Sabtu, 24 Oktober 2009

Meretas Jalan Jadi Presiden

Meretas Jalan Jadi Presiden

Minggu, 25 Oktober 2009 | 02:46 WIB

Qory Sandioriva sebenarnya punya cita-cita yang lazim sebagaimana banyak kaum muda yang menggebu-gebu. Hal yang membuatnya berbeda, pengagum bintang Hollywood Nicholas Cage ini telah jauh-jauh hari meretas jalan untuk menggapai cita-citanya.

Pilihannya menimba ilmu di Jurusan Sastra Perancis Universitas Indonesia adalah langkah awal mewujudkan keinginannya kelak menjadi diplomat. ”Saya juga ambil kursus piano klasik dan olah vokal. Sekarang ambil yang klasik karena sebelumnya sudah jazz dan pop,” tutur Qory. Kursus itu satu episode dalam hidupnya untuk meraih cita-citanya sebagai pemain musik dan penyanyi andal.

Tentu cita-cita berikutnya yang paling menarik. ”Saya ingin jadi presiden!” kata Qory begitu serius. Kedengarannya begitu kekanak-kanakan, bukan? Tetapi, sekali lagi, Qory amat serius dalam soal ini.

Begini. Sejak tahun lalu, perempuan berdarah Sunda-Gayo ini secara resmi menjadi anggota generasi muda sebuah parpol besar. Keanggotaannya itu mengikuti jejak kakeknya, Prof Mohammad Rizal, yang pernah menjadi anggota DPR serta ibunya, Hj Fariawati, yang sampai kini masih menjadi fungsionaris di partai politik yang dimasuki Qory.

Jalan mewujudkan cita-citanya untuk kelak menjadi presiden sudah ia rintis melalui partai politik. Kalau ketiga cita-cita itu tercapai? ”Amin!” kata Qory lugas dan tambah serius.

”Saya memang selalu serius, tetapi kalau bercanda bisa gila banget he-he-he,” ujar Qory seolah menyadari karakter seriusnya telah membuat lawan bicaranya kehilangan celah untuk bersenda gurau.

Soal pilihannya belajar sastra Perancis itu, Qory melihat Perancis adalah contoh negeri di mana kehidupan kesenian benar-benar mendapat tempat di hati negara dan warganya. ”Saya ingin belajar dari Perancis bagaimana mereka menghargai kesenian,” tekadnya. Soal bahwa kemudian diplomasi bisa dilakukan lewat kebudayaan, Qory memang belum banyak paham. Tetapi, ia tetap bertekad, suatu kali akan mempelajari seni tradisi Indonesia untuk merancang sebuah diplomasi yang lembut. ”Suatu saat saya akan belajar seni tradisi,” ujar dia.

Tak banyak remaja yang mempersiapkan benar jalan hidupnya untuk meraih cita-cita. Qory berbeda. Sejak awal ia sadar benar keterlibatannya dalam kompetisi kecantikan bernama Puteri Indonesia adalah bagian dari rencana besar dalam hidupnya: menjadi presiden! Serius juga, kan? (CAN/NMP)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar