Jumat, 07 Agustus 2009

W.S. Rendra Telah Tiada

Willibrordus Surendra Btoto, lebih akrab dipanggil Rendra atau WS Rendra, meninggal tadi malam. Semoga amal baiknya diterima Tuhan Yang Maha Esa. Banyak handai tolan merasa kehilangan budayawan dan penyair kondang itu.
Rendra kecil dilahirkan dari bibit seniman, kedua orangtuanya menekuni tari dan drama. Ketika memeluk Islam, nama panjangnya berganti Wahyu Sulaiman Rendra. Julukannya tetap WS Rendra. 'Si Burung Merak' itu pulang ke pangkuan Pemilik dirinya. Lahir: Solo, Jawa Tengah, 9 November 1935 Ayah : R. Cyprianus Sugeng Brotoatmodjo (seniman dan guru di Solo) Ibu: Raden Ayu Catharina Ismadillah (penari keraton Surakarta)
Penyair kenamaan Indonesia ,Willibrordus Surendra Broto Rendra yang populer disebut W.S Rendra dimakamkan Jumat ini di Bengkel TEater miliknya di kawasan Citayam, Depok. Menurut sahabat almarhum sekaligus pengurus Bengkel Teater, Edy Haryono, Rendra meninggal pada pukul 22.00 WIB Kamis malam. "Saya dapat kabar beliau meninggal jam segitu," kata Edy kepada Tempo melalui sambungan telepon. Saat ini, lanjut dia, jenazah telah dibawa ke rumah putrinya, Clara Shinta, di perumahan Pesona Khayangan Depok. Rencananya jenazah akan disemayamkan di kediaman Clara untuk dimandikan, dikafani dan disholatkan. "Pemakaman akan dilakukan besok pagi, kami belum pasti pukul berapa namun segera," ujar Edy. Rendra akan dimakamkan di Bengkel Teater W.S Rendra Citayam, Depok, Jawa Barat.
Edy menceritakan bahwa Si Burung Merak ini memang telah mengalami sakit sejak dua bulan yang lalu. "Dua bulan lalu beliau mulai sakit, saat itu dibawa ke Rumah Sakit Puri Cinere Depok," ujarnya. Tak berapa lama, Rendra dipindahkan ke Ruah Sakit Harapan Kita dan menginap selama 10 hari. Lalu pindah lagi ke Rumah Sakit Mitra Kelapa Gading dan dirawat selama 14 hari. "Pada 4 Agustus kemarin tepat saat Mbah Surip meninggal Rendra minta pulang ke rumah Clara Shinta," ujar Edy. "Malam ini kondisinya kembali memburuk lalu dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok dan meninggal di sana". Bram Makahekum, salah satu seniman sahabat Rendra mengatakan bahwa Rendra memang memiliki riwayat sakit yang cukup panjang. "Dia ada sakit jantung, dan juga ginjal," ujarnya. Willibrordus Surendra Broto Rendra lahir di Solo, Jawa Tengah, 7 November 1935 adalah penyair ternama yang kerap dijuluki sebagai "Burung Merak". Ia mendirikan Bengkel Teater di Yogyakarta pada tahun 1967 dan juga Bengkel Teater Rendra di Depok. Semenjak masa kuliah beliau sudah aktif menulis cerpen dan esai di berbagai majalah.
Rendra adalah anak dari pasangan R. Cyprianus Sugeng Brotoatmodjo dan Raden Ayu Catharina Ismadillah. Ayahnya adalah seorang guru Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa pada sekolah Katolik, Solo, di samping sebagai dramawan tradisional; sedangkan ibunya adalah penari serimpi di keraton Surakarta. Masa kecil hingga remaja Rendra dihabiskannya di kota kelahirannya itu.
Beberapa karya drama Rendra adalah Orang-orang di Tikungan Jalan (1954), Mastodon dan Burung Kondor (1972), erang Troya Tidak Akan Meletus (terjemahan dari karya Jean Giraudoux asli dalam bahasa Prancis: "La Guerre de Troie n'aura pas lieu") dan Panembahan Reso (1986). Sedangkan karya pusinya antara lain Balada Orang-Orang Tercinta (Kumpulan sajak), Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta, Blues untuk Bonnie dan Empat Kumpulan Sajak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar