Kamis, 16 Juli 2009

Presiden USA Barack Obama dengan Piplres Indonesia 2009

PKS: Semua Juga Dekat dengan AS
Rafiqa Qurrata A'yun
Tifatul Sembirin(inilah.com /Raya Abdullah)
INILAH.COM, Jakarta - Kemenangan SBY dalam pilpres 2009 membuat Presiden AS Barack Obama terkesan. Kubu SBY menyebut ada kedekatan personal antara SBY dengan Obama. Sesungguhnya, seperti apa hubungan SBY dengan Obama?
"Ya seperti SBY dengan Obama. Seperti begitu saja, hubungan pemimpin dua negara besar. Amerika itu semua orang juga berhubungan," kata Presiden PKS Tifatul Sembiring kepada INILAH.COM di Jakarta, Kamis (16/7).
"Kedekatan apa sih? Amerika kan jauh dari sini, 27 jam lho," kelakar pria yang juga Wakil Ketua Dewan Pengarah Timkamnas SBY-Boediono ini.
Bagi Tifatul, ucapan selamat dari Obama bukan hal aneh karena sejumlah pemimpin negara juga juga memberi ucapan atas kemenangan SBY yang ditunjukkan dari hasil quick count.
Sebelumnya, Ketua FPPP Lukman Hakiem Saefuddin menyebut ucapan selamat dari Obama kepada SBY menandakan keduanya mempunyai hubungan kedekatan secara personal.
"Ucapan itu adalah bentuk persahabatan yang baik di antara keduanya. Itu artinya mereka berdua mempunyai hubungan kedekatan secara personal," ujar Lukman. [fiq/ana]
16/07/2009 - 09:58

PKS Tak Khawatir SBY-AS Akrab
Rafiqa Qurrata A'yun
Tifatul Sembiring(inilah.com /Dokumen)
INILAH.COM, Jakarta - Ucapan selamat dari Presiden AS Barack Obama kepada SBY disebut-sebut menandakan kedekatan spesial antara SBY dengan Negeri Paman Sam itu. Namun PKS tidak khawatir kedekatan itu akan mempengaruhi sikap SBY pada perjuangan negara-negara Islam di Timur Tengah.
"Saya kira itu tidak ada masalah. Ya itu ucapan selamat saja kok, wajar-wajar saja. Waktu Obama menang juga SBY ngasih selamat," kata Presiden PKS Tifatul Sembiring kepada INILAH.COM di Jakarta, Kamis (16/7).
Tifatul membantah ucapan selamat itu terlalu dini dan menunjukkan adanya intervensi asing dalam pilpres di Indonesia. Bagi Tifatul, ucapan selamat itu biasa saja dalam diplomasi.
"Yang memberi selamat ke SBY juga bukan hanya Obama, tapi juga pemimpin-pemimpin seluruh dunia. Presiden Palestina Mahmoud Abbas saja ngasih selamat kok. Saya rasa ucapan selamat adalah hal-hal yang lumrah dalam hubungan antar negara," imbuhnya.
Meski Bawaslu masih memproses berbagai kasus dugaan kecurangan, namun Obama menyebut Pilpres 8 Juli lalu sebagai pilpres yang bebas dan fair. Tifatul menilai pernyataan itu wajar karena Obama tidak tahu persis situasi di Indonesia.
"Ya kan tidak semua orang tahu situasi di Indonesia. Mereka tidak tahu banyak apa yang di sini," ujarnya. [fiq/ana]
15/07/2009 - 19:18

Pram: Selamat Obama Too Early
Abdullah Mubarok
Pramono Anung(inilah.com/ Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta - Ucapan selamat Presiden Amerika Serikat Barack Obama atas kemenangan sementara capres SBY boleh-boleh saja dilakukan. Namun, seyogyanya presiden kulit hitam pertama AS itu juga harus menunggu perhitungan resmi KPU selesai.
"Proses politik sedang berjalan sehingga ucapan resmi dilakukan setelahnya. Too early-lah kalau sekarang," kata Sekjen PDIP Pramono Anung usai rakernas VI PDIP di kantor DPP PDIP, Jakarta, Rabu (15/7).
Dijelaskan Pram, proses pelaksanaan pemilu di negeri Paman Sam dengan Indonesia berbeda. AS sudah mengunakan teknologi komputer secara maksimal.
"Di sana sudah computerize hari itu selesai bisa langsung diketahui. Kita kan manual. Ada satu kabupaten di papua yang belum pemungutan," pungkasnya. [bar/jib]
15/07/2009 - 16:16

Gerindra: Selamat Obama ke SBY Skenario
Mevi Linawati
Fadli Zon
INILAH.COM, Jakarta - Meski melalui keterangan terulis Gedung Putih, Presiden AS Barack Hussein Obama menyampaikan selamat atas kemenangan sementara SBY. Namun ucapan tersebut dianggap skenario dari tim kampanye nasional SBY-Boediono.
"Saya yakin ada usaha-usaha pro aktif dari tim kampanye nasional SBY-Boediono untuk mendapatkan ucapan selamat dari mana-mana," ujar Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon usai diskusi 'Kecurangan Pilpres 2009', di Jakarta, Rabu (15/7).
Fadli yang juga Sekretaris Umum timkamnas Mega-Prabowo ini sangat menyayangkan ucapan selamat tersebut. Karena, menurutnya hal itu terlalu dini untuk diberikan. "Prosesnya kan belum selesai (KPU). Mereka harus tau apa yang terjadi sebelum menyampaikan ucapan selamat," imbuh Fadli.
Dicontohkan dia, kejadian serupa terjadi ketika konferensi G-8. "Di konferensi G-8 itu tim sukses SBY ada usaha supaya Obama menelepon SBY," tandas Fadli.
Hari ini atau Selasa 14 Juli waktu AS, Obama memberikan pernyataan selamat untuk SBY yang dirilis oleh Gedung Putih. "Rakyat Indonesia telah menggelar suatu pemilihan umum yang bebas dan fair pada 8 Juli dan Presiden Yudhoyono telah memenangkan pemilu itu dengan sangat mengesankan," ucap Obama dalam keterangan tertulis tersebut. [jib]

Politik


var share_show = ['twitter', 'google', 'facebook'];
var share_icon_path = '/images/icons/';



15/07/2009 - 16:12

'Ucapan Selamat Obama Tak Istimewa'
Bachtiar Effendi(inilah.com/ Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta - Ucapan selamat Presiden Amerika Serikat Barack Obama atas terpilihnya kembali SBY sebagai Presiden Indonesia merupakan hal yang lumrah dalam dunia politik diplomasi. Ucapan selamat tersebut dinilai tidak memiliki implikasi apa-apa.
"Saya tidak melihat ada sesuatu yang istimewa dari ucapan selamat Presiden Barack Obama kepada SBY. Siapa pun yang terpilih sebagai presiden akan mendapat ucapan selamat dan menurut saya tidak ada implikasi apa-apa, tidak ada tindakan lanjutan," kata pengamat politik dari Universitas Indonesia Dr Bachtiar Effendi di Jakarta, Rabu (15/7).
Bachtiar Effendi, mengatakan justru menjadi hal yang aneh jika negara-negara tetangga dan sekutunya belum mengucapkan selamat kepada SBY sebagai presiden terpilih periode kedua.
Mengenai proses yang belum final, dia mengatakan, tidak mungkin Amerika Serikat harus menunggu hingga akhir Juli baru menyampaikan ucapan selamat kepada presiden terpilih.
"Saya tahu bahwa prosesnya belum selesai. Masih menunggu beberapa waktu lagi, tetapi dengan indikasi yang ada baik melalui penghitungan cepat maupun manual rasa-rasanya hasilnya tidak berbeda dratis," ujarnya.
Kalaupun hasil akhir penghitungan suara yang nantinya dilakukan KPU mengalami perubahan angka, dia yakin pasangan SBY-Budiono masih tetap memperoleh dukungan di atas 50 persen suara.
Barack Obama pada Selasa waktu AS, mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden Indonesia pekan lalu dan menyatakan keinginan agar hubungan kedua negara bertambah kuat.
"Rakyat Indonesia mengadakan pemilihan yang berlangsung bebas dan jujur pada 8 Juli dan Presiden Yudhoyono telah menang dengan mengesankan," kata Obama dalama satu pernyataan yang disiarkan Gedung Putih.
"Saya sampaikan ucapan selamat secara pribadi kepada Presiden Yudhoyono dan menjelaskan keinginan Amerika untuk bekerja sama dengannya pada tahun-tahun mendatang, membangun hubungan lebih kuat antara kedua negara," kata Obama yang menghabiskan masa kecilnya di Indonesia. [*/ana]
15/07/2009 - 15:11

PD: Ucapan Selamat Obama Biasa Saja
Windi Widia Ningsih
Marzuki Alie(inilah.com/ Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta - Kemenangan SBY sebagai pemenang pilpres diakui oleh Presiden AS Barack Obama melalui pernyataan yang dirilis Gedung Putih. Bagi Partai Demokrat, tidak ada yang salah dengan ucapan selamat dari Obama.
"Sebagai negara sahabat boleh-boleh saja kan memberikan ucapan selamat. Nggak ada masalah kok. Kalau di luar negeri mengadakan pemilu, kita juga mengucapkan selamat kepada pemenang itu kan biasa nggak ada yang luar biasa," kata Sekjen Partai Demokrat Marzuki Alie kepada INILAH.COM di Gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu (15/7).
Meski penghitungan suara yang dilakukan KPU belum selesai, Marzuki menilai ucapan selamat dari Obama sah-sah saja.
"Ya, mereka kan boleh-boleh saja. Mereka kan berdasarkan tinjauan, sebenarnya quick count itu telah membuktikan tidak pernah meleset. Obama itu sudah negara ke berapa, negara yang ke-9 atau yang ke-10. Sebelumnya negara-negara di sekitar ASEAN sudah mengucapkan selamat," jelas Marzuki. [fiq/ana]
15/07/2009 - 15:10

PDIP Ragukan Selamat Obama ke SBY
Vina Nurul Iklima
Ganjar Pranowo(Dok/Pribadi)
INILAH.COM, Jakarta - PDIP meragukan ucapan selamat Presiden AS Barack Obama ke SBY langsung dari mulut Obama. Jadi sebaiknya SBY menahan diri untuk menanggapi ucapan selamat tersebut.
"Saya sih melihatnya apa benar Obama menyampaikan, yang kedua bagaimana proses menyampaikannya itu. Apakah itu menjadi inisiatif dari Obama, atau ada komunikasi sebelumnya dengan orang lain, terus tiba-tiba by the way, mengucapkan," kata Sekretaris FPDIP Ganjar Pranowo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7).
Dia pun memberi contoh saat JK dan SBY berkomunikasi telepon beberapa saat lalu. Ganjar meragukan saat itu JK benar-benar mengucapkan selamat kepada SBY atas keunggulan perolehan suara SBY berdasarkan hasil quick count.
"Saya juga melihat ucapan dari Pak JK itu kan bukan dari Pak JK-nya, tapi ternyata Pak JK ditelepon balik dan dengan tidak enak mengucapkan juga," ungkapnya.
Meski tak melihat adanya indikasi AS mengintervensi RI, Ganjar berharap apa yang disampaikan Obama tidak menimbulkan konflik politik. Yang penting, harus diketahui apakah ucapan itu memang inisiatif dari Obama.
"Ucapan itu inisiatornya siapa? Sebaiknya ditunda dulu tanggapan soal ucapan itu, karena kan hasil rekapitulasi KPU kan juga belum keluar. Kalau inisiatornya itu Obama, berarti kan dia perhatian sama SBY, ada perhatian ya berarti mereka dekat," tandasnya. [ikl/fiq]
15/07/2009 - 14:48

Dino: Ucapan Langsung Obama Menyusul
Barack Obama(Istimewa)
INILAH.COM, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Barack Obama sudah memberi ucapan selamat kepada SBY atas kemenangannya pada Pilpres 2009 melalui pernyataan resmi yang dilansir oleh Gedung Putih. Menurut Jubir Presiden Dino Pati Djalal, ucapan selamat secara langsung akan menyusul setelah rilis.
"Presiden Obama mengucapkan selamat kepada Yudhoyono melalui pernyataan pers khusus yang dikeluarkan oleh Gedung Putih. Sampai saat ini belum ada ucapan selamat secara langsung melalui komunikasi telefon antara Obama dan Yudhoyono," tutur Dino di Jakarta, Rabu (15/7).
Meski demikian, Dino menyakini Obama pasti akan mengucapkan selamat kepada Yudhoyono melalui telefon menyusul pernyataan pers tersebut. Dikatakan Dino, saat ini sudah ada pihak dari Gedung Putih yang menghubungi Indonesia untuk maksud tersebut.
"Kita masih menantikan ucapan selamat secara langsung dari Obama," ujarnya.
Dino menyebut ucapan selamat dari Obama melalui pernyataan pers itu sebagai ucapan selamat gaya baru yang justru menunjukkan perhatian besar Amerika Serikat kepada Indonesia.
"Ucapan selamat ini disampaikan secara luas kepada publik, bukan hanya hubungan pribadi melalui telefon. Ini menunjukkan perhatian besar kepada Indonesia," jelasnya.
Dalam pernyataan pers yang dikeluarkan Gedung Putih, Obama menilai kemenangan Yudhoyono sangat mengesankan pada Pemilu Presiden yang digelar Indonesia 8 Juli 2009.
Selain mengucapkan selamat secara pribadi, Obama menyampaikan harapannya dengan terpilihnya kembali SBY untuk memimpin Indonesia selama lima tahun mendatang, hubungan kerja sama antara Indonesia dan Amerika Serikat dapat lebih dipererat.
Ia juga memuji kekuatan dinamisme demokrasi di Indonesia yang ditandai oleh tingginya partisipasi pemilih dan keterlibatan organisasi sipil serta pemberitaan media massa selama proses pemilu.
Obama menilai Indonesia semakin berperan besar dalam mempromosikan demokrasi, kekuatan sipil, serta perdamaian, tidak hanya di lingkungan Asia namun juga di tingkat dunia. [*/ana]
15/07/2009 - 13:46

'Obama-SBY Punya Kedekatan Personal'
Vina Nurul Iklima
Barack Obama-SBY(Istimewa)
INILAH.COM, Jakarta - Ucapan selamat dari Presiden AS kepada SBY sebagai presiden terpilih, dianggap sebagai ucapan secara personal. Obama dan SBY punya hubungan persahabatan.
"Ucapan itu adalah bentuk persahabatan yang baik diantara keduanya. Itu artinya mereka berdua mempunyai hubungan kedekatan secara personal," kata Ketua FPPP Lukman Hakiem Saefuddin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7).
Anggota Komisi III DPR ini mengatakan, meski belum ada pernyataan resmi bahwa SBY sebagai presiden terpilih, itu hal yang positif saja. Toh publik juga sudah banyak yang memahami bahwa SBY pemenang pilpres.
"Itu ucapan secara informal saja. Toh kan KPU juga belum meresmikan hasil rekapitulasi secara resmi," ungkapnya.
Lukman tidak sependapat, bila ucapan tersebut mengisyaratkan bahwa AS mengintervensi demokrasi RI. "Tidak sama sekali intervensi saya kira, ini kan hanya hubungan personal saja," tuutpnya. [ikl/ana]
15/07/2009 - 12:14

Lobi Obama, Kubu SBY Dituding Tak Pede
Rafiqa Qurrata A'yun
SBY-Obama
INILAH.COM, Jakarta - Kubu SBY dikabarkan melobi Gedung Putih agar Presiden AS Barack Obama berkenan menelepon SBY untuk memberi ucapan selamat atas kemenangannya dalam pilpres 2009. Hal itu dinilai sebagai bentuk ketidakpercayaan diri kubu SBY.
"Kalau benar informasi itu bahwa ada lobi untuk meminta dukungan, meminta pengakuan dari pemerintah AS, itu menunjukkan ada ketidakpercayaan diri dari pihak SBY sehingga harus minta dukungan dengan cara seperti itu," kata anggota Komisi I DPR dari FPDIP Andreas Pareira kepada INILAH.COM di Jakarta, Rabu (15/7).
Andreas juga menuding ada ketidakwajaran dalam pilpres dan menyayangkan aksi meminta pengakuan atas kemenangan yang belum resmi itu. Lagipula, lanjut dia, ucapan selamat harusnya diberikan tulus dan spontan.
"Kalau memang Obama memberikan ucapan selamat, tentu alamiah saja, spontan, bukan karena hasil lobi. Dalam diplomasi, sikap seperti itu menunjukkan kita tidak ada kepercayaan diri," ujarnya.
Dia pun khawatir cara-cara yang digunakan kubu SBY membuat posisi Indonesia menjadi rendah di mata asing. "Ke depannya, proses seperti ini membuat posisi Indonesia yang secara tidak langsung menggantungkan diri dengan kepentingan asing, dalam hal ini AS," urainya. [fiq/ana]
15/07/2009 - 12:04

PDIP Tuding Obama Dikibuli Kedubes AS
Rafiqa Qurrata A'yun
Andreas Pareira
INILAH.COM, Jakarta - Presiden AS Barack Obama memberi ucapan selamat pada SBY sebagai pemenang pilpres yang mengesankan serta menyebut pilpres di Indonesia sudah berlangsung bebas dan fair. Padahal Bawaslu masih memproses banyak kasus kecurangan dalam pilpres 8 Juli lalu.
"Obama tidak tahu persis persoalan yang berkembang di sini. Kita sangat menyayangkan. Seharusnya Kedubes AS memberi informasi yang benar tentang gambaran situasi politik yang konkret di Indonesia," kata anggota Komisi I DPR dari FPDIP Andreas Pareira kepada INILAH.COM di Jakarta, Rabu (15/7).
Menurut Andreas, seharusnya Kedubes AS di Indonesia memberi informasi yang jelas kepada Obama sehingga tidak ada klaim sepihak tentang hasil pilpres yang belum jelas.
"Pihak pemerintah AS tidak bisa memberi klaim sepihak tentang kelangsungan pemilu. Apalagi dengan mengklaim pemilu Indonesia berjalan dengan bebas dan fair. Ada dukungan yang tidak seharusnya yang dilakukan oleh pemerintah AS, dalam hal ini adalah Obama," urainya.
Sehari sesudah berlangsungnya Pilpres lalu, Kedutaan Besar AS mengeluarkan pernyataan selamat dari Duta Besar Cameron R Hume kepada SBY.
"Kami mengucapkan selamat kepada Pemerintah dan Rakyat Indonesia atas terselenggaranya pemilu presiden secara tertib dan damai. Pemilu presiden ini sekali lagi menunjukkan komitmen masyarakat Indonesia terhadap demokrasi mereka yang dinamis. Kami juga mengucapkan selamat kepada Presiden Yudhoyono atas kemenangannya yang semakin nyata dan kami berharap dapat lebih memperkuat hubungan antara kedua negara kita," kata Hume. [fiq/ana]
15/07/2009 - 11:58

SBY Belum Terima Langsung Ucapan Obama
Raden Trimutia Hatta
Achmad Mubarok(inilah.com /Raya Abdullah)
INILAH.COM, Jakarta - Gedung Putih telah merilis ucapan selamat Presiden AS Barack Obama kepada SBY yang unggul sementara dalam Pilpres 2009. Namun ternyata, Obama tidak menelepon SBY untuk mengucapkannya secara langsung, padahal SBY tengah menantikannya.
"Kita juga ucapkan terima kasih kepada Obama, dengan adanya ucapan itu artinya ada penghargaan dari dunia internasional terhadap pemilu di Indonesia," ujar Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Achmad Mubarok kepada INILAH.COM, Jakarta, Rabu (15/7).
Mubarok mengatakan, pihaknya baru mengetahui bila Obama ternyata telah memberikan selamat ke SBY melalui media massa. Karena sampai saat ini, belum sekalipun Obama menghubungi SBY untuk mengucapkan selamat secara langsung.
"Sampai tadi malam sih saya bersama-sama dengan PAK SBY tidak ada pembicaraan soal Obama mengucapkan selamat langsung ke SBY. Artinya memang belum dihubungi," ungkapnya.
Sebelumnya, orang nomor satu di AS itu mengatakan dirinya terkesan dengan kemenangan kembali SBY pada Pilpres 8 Juli lalu. "Rakyat Indonesia telah menggelar suatu pemilihan umum yang bebas dan fair pada 8 Juli dan Presiden Yudhoyono telah memenangkan pemilu itu dengan sangat mengesankan," kata Obama dalam pernyataannya yang dirilis oleh Gedung Putih pada Rabu (14/7). [mut]
15/07/2009 - 11:39

PDIP: Obama Intervensi Pilpres RI
Rafiqa Qurrata A'yun
Andreas Pareira
INILAH.COM, Jakarta - Siapa pemenang pilpres 2009 belum ditetapkan secara resmi oleh KPU, dugaan kecurangan pun masih membayangi. Namun Presiden AS Barack Obama sudah memberi selamat kepada SBY. Ada apa gerangan?
"Jelas-jelas apa yang kita duga, ada keterlibatan asing dalam proses pemilu di Indonesia. Secara tidak langsung menunjukkan kepentingan asing dalam proses pemilu untuk memenangkan kandidat tertentu, dalam hal ini adalah SBY," kata anggota Komisi I DPR dari FPDIP Andreas Pareira kepada INILAH.COM di Jakarta, Rabu (14/7).
Andreas menyayangkan ucapan selamat dari Obama yang dinilainya tidak tepat. Dia menduga kepentingan ekonomi menjadi latar belakang intervensi AS yang kini masih mengalami krisis finansial yang parah.
"Secara politis, AS punya kepentingan ekonomi dengan Indonesia," cetus Andreas.
Hari ini atau Selasa 14 Juli waktu AS, Obama memberikan pernyataan selamat untuk SBY yang dirilis oleh Gedung Putih. "Rakyat Indonesia telah menggelar suatu pemilihan umum yang bebas dan fair pada 8 Juli dan Presiden Yudhoyono telah memenangkan pemilu itu dengan sangat mengesankan," ucap Obama dalam keterangan tertulis tersebut. [fiq/ana]
15/07/2009 - 10:47

PD: SBY Kalahkan Kedahsyatan Obama
Raden Trimutia Hatta
Achmad Mubarok(inilah.com /Raya Abdullah)
INILAH.COM, Jakarta - Setelah dilobi oleh kubu SBY, akhirnya Presiden AS Barack Obama memberikan selamat atas kemenangan sementara SBY pada Pilpres 2009 dan mengaku terkesan dengan terpilih kembalinya SBY. Demokrat menilai, Obama terkesan karena kalah dahsyat dari SBY.
"Obama itu terkesan karena SBY lebih dahsyat darinya. Obama hanya melawan satu kandidat, suaranya tidak mencapai 60%. Tapi SBY yang melawan dua kandidat bisa mendapat suara lebih 60%," ujar Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Achmad Mubarok kepada INILAH.COM, Jakarta, Rabu (15/7).
Mubarok mengatakan, fenomena kemenangan Obama pada pilpres di Amerika dan SBY di pilpresw Indonesia memiliki kesamaan. Yakni, keduanya sama-sama menggunakan soft power dalam melakukan setiap pendekatan politik.
"Soal pernyataan Obama yang bilang pemilu Indonesia berjalan dengan bebas dan fair, itu secara tidak langsung melgitimasikan bahwa dunia mengakuinya. Yang bilang pemilu tidak fair itu kan hanya Prabowo saja yang bilang tidak pemilu Indonesia memenuhi standar internasional, padahal Obama saja mengakuinya," ungkapnya.
Sebelumnya, orang nomor satu di AS itu mengaku terkesan dengan kemenangan kembali SBY pada Pilpres 8 Juli lalu. "Rakyat Indonesia telah menggelar suatu pemilihan umum yang bebas dan fair pada 8 Juli dan Presiden Yudhoyono telah memenangkan pemilu itu dengan sangat mengesankan," kata Obama dalam pernyataannya yang dirilis oleh Gedung Putih pada Rabu (14/7). [mut]
15/07/2009 - 09:23

Beri Selamat, Obama Terkesan SBY Menang
Rafiqa Qurrata A'yun
Barack Obama-Susilo Bambang Yudhoyono(inilah.com)
INILAH.COM, Washington - Meski belum resmi ditetapkan sebagai pemenang pilpres 2009, SBY sudah mendapat ucapan selamat dari Presiden AS, Barack Obama. Orang nomor satu di AS itu mengaku terkesan dengan kemenangan kembali SBY.
"Rakyat Indonesia telah menggelar suatu pemilihan umum yang bebas dan fair pada 8 Juli dan Presiden Yudhoyono telah memenangkan pemilu itu dengan sangat mengesankan," kata Obama dalam pernyataannya yang dirilis oleh Gedung Putih pada Rabu (14/7).
Sebagaimana dilansir dari Kantor Berita AFP, Obama yang pernah menghabiskan masa kecilnya di Jakarta ini pun berharap agar kemenangan SBY menjadikan hubungan AS-Indonesia lebih erat lagi.
"Saya memberikan ucapan selamat secara pribadi kepada Presiden Yudhoyono dan menjelaskan hasrat Amerika untuk bekerjasama dengannya dan rakyat Indonesia pada tahun-tahun mendatang. Kita akan membangun hubungan yang lebih kuat di antara kedua negara," urai Obama.
Sebelumnya, kubu SBY berusaha melobi agar Obama berkenan menelpon SBY guna memberikan ucapan selamat atas kemenangan dalam Pilpres 2009 ini. Sebab, sejumlah pemimpin negara sahabat sudah banyak yang memberi ucapan selamat. [fiq/ton]
14/07/2009 - 09:20

Obama Janji Jaga Israel ke Tokoh Yahudi
Nusantaar HK Mulkan
(Istimewa)
INILAH.COM, Washington - Upaya Amerika Serikat dan Israel selama delapan tahun menuntut konsesi kepada Palestina ternyata tidak membuahkan hasil. Namun, Obama menjanjikan kepada para tokoh Yahudi untuk tetap menjaga Israel.
Hal itu, seperryi dilansir The New York Times, Selasa (14/7), diungkapkan Obama, saat bertemu 16 tokoh Yahudi di gedung Putih, Senin (13/7). Dia menjamin AS akan tetap berkomitmen ikut menjaga keamanan Israel dan meminta mereka memberinya waktu untuk menerapkan taktiknya dalam perdamaian Timur Tengah.
Kepada mereka, Obama meminta Israel dan Palestina mewujudkan langkah nyata untuk mengawali perundingan damai. "Untuk itu dibutuhkan pengorbanan dari kedua pihak," ujarnya.
Sementara salah seorang peserta pertemuan Jeremy Ben-Ami, yang merupakan Direktur Eksekutif J Street, menyebut Obama terkesan lebih mendorong ketimbang merangkul mereka. Obama disebutnya membicarakan aliansi strategis dengan Israel, namun juga meminta Israel menghentikan pembangunan peermukiman di wilayah Palestina.
“Dia sangat rendah hati. Dia tidak hanya membicarakan dirinya sendiri, tapi membawa modal yang akan dibawanya,” kata Ben-Ami.
Pertemuan itu sendiri digelar menyusul kekecewaan kelompok Yahudi AS yang menuding Obama terlalu kritis terhadap hubungan AS-Israel. Dia juga dinilai terlalu lunak terhadap Palestina dan negara-negara Arab. Apalagi, saat berkunjung ke Kairo, Mesir, Obama tidak menyempatkan singgah ke Jerusalem.[nuz]
04/07/2009 - 05:00

Gus Solah Harapkan JK bak Obama
Gus Solah
INILAH.COM, Jombang - Sejarah telah ditorehkan Presiden Amerika Serikat ke-44 Barack Hussein Obama. Karena itu pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, KH Solahudin Wahid mengharapkan sejarah ditorehkan calon presiden Jusuf Kalla.
Menurut pria yang akrab disapa Gus Solah ini, memilih capres tidak hanya karena menang dan kalah. Tapi merupakan langkah menuju 'menjadi Indonesia', terutama capres yang satu-satunya dari luar pulau Jawa.
"Bagi saya, memilih Jusuf Kalla itu penting, salah satunya karena dia berasal dari luar Jawa. Ini penting bagi proses ke-Indonesia-an ke depan, bahwa presiden itu bukan hanya dari suku Jawa," kata Gus Solah di Jombang, Jawa Timur, Rabu (1/7).
Gus Solah sepakat, jika JK terpilih, maka ini sedikit-banyak mengingatkan orang pada fenomena terpilihnya Barack Obama sebagai presiden Amerika Serikat. "Walau tidak persis sekali," ujar adik kandung KH Abdurrahman Wahid ini.
Barack Obama adalah orang kulit hitam pertama yang terpilih sebagai presiden di AS. Ratusan tahun sejarah AS, presiden biasanya berkulit putih.
Ia menjelaskan, selama ini presiden Indonesia didominasi dari pulau Jawa. Dari enam orang presiden yang tercatat dalam sejarah, hanya ada nama Baharuddin Jusuf Habibie yang berasal dari Makassar. Itu pun dia hanya mengawal proses transisi demokrasi, setelah menggantikan Soeharto yang lengser pada Mei 1998.
Jika etnis Jawa mendominasi kursi presiden, posisi wakil presiden justru didominasi etnis non Jawa. Dari 10 wakil presiden Indonesia, 6 di antaranya bukan orang Jawa. Umar Wirahadikusumah berasal dari pulau Jawa, namun ia beretnis Sunda. [beritajatim.com/jib]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar