Sabtu, 08 Mei 2010

Sri Mulyani, Menkeu RI, Seorang Ekonom Yang Tangguh

Jaringan Mahasiswa Anti Korupsi Tuntut Menkeu Mundur
Senin, 7 September 2009 - 16:55 wib TEXT SIZE :
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Koran SI JAKARTA - Sekira 20 mahasiswa yang tergabung dalam jaringan mahasiswa anti korupsi (Janaksi) melakukan demonstrasi menuntut Menteri Keuangan Sri Mulyani mundur dari jabatannya. Pendesakan mundur ini terkait skandal kasus Bank Century.

Adapun demo tersebut dilakukan di Gedung E Departemen Keuangan, Jalan Dr Wahidin, Jakarta, Senin (7/9/2009).

Koordinator aksi demo Rahman Latuconcina mengatakan kasus skandal Bank Century sangat tidak transparan, di mana belum terang benderang adalah soal jumlah yang sangat besar yakni dana talangan sebesar Rp1,3 triliun menjadi Rp6,7 triliun atas rekomendasi pemerintah dan Bank Indonesia (BI).

Atas alasan itulah, dengan ini jaringan mahasiwa anti korupsi yang terdiri dari Universitas Islam Jakarta, Mercubuana, dan Universitas Bung Karno menuntut tiga hal.

Pertama, mendesak Presiden SBY bersikap tegas, transparan, dan konsisten dalam bank Century. Kemudian mendukung dan mendesak KPK mengusut tuntas bank Century, hingga menuntut Menkeu Sri Mulyani mundur dan bertanggung jawab atas keterlibatannya dalam skandal bank Century.

Kedua, mendesak KPK segera memeriksa Sri Mulyani dan jajaran BI yang terlibat dalam skandal bank Century. Serta ketiga, mendesak polri dan mendukung KPK dalam kasus skandal bank Century.

Akibat aksi demo mahasiswa ini, arus lalu lintas di sekitar lapangan Banteng, tepatnya di sekitar sepanjang jalan Dr Wahidin menuju jalan Gunung Sahari terpantau padat merayap. (Arif Sinaga/Trijaya/ade)

Sri Mulyani Klaim Temui SBY Bahas APBN 2010
Senin, 31 Agustus 2009 - 12:26 wib TEXT SIZE : Amirul Hasan - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Widi Agustian/okezone.com JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pertemuannnya hari ini dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk berkonsultasi bahas APBN 2010.

"Kita konsultasi untuk pembahasan yang sedang berjalan mengenai APBN 2010," ungkap Sri, usai bertemu SBY, di Istana Negara, Jakarta, Senin (31/8/2009).

Saat disinggung apakah pertemuan tersebut membahas masalah PT Bank Century Tbk (BCIC), Sri pun menampik bahwa kasus tersebut sudah dilaporkan. "Enggak...enggak. Sudah dilaporkan," ucapnya.

Di sisi lain, dia tidak mengatakan lebih lanjut apakah Presiden bertanya-tanya soal Century. Menurutnya, semua sudah dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

"Presiden? Tentang Bank Century disampaikan itu semuanya, sudah sesuai aturan dan semuanya sejalan dengan pertimbangan-pertimbangan," tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Plt Menteri Koordinator Perekonomian yang juga Menteri Keuangan Sri Mulyani menghadap Presiden SBY. Belum dapat diketahui agenda yang dibahas dalam pertemuan yang berlangsung tertutup ini. Diduga pertemuan ini membahas kasus Bank Century yang merebak belakangan.

Pertemuan ini pun cenderung tidak lazim. Sri Mulyani yang mengendarai Toyota New Camry warna hitam bernomor polisi RI 12 tiba di Istana pada pukul 10.00 WIB melalui pintu Sekretariat Negara di Jalan Majapahit, Senin (31/8/2009).

Dia pun langsung menuju Wisma Negara yang terletak di antara Istana Merdeka dan Istana Negara.

Dikatakan tidak lazim karena biasanya Presiden SBY menerima menteri atau pejabat negara lainnya di Kantor Presiden atau di Istana Negara. Kendaraan mereka pun biasanya masuk melalui pintu yang berada di Jalan Veteran III.
(ade)

Usai 'Dibombardir' Komisi XI DPR, Menkeu Senyum-Senyum
Kamis, 27 Agustus 2009 - 20:26 wib TEXT SIZE : Candra Setya Santoso - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Koran SI JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati didapati terlihat letih dan hanya tersenyum sekilas seperti ingin melepaskan bebannya. Dia terlihat letih setelah dibombardir banyak pertanyaan oleh Komisi XI DPR mengenai PT Bank Century Tbk (BCIC).

Kejadian tersebut didapati pewarta berita usai Rapat Dengar Pendapat Bersama Menteri Keuangan, Bank Indonesia, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2009).

Tak ayal, tak sepatah kata pun keluar dari mulut mantan Direktur IMF tersebut. Tak heran, dirinya terlihat letih dan capai, ini dikarenakan rapat tersebut sudah diikutinya sejak pukul 11.00 WIB hingga 17.40 WIB.

Selama 'menghadapi' pertanyaan-pertanyaan dari DPR, Sri Mulyani didampingi oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution. Pertanyaan yang diajukan yakni mengenai UU JPSK, hingga kasus Century adalah kesalahan fatal BI. (ade)

Sri Mulyani Sumringah Jadi Wanita Berpengaruh
Kamis, 20 Agustus 2009 - 15:24 wib TEXT SIZE : Ahmad Nabhani - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Koran SI JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani tak banyak mengucap kata saat diminta tanggapannya mengenai masuknya dia ke dalam jajaran The 100 Most Powerful Women 2009 versi Forbes.

Dalam menjawab pertanyaan para pemburu berita mengenai hal itu, mantan Direktur IMF ini lebih banyak melempar senyum sumringah. Bahkan, secara tersirat, dia mengaku tidak ada perubahan dengan masuknya dia dalam daftar 71 wanita paling berpengaruh di dunia ini.

"Memang ada perubahan dengan diri saya?" ujarnya sumringah kepada wartawan, usai pidato pemerintah atas pandangan fraksi-fraksi di DPR atas APBN 2010, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (20/8/2009).

Seperti diberitakan sebelumnya, Sri Mulyani kembali masuk ke dalam daftar 100 wanita paling berpengaruh di dunia untuk tahun ini versi majalah Forbes.

Jika pada tahun lalu dia menempati urutan 23, pada tahun ini dia turun posisi ke nomor urut 71. Dia tepat berada di bawah Angela Ahrendts, chief executive officer Burberry Group Plc di Inggris.

Pada tahun lalu, Sri sempat mengalahkan nama-nama besar seperti Hillary Rodham Clinton (kini Menlu Amerika Serikat), tokoh oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi, dan ratu talkshow dunia Oprah Winfrey. (ade)

Sri Mulyani Masih Berpengaruh di Dunia
Kamis, 20 Agustus 2009 - 11:59 wib TEXT SIZE : Nurfajri Budi Nugroho - Okezone
Sri Mulyani (Foto: Koran SI)
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani kembali masuk ke dalam daftar 100 wanita paling berpengaruh di dunia untuk tahun ini versi majalah Forbes.


Jika pada tahun lalu dia menempati urutan 23, pada tahun ini dia turun posisi ke nomor urut 71. Dia tepat berada di bawah Angela Ahrendts, chief executive officer Burberry Group Plc di Inggris. Pada tahun lalu Sri mengalahkan nama-nama seperti Hillary Rodham Clinton (kini Menlu Amerika Serikat), tokoh oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi, dan ratu talkshow dunia Oprah Winfrey.


Di belakang Sri ada nama-nama seperti Terri Dial (CEO Citigroup, AS), Deirdre Connelly (President GlaxoSmithkline, AS), Johanna Sigurdardottir (Perdana Menteri Islandia), dan Ratu Rania dari Yordania.


Menurut Forbes, yang dikutip Kamis (20/8/2009), dalam bergulat dengan resesi global Sri Mulyani turut mempelopori seruan untuk menggunakan mata uang selain dolar Amerika Serikat dalam perdagangan keuangan di Asia. Dia juga dianggap berhasil dalam pencapaian kesepakatan bilateral swap dengan China, sehingga memungkinkan para importir membayar barang-barang dari China dengan yuan.


Sri dianggap mendukung kampanye Jepang menentang program persenjataan nuklir Korea Utara, juga inisiatif PBB di Afghanistan. Dia dipromosikan menjadi pelaksana tugas menteri koordinator ekonomi pada Juni 2008. Sri dinilai sebagai reformis karena turut memerangi korupsi, mempermudah undang-undang investasi, dan menciptakan insentif pajak.


Sri Mulyani lahir di Bandar Lampung, 26 Agustus 1962. Sebelum masuk ke dalam pemerintahan, dia dikenal sebagai pengamat ekonomi. Pada 5 Desember 2005, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan perombakan kabinet, Sri Mulyani dipindahkan menjadi Menteri Keuangan menggantikan Jusuf Anwar.


Dia dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia untuk tahun 2006 oleh Emerging Markets pada 18 September 2006, di sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura. Sri juga pernah masuk daftar wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007.


Daftar Wanita Berpengaruh versi Forbes bukanlah mengenai selebritas atau popularitas, melainkan mengenai pengaruh tokoh-tokoh yang masuk dalam daftar. Ratu Rania misalnya, mungkin kini merupakan tokoh yang paling didengarkan di Timur Tengah. Terlebih dia memiliki 600.000 pengikut (followers) di Twitter.


Untuk urutan teratas tahun ini ditempati Kanselir Jerman Angela Merkel, posisi kedua diduduki Sheila Bair (CEO Federal Deposit Insurance Corp, AS), sedangkan urutan ketiga diduduki Indra Nooyi (CEO PepsiCo, AS).


Berikut 10 dari 100 daftar perempuan berpengaruh versi Forbes 2009:


1. Angela Merkel (Kanselir Jerman)
2. Sheila Bair (Chairman Federal Deposit Insurance Corp, AS)
3. Indra Nooyi (Chief executive PepsiCo, AS)
4. Cynthia Carroll (Chief executive Anglo American, Inggris)
5. Ho Ching (Chief executive Temasek, Singapura)
6. Irene Rosenfeld (Chief executive Kraft Foods, AS)
7. Ellen Kullman (Chief executive DuPont, AS)
8. Angela Braly (Chief executive WellPoint, AS)
9. Anne Lauvergeon (Chief executive Areva, Prancis)
10. Lynn Elsenhans (Chief executive Sunoco, AS)
(jri)
Akhirnya, Wartawan Kalahkan Menteri Keuangan
Selasa, 18 Agustus 2009 - 18:08 wib TEXT SIZE : Ahmad Nabhani - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Koran SI JAKARTA - Wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Keuangan dan Moneter (Forkem) akhirnya memenangkan pertandingan voli melawan tim Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Kemenangan ini merupakan yang pertama sejak lima tahun berturut-turut mengalami kekalahan. Tak heran jika para wartawan geregetan ingin memenangkan pertandingan. Namun, dari kekalahan itu membuahkan hasil. Pasalnya, strategi yang selama ini dilakukan tim Depkeu, dipelajari lalu diambil titik kelemahannya. Tak pelak hanya dengan tiga kali set wartawan memangkan pertandingan dengan nilai 15-13, 7-15, 15-2.

"Kami bangga ini kali pertamanya wartawan menang," ujar wartawan Radio Trijaya Arif Sinaga dengan wajah penuh kebanggaan kepada okezone, usai lomba tanding voli di Departemen Keuangan, Jakarta, Selasa (18/8/2009).

Sebelum bertanding, Menkeu Sri Mulyani sempat sesumbar, bahwa tim Departemen Keuangan tidak akan kalah. Pasalnya, wartawan dinilai sebagai tim yang selalu kalah sejak 2004.

Bahkan, untuk menyukseskan pertandingan ini, suami Menkeu juga terlihat aktif bermain voli. "Kita tidak bakal kalah karena permainan ini harus dilakukan sportif," tegas Sri Mulyani.

Wanita yang menyandang Finance Minister of the Year For Asia 2008 ini pun menjadi geram karena usahanya berlatih sia-sia. Sri Mulyani pun kembali menantang wartawan Forkem untuk bermain voli lagi.

"Kita adu lagi nanti pas memperingati hari keuangan, kita tantang lagi!" pungkasnya penasaran. (rhs)

Menkeu Tanding Voli Lawan Wartawan
Selasa, 18 Agustus 2009 - 14:16 wib TEXT SIZE : Ahmad Nabhani - Okezone
Foto: Koran SI. JAKARTA - Dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-64, Departemen Keuangan akan mengadakan pertandingan voli bersama para Forum Wartawan Ekonomi dan Moneter (Forkem).

Rencananya, pertandingan voli ini akan melibatkan Menteri Keuangan bersama jajarannya dengan para wartawan. "Menkeu bakal duel dengan para wartawan untuk pertandingan voli," kata Humas Forkem Sofyan, di Jakarta, Selasa (18/8/2009).

Di tengah kesibukannya sebagai pejabat negara, Menteri Keuangan tidak bisa diremehkan dalam pertandingan voli. Pasalnya, Sri Mulyani mantan tim voli Fakultas Ekonomi UI.

Terlebih rekan kerjanya, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu dan Dirjen Perimbangan Keuangan Mardiasmo adalah bintannya voli di Universitas Gajah Mada (UGM).

Rencannya, pertandingan voli versus wartawan akan dimulai pukul 15.00 WIB, di Lapangan Departemen Keuangan.

Sebagai informasi, tahun lalu pertandingan voli bersama wartawan hasilnya selalu seri. Tapi dalam pertandingan ini bukan mencari juara, tapi lebih mendekatkan diri dengan para wartawan sebagai mitra kerja para pejabat Depkeu.(rhs)

Sri Mulyani: Makna Merdeka Adalah Bebas Kemiskinan
Senin, 17 Agustus 2009 - 08:43 wib TEXT SIZE : Ahmad Nabhani - Okezone
Foto: Koran SI. JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani memiliki arti sendiri dalam memaknai kemerdekaan. Menurutnya, kemerdekaan adalah merdeka dari kemiskinan.

"Arti kemerdekaan suatu misi untuk membangun negara merdeka dari kemiskinan, merdeka dari berbagai hal yang mengancam kegiatan rakyat, dan bebas dari hal yang mengurangi kesejahteraan rakyat dan keselamatan rakyat," katanya usai memimpin upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-64, di Gedung Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng Jakarta Pusat, Senin (17/8/2009).

Dia juga menjelaskan, arti kemerdekaan adalah membangun dan bertekad mengisi kemerdekaan dengan kompetensi kepandaian dan ilmu pengetahuan.

Menkeu juga menyinggung keyakinannya sektor BUMN yang bisa meningkatkan pendapatan negara yang lebih besar. Pasalnya tidak hanya BUMN, swasta dan masyarakat pun mampu memberikan kontribusi pendapatan bagi negara dengan meningkatkan kinerja dan perbaikan di segala sektor.

"Dengan meningkatkan kinerja, semua mampu memberikan kontribusi atau sumbangan bagi perekonomian, dan itu yang kita harapkan," ungkapnya. (rhs)

Sri Mulyani: Saya Ini Orang Teraniaya
Rabu, 5 Agustus 2009 - 11:01 wib TEXT SIZE : Widi Agustian - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Koran SI DEPOK - Ada ungkapan mengatakan, doa orang teraniaya lebih didengar oleh Tuhan. Mungkin begitu pula yang saat ini dialami oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, teraniaya. Lho?

Setelah menjabat sebagai menteri keuangan selama lima tahun, Sri menuturkan keadaan perekonomian tidak juga membaik akibat adanya krisis ekonomi. Karena itu, dia mengungkapkan akan berdoa agar perekonomian dapat cepat tumbuh berkembang.

"Saya akan berdoa, dan doa saya ini akan manjur karena saya ini orang teraniaya," ujar wanita yang akrab disapa Ani sembari bergurau saat menjadi keynote speaker sebelum Diskusi Penel bertajuk The New World Order after The Crisis di FE UI, Depok, Rabu (5/8/2009).

Sambil sedikit bercanda, dia mengatakan bahwa orang-orang tidak ada yang percaya jika dirinya dianiaya. "Orang di sini tidak ada yang percaya saya lagi dianiaya, lagi dianiaya oleh ekonomi global yang sedang krisis," katanya sambil tertawa renyah.

Ke depannya, dia menginginkan agar perekonomian Indonesia dapat tumbuh dan berkembang. Karena itu, dia mengharapkan agar seluruh stakeholder perekonomian Indonesia bisa berperan baik dalam mengatasi masalah ekonomi bersama-sama.

"Saya telah menjabat sebagai Menkeu selama lima tahun. Selanjutnya saya ingin melihat ekonomi Indonesia tumbuh dan berkembang," pungkasnya. (ade)

Sri Mulyani: Jadi Menkeu Tak Sepopuler Penyanyi Dangdut
Rabu, 5 Agustus 2009 - 08:36 wib TEXT SIZE : Ahmad Nabhani - Okezone
Sri Mulyani. (Foto: Koran SI) JAKARTA - Tidak seperti biasanya, di mana Menteri Keuangan Sri Mulyani selalu berpidato membahas ekonomi Tanah Air terkini. Pada suatu kesempatan, Sri Mulyani malah curhat ke 10 siswa finalis Olimpiade Membaca APBN 2009 mengenai tidak enaknya menjabat menteri keuangan.

"Anak-anak perlu tahu menjadi menkeu itu tidak happy, harus menyendiri dan sangat tidak populer seperti penyayi dangdut," kata Menkeu Sri Mulyani saat memberikan pidato dalam acara Olimpiade Membaca APBN 2009, di Gedung Depkeu, Selasa (4/8/2009) malam.

Menurutnya, menjadi menteri keuangan harus selektif dalam menghadiri sebuah acara, bahkan terpaksa menjadi sulit ditemui. Hal tersebut dilakukan agar orang tidak terlalu banyak permintaan dan permohonan dari menteri keuangan.

"Kalau menkeu mudah banyak ketemu orang, akan banyak pula minta permohonan turunkan pajak atau kemudahan lainnya," ungkapnya.

Meskipun demikian, dirinya tetap meminta para siswa finalis untuk bisa melanjutkan pendidikan di bidang ekonomi untuk menggantikan dirinya sebagai Menkeu. Pasalnya, hampir seluruh keponakannya tidak ada yang tertarik masuk ekonomi. "Seluruh keponakan saya lebih bangga masuk ITB. Padahal di ITB paling tinggi jadi ketua serikat pekerja suratkabar," tandasnya dengan canda.

Sri juga mengatakan, mengelola anggaran negara tidak ubahnya seperti mengelola anggaran rumah tangga. Namun dalam membelanjakan anggaran negara harus melakukan skala prioritas dan disesuaikan dengan kemampuan dompet negara. Bila tidak cukup memilih opsi pinjaman atau hibah dari luar negeri.

Dirinya juga sangat mengapresiasi meteri pelajar saat ini yang dinilai sangat maju dan progresif memandang dan memahami APBN. Tips yang diberikan yakni perlunya mengasah sensitifitas terhadap angka dalam anggaran, agar bisa menyadari skala prioritas. "Anak-anak saat ini sangat pintar bicara policy, tapi tidak punya sence angka," tuturnya.

Di sela-sela pidatonya, Sri Mulyani pun curhat mengenai kekecewaannya karena perwakilan kota Semarang tidak masuk final. "Walaupun bahagia, tapi tetap kecewa karena kota Semarang tempat saya SMA tidak masuk. Ini anak buah yang tidak sensitif, padahal alumninya menjadi menkeu," tuturnya.

Sebagai informasi, lomba membaca APBN untuk yang ketiga kalinya dilombakan dan di dukung oleh Serikat Pekerja Suratkabar. Dimana dalam lomba tersebut, diikuti tingkat SMA di 10 kota, antara lain Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Manado, Surabaya, Denpasar, Pekanbaru, Palembang, Makassar dan Riau. (rhs)

Reformasi Birokrasi Belum Didukung Aturan di K/L
Rabu, 22 Juli 2009 - 11:17 wib TEXT SIZE : Ahmad Nabhani - Okezone
Foto: Koran SI JAKARTA - Reformasi birokrasi yang digalakkan pemerintah saat ini belum didukung peraturan pendukung di kalangan kementerian atau lembaga (K/L). Pasalnya, banyak peraturan pendukung di kalangan pegawai negeri sipil (PNS) yang tidak mengakomodasi semangat reformasi.

"Peraturan di lingkungan PNS banyak tidak berpihak pada reformasi dan mendiskriminasikan PNS yang memiliki semangat reformasi," ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam pidatonya di Seminar Peningkatan Transparasi dan Akuntabilitas Keuangan Negara, di Gedung BPK, Jakarta, Rabu (22/7/2009).

Selama ini, di lingkungan pegawai negeri sipil masih ada budaya yang menyamakan antara pintar dan bodoh dibayar sama. Hal ini yang harus dibedakan untuk mewujudkan semangat reformasi. Di sisi lain, dia juga menjelaskan sanksi tegas bagi PNS yang tidak disiplin dan tidak reformis sulit dilakukan, karena di Indonesia masih mengenal budaya untuk tidak mempermalukan dan membedakan seseorang, padahal upaya tersebut sangat dibutuhkan dalam organisasi terlebih dalam mewujudkan semangat tersebut.

"Kita selalu mengelu-elukan good governance Singapura, tetapi kita tidak mau menerapkan semangat reformasi atau good governance di negara sendiri," sesalnya.
(css)

Ekonom Mandiri: Sosok Sri Mulyani Tak Tergantikan
Kamis, 16 Juli 2009 - 10:33 wib TEXT SIZE : Ahmad Nabhani - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Koran SI JAKARTA - Figur seorang Sri Mulyani sebagai menteri keuangan dinilai tak tergantikan. Sosoknya yang berhasil membawa perekonomian Indonesia menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya, membuat jabatannya diusulkan untuk dipegang kembali olehnya.

"Saya lebih mengharapkan jabatan Menkeu dipegang kembali oleh Sri Mulyani," kata Kepala Ekonom Bank Mandiri Mirza Adityaswara, kepada wartawan di sela diskusi Membangun Sistem Keuangan yang Tangguh Terhadap Krisis, di Hotel Mid Intercontinental, Jakarta, Kamis (16/7/2009).

Mirza mengusulkan kepada presiden terpilih kalau sosok Sri Mulyani ini merupakan orang yang tepat dalam menjabat posisi ini. Bahkan menurutnya, pencarian figur Sri di kalangan Departemen Keuangan tidaklah mudah. Dirinya melihat, budaya reformasi birokrasi di Depkeu belum seluruhnya menjadi sebuah sistem.

Belum membudayanya reformasi birokrasi di Depkeu menjadi PR berat bagi menkeu yang baru yang hanya bisa dilanjutkan oleh Sri.

Di sisi lain, mengenai jabatan gubernur Bank Indonesia yang kosong, menurutnya tidak perlu dikhawatirkan. Pasalnya, para pelaku pasar sudah mengetahui sepak terjang dua punggawa BI, yakni Deputi Senior Gubernur BI terpilih Darmin Nasution dan Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono.

"Tidak ada dampak signifikan dan kekhawatiran akan kekosongan gubernur BI, karena sistem di BI sendiri sudah berjalan dengan baik," ungkapnya.

Walaupun demikian, dia menyerahkan sepenuhnya penunjukan gubernur BI pada Presiden yang mempunyai hak prerogatif. Namun, terlepas dari itu dia menilai sosok Darmin bisa mengisi kekosongan gubernur BI sebagai pejabat pelaksana sebelum adanya gubernur BI yang ditunjuk langsung oleh presiden. (ade)

Menteri Keuangan Tidak Takut Mengganggur
Minggu, 5 Juli 2009 - 16:39 wib TEXT SIZE : JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengaku tidak takut akan menganggur selepas berakhirnya masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla, Oktober mendatang. Dia mengungkapkan telah menyiapkan segudang rencana untuk mengisi hari-harinya nanti.

"Habitat saya dulu di universitas, kalau tidak menjabat lagi tentu saya akan kembali mengajar di UI," kata dia di Balai Pendidikan dan Pelatihan Depkeu, Jakarta, Minggu (5/7/2009).

Wanita yang kerap berbatik ini, mengaku sangat menyenangi kegiatan mengajar. Mengajar, menurutnya membantu untuk tetap terkoneksi dengan dunia akademik sehingga intelektualitas bisa terjaga. "Selain itu senang melihat wajah-wajah mahasiswa baru," kata dia.

Selama ini dia merasa mendapat apresiasi positif dari mahasiswanya. Beberapa diantara mereka bahkan sempat menulis di surat kabar tentang kesannya diajar oleh Sri Mulyani. Dia mempunyai tips jitu untuk memancing minat mahasiswa mengikuti kuliahnya. "Saya selalu menggabungkan teori ekonomi dalam buku teks dengan realita. Ini paduan yang sangat jarang di Indonesia," katanya.

Apapun yang dilakukan nanti, Sri Mulyani memastikan akan ada benang merah yang sama dengan sejarah profesinya selama ini. "Pokoknya banyaklah yang bisa saya lakukan," ujar dia. (wdi)(Meutia Rahmi /Koran SI/rhs)

Penarikan Cessie Jangan Ganggu Permata
Selasa, 30 Juni 2009 - 06:54 wib TEXT SIZE :
Foto: Koran SI JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan eksekusi penarikan cessieatau hak tagih piutang Bank Bali senilai Rp546 miliar di Bank Permata jangan sampai mengganggu aliran kas bank tersebut.

"Bank Permata dalam persoalan ini harus tetap terjaga. Kami tidak ingin menimbulkan persoalan perbankan yang tidak perlu," kata Menkeu di Jakarta kemarin. Sri Mulyani melanjutkan, kepemilikan atau status dari uang itu akan mengikuti perintah Mahkamah Agung (MA) yang sudah ditetapkan dalam pengadilan perdata.

Sebelumnya, tim Kejari Jaksel datang untuk memindahkan uang cessie Bank Bali yang ada di rekening Bank Permata sebesar Rp546,47 miliar ke rekening kas negara. (Meutia Rahmi /Koran SI/css)

Pengganti Menkeu Harus Setangguh Sri Mulyani
Jum'at, 26 Juni 2009 - 16:35 wib TEXT SIZE : Ahmad Nabhani - Okezone
Foto: Koran SI JAKARTA - Pengganti Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan RI, harus lah sosok orang yang memiliki kapabilitas teruji, dan memiliki pengalaman. Hal tersebut terkait kabar penunjukan Sri Mulyani menjadi Gubenur Bank Indonesia (BI) oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Siapapun pengganti Sri Mulyani, entah yang mempunyai latar belakang teknokrat, politisi, atau akademisi tidak menjadi masalah. Hanya saja, dia mempunyai kapabilitas dan teruji," kata pengamat ekonomi Umar Juoro, seusai Diskusi Mengukur Rasionalisasi Program Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (Capres-Cawapres), Siapa Paling Realistis, di Hotel Nikko, Jalan Jendral Sudirman, Jakarta, Jumat (26/6/2009).

Kendati demikian, dia pun mengusulkan Sri Mulyani untuk kembali diminta menjabat Menteri Keuangan satu periode atau paling cepat tiga tahun ke depan, mengingat reformasi birokrasi di lingkungannya sedang berjalan. Pasalnya, dia mengkhawatirkan lepasnya Sri Mulyani dari jabatan Menteri keuangan, maka reformasi birokrasi yang sedang dijalankan akan kembali mundur. Kerena, reformasi birokrasi yang sedang berjalan di Departeman Keuangan hampir 70 persen dipengaruhi oleh figur Sri Mulyani yang tegas sekaligus ekonom yang handal.
(css)

Sri Mulyani: Lihat & Belahlah Dadaku, Masih Ada Merah Putih
Selasa, 16 Juni 2009 - 17:35 wib TEXT SIZE : Ahmad Nabhani - Okezone
Foto: Koran SI. JAKARTA - Geram disebut sebagai penganut neolib, Menteri Keuangan Sri Mulyani menantang kebenaran tuduhan tersebut. Bahkan untuk meyakinkan anggota DPD, dirinya menegaskan memiliki jiwa nasionalisme.

"Kalau tidak percaya, lihatlah dadaku dan belahlah dadaku, masih ada merah putih," tegas Sri Mulyani, di sela tanya jawab dalam rapat penjelasan RAPBN 2010 di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (16/6/2009).

Dia juga menyampaikan, hal yang perlu diperhatikan saat ini bagi anggota DPD adalah tidak lagi terjebak jargon-jargon neolib atau bukan, tapi bagaimana peran anggota dewan mengawasi fungsi pemerintah dalam menyejahterakan rakyatnya.

"Kita harus keluar dari jargon yang membodohi ini, yang mesti diperhatikan memperhatikan kesejahteraan rakyat," ujarnya.

Dia juga menjelaskan, bahwa ciri-ciri negara yang mempunyai aturan adalah negara bukan beraliran neolib, begitu pula dengan negara Indonesia.

Sri Mulyani yang jebolan universitas Amerika, kerap dituding sebagai antek-antek neoliberal. Sekadar diketahui Sri Mulyani menempuh pendidikan di Universitas Indonesia Jakarta, sebangai sarjana ekonomi (1981-1986), kemudian University of lllinois Urbana Champaign, sebagai U.S.A Master of Science of Policy Economics (1988-1990), dan University of lllinois Urbana-Champaign, sebagai U.S.A Ph. D of Economics (1990-1992).(rhs)

Sri Mulyani Kejar Pemberi Nilai Negatif Utang RI
Rabu, 13 Mei 2009 - 15:33 wib TEXT SIZE : Ahmad Nabhani - Okezone
Foto: Koran SI JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku heran kepada lembaga pemeringkat yang memberikan nilai negatif atas utang Indonesia.

Hal itu dikatakan oleh Sri Mulyani yang juga pelaksana tugas menko perekonomian, saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR, di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2009).

"Saya akan kejar, lembaga rating yang masih menilai negatif pengelolaan utang pemerintah Indonesia. Saya ingin tahu alasan mereka kalau hanya berdasarkan rumor saja,? tegasnya.

Sri Mulyani menegaskan, pengelolaan utang oleh pemerintah sudah dilakukan secara transparan dan akuntable. Dengan begitu, sangat tidak beralasan bila ada lembaga rating yang menilai pengelolaan utang dari pemerintah Indonesia tidak transparan.(rhs)

Sri Mulyani Tak Ingin Komentar Soal Darmin
Selasa, 12 Mei 2009 - 11:20 wib TEXT SIZE : Ahmad Nabhani - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Koran SI JAKARTA - Diam seribu bahasa adalah sikap yang diambil Menteri Keuangan Sri Mulyani saat ditanya mengenai anak buahnya Darmin Nasution yang ditetapkan menjadi deputi gubernur senior Bank Indonesia (BI).

Dirinya pun hanya melambaikan tangan dan tersenyum saja menanggapi pertanyaan wartawan.

"Saya tidak komentar dulu. Kalau mau, tanya yang lain saja," ucapnya singkat, usai Musyawarah Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2009, di Hall Birawa Hotel Bumikarsa, Komp Bidakara, Jakarta, Selasa (12/5/2009).

Seperti diketahui, Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat menyepakati Darmin Nasution sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) menggantikan Miranda S Goeltom.

Darmin terpilih secara aklamasi dalam rapat Komisi XI DPR, setelah sebelumnya dia mengikuti uji kepatutan dan kelayakan, di gedung DPR Senayan, Jakarta, tadi malam.

Darmin bersaing dengan Gunarni Soeworo yang merupakan mantan Ketua Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) dan mantan Presiden Direktur Bank Niaga.

Darmin saat ini masih menjabat sebagai dirjen pajak Depertemen Keuangan. Dia juga pernah menjabat sebagai Ketua Bapepam. Sebagai informasi, jabatan Darmin akan mulai efektif pada 26 Juni 2009 hingga 26 Juni 2014. (ade)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar