjen Kemenkeu Mulia Nasution usai acara konferensi pers di Kantor Pusat Pajak, Jakarta, Senin (3/5/2010).
Menurutnya, Menkeu siap untuk menjalankan pemeriksaan KPK dimana saja baik di KPK maupun dikantornya.
"Ibu siap diperiksa dimana saja, kalau diminta ke KPK beliau akan datang, kalau mereka datang jam 2, ya Ibu juga siap menemui," ujarnya.
Namun, menurutnya, pihak Kemenkeu tetap berharap pemeriksaan terhadap Menkeu tetap dilakukan di Kantor Kemenkeu. "(Inginnya) di Kantor," tandasnya.(wdi)

Lagi, Hanura dan PDIP Walk Out dari Paripurna
Senin, 3 Mei 2010 - 11:44 wib
TEXT SIZE :
Wilda Asmarini - Okezone
Suasana sidang anggota DPR. (Foto: Heru Haryono/okezone)
JAKARTA - Lagi-lagi kehadiran Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam rapat di DPR disikapi dingin oleh anggota dewan. Kali ini, dalam rapat paripurna yang beragendakan pengesahan APBNP 2010, dua fraksi dengan total jumlah anggota 72 anggota dewan melakukan walk out.
Dimana sebanyak seluruh anggota Fraksi PDIP yang berjumlah 60 orang walk out, begitu juga dengan sebanyak 12 orang anggota Fraksi Hanura.
"Kami keberatan atas kehadiran Sri Mulyani karena terkait putusan paripurna sebelumnya tentang kasus Century," jelas anggota DPR dari Fraksi Hanura Erick Fatriya Wardana dalam rapat paripurna, sebelum dirinya angkat kaki daru ruangan di Gedung DPR, Jakarta, Senin (3/5/2010).
"Sekali lagi kami menyatakan, ini bukan masalah personal. Tolong pemerintah menghargai putusan DPR, begitu juga DPR menghargai putusannya (sendiri)," kata Anggota Fraksi Hanura Akbar Faisal pada kesempatan yang sama.
Sementara itu anggota DPR dari Fraksi PDIP Bambang Mulyanto menjelaskan, jika rapat paripurna harus konsisten dengan keputusan rapat paripurna sebelumnya. "Kalau sudah menyetujui APBNP dalam tingkat pertama, kami tidak akan menghadiri tingkat dua ini bila Menkeu tetap hadir di sini," tegasnya.
"Yang pasti Fraksi PDIP konsisten dengan apa yang sudah diputuskan," jelas anggota Fraksi FPIP Puan Maharani.
Pada kesempatan itu, pimpinan sidang Anis Matta menegaskan, jika kehadiran Menkeu adalah atas undangan dari DPR sendiri. Yakni berdasarkan kepada kesepakatan Badan Musyawarah (Bamus) DPR.
"Karena Bamus diwakili semua fraksi maka kekuatan legalnya sangat kuat. Terkait kasus Century kan masih dalam proses hukum. Oleh karena itu, mari kita lanjutkan rapat ini," ajak Anis.
Akan tetapi, salah satu anggota F-PDIP Effendi Simbolon menjelaskan, jika tidak ada kesepakatan Bamus seperti yang dikatakan oleh Anis Matta. "Tidak ada itu," ungkap setelah keluar dari ruangan sidang.
"Sri Mulyani jangan ada dong, dia kan bermasalah. Masa lagi bermasalah ikut sidang. Tapi putusan DPR kan sudah jelas Sri Mulyani bersalah. Kalau ini diteruskan pasti akan ada kebuntuan. Presiden mementingakan Sri Mulyani apa APBNP? Apa sih pentingnya Sri Mulyani? Memang mereka berani melanjutkan sidang, kalau Sri Mulyani keluar kita juga akan balik lagi," kata Effendi.(wdi)
Sri Mulyani Waspadai Overheating
Minggu, 2 Mei 2010 - 16:29 wib
TEXT SIZE :
Wilda Asmarini - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Heru Haryono/Okezone.com
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan jika dirinya sudah menyadari bahaya dari overheating pascapemulihan ekonomi yang tengan berjalan sekarang ini.
"Kami sudah memahami akan terjadinya kemungkinan dampak dari pemulihan ekonomi ini dan capital inflow yang akan menciptakan dampak terhadap jumlah uang beredar dan akan menimbulkan beberapa ekses dalam bentuk overheating," jelas Sri Mulyani saat ditemui usai rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR, Sabtu (1/5/2010).
Dia menggambarkan, yang dimaksud dengan overheating tersebut adalah tekanan-tekanan terhadap beberapa harga dari aset-aset apakah itu aset likuid, seperti capital market atau aset-aset yang sifatnya nonlikuid seperti properti dan lain-lain.
Wanita yang kerap di sapa Ani ini menjelaskan jika dilihat dari target inflasi yang sekarang ini sebesar 5,3 persen lebih rendah dari pada realisasi inflasi pada 2009 yang sebesar 2,8 persen telah menggambarkan kemungkinan terjadinya overheating.
"Sebetulnya kalau dilihat dari target inflasi itu lebih tinggi dari tahun lalu itu sudah menggambarkan," jelasnya.
Tapi, lanjutnya bukan berarti defisit anggaran sebesar 2,1 persen disebabkan atau akan menyebabkan overheating.
"Kita kan defisit 2,1 persen, memang tujuannya stimulus. Kalau overheating yang berasal dari instansi permintaan itu bukan faktor penyebabnya. Overheating kan penyebabnya jumlah uang beredar karena capital flow, itu yang disampaikan IMF," tukasnya.(wdi)
Sri Mulyani Lempar Senyum Soal Pemeriksaan KPK
Rabu, 28 April 2010 - 19:46 wib
TEXT SIZE :
Ajat M Fajar - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Heru Haryono/Okezone.com
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan meminta keterangan Sri Mulyani, besok, terkait penyelidikan kasus Century.
Meski tak berkomentar, mantan Ketua Komite Sistem Stabilitas Keuangan (KSSK) itu tampak yakin menghadapi pemeriksaan skandal bailout Bank Century senilai Rp6,7 triliun.
"Kita siapkan semuanya," kata Mulyani sembari melempar senyum kepada wartawan di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu, (28/4/2010).
Ketika wartawan kembali mempertegas pertanyaan, Mulyani menjawab dengan kalimat sama. "Kita siapkan semuanya," ujar dia.
Seperti diketahui, besok, KPK akan meminta keterangan Sri Mulyani di kantornya. Dalam perkara Century, KPK sudah memanggil lebih dari 70 orang di antaranya pejabat KSSK, Bank Indonesia, Bank Century (kini Mutiara), termasuk terpidana kasus perbankan Century, Robert Tantular dan Hermanus Halim.
Sebelumnya melalui Kementrian Keuangan atau Kemenkeu, Sri Mulyani meminta KPK melakukan pemeriksaan dirinya di Gedung Kemenkeu. Surat tersebut dilayangkan ke KPK pada Selasa 27 April kemarin.
Atas persetujuan tersebut, KPK berencana memeriksa Ani, panggilan Sri Mulyani, di kantornya. Dalam pemeriksaan tersebut, KPK akan mendalami kasus Bank Century yang diselidiki KPK. (ram)(ade)
Mau Diperiksa KPK, Sri Mulyani Didoakan Menteri Agama
Rabu, 28 April 2010 - 12:55 wib
TEXT SIZE :
Andina Meryani - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Astra Bonardo/Koran SI
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani yang akan diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) besok kelihatannya tampak tenang dan santai.
Dirinya pun tidak berkomentar banyak mengenai pemeriksaannya besok dalam kapasitasnya sebagai Ketua Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) pada saat kebijakan bailout Bank Century di 2008. Pemeriksaan sendiri rencananya akan dilangsungkan di kantor Menteri Keuangan.
Namun demikian, di balik itu, dirinya ternyata banyak mendapat dukungan serta doa. Seperti misalnya Menteri Agama Suryadharma Ali yang mengungkapkan bila dirinya mendoakan kelancaran pemeriksaan wanita yang biasa disapa Ani ini.
"Sudah didoakan kok," ujar Suryadharma Ali, yang berjalan di sebelah Sri Mulyani, di sela-sela pembukaan Musrenbangnas 2010 di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (28/4/2010).
Sebelumnya, Sri Mulyani saat ditanyai persiapannya menghadapi pemeriksaan itu, dia hanya menjawab bercanda, "Tanya sama bapak dong (Suryadharma Ali)," katanya kepada Suryadharma, yang kebetulan berdiri di dekatnya.
Saat disinggung mengenai materi apa yang disiapkannya menjelang pemeriksaan, Sri Mulyani pun mengelak. "Ya disiapkan saja."(ade)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar