Sabtu, 08 Mei 2010

Sri Mulyani, Menkeu RI, Seorang Menteri Profesional Non Partai

Sri Mulyani Terharu Didukung Mahasiswanya
Senin, 8 Maret 2010 - 11:21 wib TEXT SIZE : Andina Meryani - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Heru Haryono/Okezone.com DEPOK - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku terharu mendapat dukungan dari mahasiswanya terhadap segala masalah yang dihadapinya akhir-akhir ini.

Seorang mahasiswa dari Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Indonesia (UI) bernama Ijul menyampaikan dukungannya untuk dosen yang juga Menteri Keuangan, untuk tetap tegar dalam menghadapi permasalahan yang ada.

Sebagaimana diketahui, sebelum Menkeu datang untuk memberi Kuliah Umum di Auditorium FE UI, sejumlah mahasiswa melakukan aksi demonstrasi untuk menghadang kedatangannya di kampus almamaternya tersebut.

"Walaupun saya Milanisti Bu, tapi saya suka dengan slogan klub Liverpool, you'll never walk alone, meskipun tadi banyak yang demo," ujar Ijul di depan forum kuliah umum Dinamika Perekonomian Indonesia, di Auditorium FE UI, Depok, Senin (8/3/2010).

Kontan saja ucapannya tersebut disambut tepuk tangan yang meriah dari ratusan mahasiswa yang mengikuti kuliah umum tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Menkeu mengaku tersentuh dengan dukungannya yang diterimanya itu. "You touched my heart," jawabnya sambil tersenyum yang juga disambut oleh tepuk tangan meriah.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya memberikan berbagai penjelasan mengenai dinamika perekonomian Indonesia yang terjadi di Indonesia terutama sejak krisis yang terjadi di tahun 2008. Sesekali dirinya curhat kepada mahasiswa tentang apa yang terjadi saat dirinya mengambil keputusan untuk menyelamatkan perekonomian Indonesia dari krisis.

"Dalam Perpu Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK), any disaster yang sistemik apapun itu saat krisis became goverment responsibility," jelasnya.(ade

Seminar di UI, Menkeu Dihadang Aksi Demo
Senin, 8 Maret 2010 - 09:13 wib TEXT SIZE : Marieska Harya Virdhani - Okezone
Foto: Koran SI DEPOK - Sekira belasan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Aksi Mahasiswa (FAM) Universitas Indonesia, menghadang kedatangan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pagi tadi.

Dalam orasinya yang digelar pagi menyatakan rasa malu memiliki sosok alumni serta dosen yang jelas-jelas dinyatakan bersalah oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) beberapa waktu lalu.

"Kita malu punya dosen dan alumni maling. Kenapa pihak kampus mendatangkan Sri Mulyani yang sudah jelas-jelas kebijakannya bersalah oleh DPR? Perjuangan kami tidak sebanding dengan penderitaan rakyat sebesar Rp6,7 triliun," ujar salah satu koordinator FAM UI Suharyo, dalam orasinya, di kampus UI, Depok, Senin (8/3/2010).

FAM UI telah bersiap-siap stanby di halte stasiun UI untuk menghadang kedatangan Menteri Keuangan sejak pukul 08.00 WIB. Sri Mulyani diagendakan sebagai dosen kuliah umum di Fakultas Ekonomi UI yang digelar sejak pukul 08.30 WIB sampai 10.30 WIB.

Dalam aksi spontanitas tersebut yang digelar hanya 5-10 menit, FAM UI sempat menghadang mobil pengawalnya dengan warna hitam. Sejumlah pengawal sempat turun, bahkan menginjak-injak mobil pengawal tersebut.

Namun sayang, Sri Mulyani tidak dalam mobil tersebut, namun melewati pintu samping kampus UI dan berhasil meloloskan diri dari aksi penghadangan tersebut.

Aksi tersebut sempat dihalangi oleh satuan pengamanan (Satpam) kampus dan Polsek Beji Depok. Hingga berita ini diturunkan, Sri Mulyani sedang melakukan kuliah umumnya yang rencananya akan selesai hingga pukul 10.30 WIB.
(css)

Usai Paripurna, Sri Mulyani Janji Beri Statement
Kamis, 4 Maret 2010 - 11:34 wib TEXT SIZE : Andina Meryani - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Widi Agustian/Okezone.com JAKARTA - Mengetahui dirinya menjadi incaran wartawan di Gedung DPR hari ini, pihak Humas Kementerian Keuangan menjanjikan bahwa sang menteri akan memberikan penyataannya terkait hasil Sidang Paripurna Hak Angket Bank Century seusai Sidang Paripurna siang ini di lobby Nusantara II Gedung DPR/MPR RI.

"Nanti ibu mau kasih statement di bawah, lobby paripurna II," ujar staf humas Kemenkeu kepada wartawan, di Ruang Sidang Paripurna MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (4/3/2010).

Seperti diberitakan sebelumnya, sempat terjadi adu mulut antara wartawan dan Kepala Biro Humas Kemenkeu Harry Z Soeratin, di mana wartawan mengeluhkan pengawalan yang terlalu ketat oleh petugas keamanan sehingga tugas jurnalistik terganggu.

Untuk itu, Harry pun meminta maaf kepada para wartawan dan meminta untuk tidak melakukan doorstop di pintu keluar Ruang VIP-Pintu masuk ruang sidang karena khawatir terjadi kericuhan lagi.

Dirinya mempersilakan para wartawan untuk kembali melakukan doorstop kepada Menkeu seusai sidang, namun hanya bisa dilakukan di pintu keluar lantai 1 Gedung Nusantara II DPR RI. "Kalau mau doorstop silakan, tapi tidak di sini, di bawah saja," ujarnya menenangkan wartawan yang bersitegang dengan petugas keamanan.

Sebelumnya, dirinya menjanjikan bahwa Menkeu akan menggelar konferensi pers di kantornya seusai Rapat Paripurna ini. Namun, hal tersebut dibatalkan karena Menkeu harus menghadiri sebuah rapat di luar usai sidang.

Selain itu, Menkeu juga masih harus menunggu statement resmi dari Presiden SBY yang baru akan dilaksanakan pada malam ini. "Tidak jadi konferensi pers hari ini, karena Ibu ada rapat di luar seusai paripurna, mungkin besok," tandas Harry.(ade)
Pengamanan Sri Mulyani Super Ketat!
Kamis, 4 Maret 2010 - 11:15 wib TEXT SIZE : Andina Meryani - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Koran SI JAKARTA - Kedatangan Menteri Keuangan Sri Mulyani ke Gedung MPR/DPR RI untuk menghadiri Rapat Paripurna Pengesahan RUU APBN 2008 mendapat pengawalan ketat dari petugas keamanan baik dari DPR RI (Pamdal) dan internal keamanan dari Kementerian Keuangan.

Setidaknya belasan petugas keamanan tersebut membuat pagar betis untuk mengawal sang Menteri sejak dirinya keluar dari mobil dinasnya tepat pukul 10.30 WIB.

Pihak Humas Kemenkeu sempat memberikan peringatan kepada para wartawan yang menunggunya sejak tadi pagi agar tidak melakukan wawancara ketika Menkeu tiba di lokasi.

Namun, wartawan yang sejak pagi menunggu Menkeu tidak patah arang untuk mencoba mendapat komentar darinya terkait hasil keputusan Sidang Paripurna terkait Hak Angket Bank Century semalam. "Nanti saja ya.. Nanti saja," ujarnya singkat sambil tersenyum, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (4/3/2010).

Menkeu yang dalam kesempatan ini menggunakan setelan blazer pendek berwarna pink dan mengenakan celana panjang hitam, tetap mendapat pengawalan super ketat dari petugas keamanan hingga menuju ke ruang tunggu VIP di lantai 3 gedung Nusantara II.

Beberapa wartawan terutama wartawan TV yang menunggu di bawah segera bergegas mengejar Menkeu ke atas. Di atas pun sudah banyak wartawan yang menunggunya dan tetap berusaha mendapat komentar darinya.

Namun, lagi-lagi sang Menteri masih saja bungkam. Bahkan sempat terjadi dorong-mendorong dan sedikit keributan di depan ruang tunggu VIP antara petugas keamanan dan wartawan.

Sempat Ricuh

Dari kejadian itu, terjadi adu mulut antara wartawan dan Kepala Biro Humas Kemenkeu Harry Z Soeratin, di mana wartawan mengeluhkan pengawalan yang terlalu ketat oleh petugas keamanan sehingga tugas jurnalistik terganggu.

Untuk itu, Harry pun meminta maaf kepada para wartawan dan meminta untuk tidak melakukan doorstop di pintu keluar Ruang VIP-Pintu masuk ruang sidang karena khawatir terjadi kericuhan lagi.

Dirinya mempersilakan para wartawan untuk kembali melakukan doorstop kepada Menkeu seusai sidang, namun hanya bisa dilakukan di pintu keluar lantai 1 Gedung Nusantara II DPR RI. "Kalau mau doorstop silakan, tapi tidak di sini, di bawah saja," ujarnya menenangkan wartawan yang bersitegang dengan petugas keamanan.

Sebelumnya, dirinya menjanjikan bahwa Menkeu akan menggelar konferensi pers di kantornya seusai Rapat Paripurna ini. Namun, hal tersebut dibatalkan karena Menkeu harus menghadiri sebuah rapat di luar usai sidang.

Selain itu, Menkeu juga masih harus menunggu statement resmi dari Presiden SBY yang baru akan dilaksanakan pada malam ini. "Tidak jadi konferensi pers hari ini, karena Ibu ada rapat di luar seusai paripurna, mungkin besok," tandas Harry.

Rapat Paripurna hari ini semestinya dimulai pada pukul 09.00 WIB, namun ternyata diundur menjadi pukul 10.00 WIB dan baru resmi dibuka pada pukul 11.00 WIB. Adapun rencananya dalam rapat ini akan membahas sejumlah agenda salah satunya tentang pandangan akhir pemerintah dalam RUU pertanggungjawaban APBN 2008. (ade)

Sidang Paripurna Ricuh
Menkeu: Jangan Didramatisir!
Rabu, 3 Maret 2010 - 09:52 wib TEXT SIZE : Andina Meryani - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Heru Haryono/Okezone.com JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai apa yang terjadi saat Sidang Paripurna Hak Angket Panitia Khusus Bank Century kemarin yang berakhir ricuh tidak perlu terlalu didramatisir.

Menurutnya, apa yang terjadi kemarin tidak perlu dikhawatirkan bagi perekonomian Indonesia karena setiap pimpinan di legislatif maupun eksekutif sama-sama memiliki tanggung jawab untuk menjaga perekonomian dan kepentingan yang lebih besar dibanding sekadar meributkan kasus Bank Century tersebut.

"Saya rasa pasti ada solusinya, enggak perlu didramatisir," ujarnya seusai Rapat Koordinasi tentang Ketahanan Pangan, di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (3/3/2010).

Hari ini dirinya terlihat cerah dibalut dengan dress putih motif bunga-bunga tosca meninggalkan kantor Menko lebih dahulu sebelum yang rapat usai.

Ketika ditanya wartawan, apakah hari ini dirinya akan menyempatkan diri menonton siaran langsung Sidang Paripurna lagi, dirinya mengaku tidak akan menonton siaran langsung karena kesibukannya. "Enggak (nonton), saya banyak tamu dan banyak kerjaan," tandasnya sambil lalu.(ade)


Menkeu: Hari Ini Media Massa Memperhatikan Saya
Selasa, 2 Maret 2010 - 14:31 wib TEXT SIZE : Andina Meryani - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. (Foto: Koran SI) JAKARTA - Di tengah kekisruhan Sidang Paripurna DPR Panitia Khusus Hak Angket Bank Century yang berlangsung hari ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku tidak stres menjelang keputusan penentuan tersebut.

Diakuinya, kasus Bank Century yang terus bergulir menjadi bola panas menyita perhatian masyarakat dan media massa di Indonesia di mana sepanjang hari ini dirinya terus menjadi sorotan media.

"Hari-hari ini media massa dari pagi jam 07.00 WIB itu betul-betul memperhatikan saya terus. Karena di sana (DPR) ada yang membicarakan penyebutan nama dan pertanggungjwaban," ujarnya saat memberikan sambutan di acara Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN), di Aula Prijadi, Ditjen Perbendaharaan, Kementerian Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (2/3/2010).

Namun, dirinya memaklumi jika namanya turut terseret dalam skandal kasus Century ini dan menganggap hal ini merupakan risiko jabatan yang harus ditanggungnya sebagai sebagai Menteri Keuangan dan mantan Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Menurutnya, sebagai Menkeu banyak sekali tanggung jawab yang diembannya, demikian juga dengan kucuran dana talangan yang menuai pro dan kontra karena ditudingkan banyak pihak berasal dari uang negara.

Oleh karena itu, dirinya merasakan ketidakadilan terhadap penilaian kerja Kementerian yang dipimpinnya yaitu manakala menunjukkan keberhasilan namun sulit mendapat pujian begitu juga sebaliknya.

"Kalau ada sesuatu terjadi di APBN, Kementrian Keuangan dianggap yang paling bertanggung jawab. Sebagai menteri, itu tentu saja saya juga. Kalau APBN itu bagus, seharusnya Kementerian Keuangan dipuji walau saya tahu sulit dapatkan pujian. Kalau salah, ya kita disalahkan," tandasnya. (ade)
(rhs)

Hadiri Munas FDPM, Menkeu Tampak Energik
Kamis, 25 Februari 2010 - 11:34 wib TEXT SIZE : Andina Meryani - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Heru Haryono/Okezone.com JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani terlihat segar dan energik ketika menjadi pembicara dalam acara Musyawarah Nasional (Munas) Forum Daerah Penghasil Migas (FDPM) di Hotel JW Marriott, Jakarta, Kamis (25/2/2010).

Bahkan tidak jarang dirinya mengeluarkan guyonan-guyonan segar di depan Gubernur, Bupati, dan Walikota serta unsur-unsur dinas terkait dari daerah-daerah penghasil migas seluruh Indonesia.

Dengan dibalut dress berwarna hijau lumut dirinya terlihat sering mengeluarkan joke dan tersenyum. Sepertinya beban kasus Bank Century tidak menjadi beban lagi buat dirinya sehingga dirinya terlihat lepas hari ini.

Salah satunya ketika dirinya berbicara tentang masalah tanggungan pemerintah kepada pemerintah daerah terkait Dana Bagi Hasil (DBH) Migas sekira Rp3,8 triliun. "Kayaknya Menkeu jarang berterima kasih kepada daerah penghasil migas," cetusnya.

Selain itu, dirinya pun berbicara tentang istilah keluarnya minyak dari sumur eksplorasi migas. "Itu kalau keluar dari bawah itu kan muncrat ya bukan mancur? Itu bahasa Jawa," ujarnya yang disambut tepuk tangan hangat dari para hadirin.

Seusai acara ketika ditanya Wartawan mengapa dirinya terlihat sangat fresh hari ini. "Iya ini meghibur Pak Alex, saya masih utang (DBH) sekira Rp5 triliun, banyak benar yang mesti kita bayar," tandasnya sambil tersenyum.(ade)

Sri Mulyani Mengeluh ke Wartawan Soal APBN
Senin, 22 Februari 2010 - 09:52 wib TEXT SIZE : Widi Agustian - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Heru Haryono/Okezone.com JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengeluhkan dirinya merasa kesulitan berkomunikasi dengan wartawan dalam rangka menyampaikan subtansial mengenai APBN 2010. Pasalnya, wartawan kerap menanyakan hal tersebut setiap hari, sementara APBN diperuntukkan satu tahun ke depan.

"Itu yang membuat saya sulit berkomunikasi dengan teman-teman wartawan dengan saya sebagai Menkeu. Memang harga minyak naik turun, kurs juga bergerak terus, dan wartawan menanyakan setiap hari. Kalau tidak ke saya, wartawan, eselon I, Anggito, Ani, Thomas, Tjiptardjo," katanya dalam sambutannya saat acara talkshow bertajuk Membedah APBN 2010, di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (22/2/2010).

Walau demikian, dia menjelaskan bila hal tersebut memang pertanyaan yang bagus. "Itu pernyataan yang bagus. APBN dihadapkan untuk satu tahun, tapi APBN tersebut ditetapkan satu tahun sebelumnya dan dihadapkan pada situasi ekonomi global yang dinamis," papar dia.

Dia melanjutkan, acara Talkshow ini merupakan forum yang penting bagi wartawan. Di mana agenda ini baru pertama kali diadakan di lingkungan Kementerian Keuangan.

"Bagi teman wartawan ini forum yang penting, karena ini sosisalisasi, edukasi dan akuntabilitas dari kita, Depkeu, yang langsung dan tidak langsung dari unit dan pejabatnya sangat berpengaruh terhadap kesetabilan APBN ini," jelasnya.

Menurutnya, APBN haruslah disusun dengan baik. Karena dengan APBN yang bagus, maka proses pembangunan dan pertumbuhan ekonomi juga akan menjadi kondusif.

"APBN yang bagus akan menjadi sumber pengelolaan keuangan yang bagus. Alhamdulillah, APBN kita usahakan untuk kita kelola untuk menjadi instrumen yang efektif, instrumen APBN bisa dimaksimalkan, dari segi pembiayaan dan penerimaan," tukasnya.
(ade)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar