Jumat, 07 Agustus 2009

Bagi Rendra, Kuasa Itu Mampu Nyamperin Matahari

Jumat, 07/08/2009 15:26 WIB
Bagi Rendra, Kuasa Itu Mampu Nyamperin Matahari
Muchus Budi R. - detikNews

Video Terkait
Tempat Peristirahatan Terakhir WS Rendra
Foto Terkait
Jenazah Rendra Disemayamkan Jakarta - Di tembok dinding rumah Sugiyatno, sahabat WS Rendra di Solo, terdapat sebuah kanvas putih ukuran sedang. Di atas kanvas terdapat tulisan tangan Rendra. Tulisan itu adalah penerjemahan Rendra terhadap satu kata, 'kuasa'.

Sugiyatno memang cukup dekat dengan Rendra dan juga sejumlah tokoh maupun seniman lainnya. Rendra bahkan terhitung sangat akrab dan sering datang ke rumah Sugiyatno di Kampung Begalon, Solo, jika sang seniman besar itu datang ke Solo.

"Pada 17 Agustus 2000 saya beliau datang ke rumah, saya sodorkan kepadanya sebuah kanvas kosong dan sebuah spidol. Kepada beliau saya katakan, 'Mas, tolong tuliskan pendapat Mas Willy tentang arti kuasa'. Beliau lalu menulis seperti dalam kanvas tersebut," papar Sugiyatno saat ditemui di rumahnya di Solo, Jumat (7/8/2009).

Dalam kanvas itu tertulis: Hadir dan mengalir. Nyamperin Matahari dari satu sisi. Memandang insan dari segenap jurusan. (tanda tangan Rendra). Untuk Pak Dhe No. 17 Agustus 2000. Pakdhe No adalah sapaan akrab para seniman di Solo terhadap Sugiyatno.

Di sebelah kanvas dengan tulisan oleh WS Rendra tersebut, terdapat kanvas dengan tulisan huruf Arab yang cukup indah berbunyi: 'Bismillahirrahmanirrahim'. Tulisan tersebut adalah hasil coretan tangan KHA Mustofa Bisri, juga ketika 'ditodong' Sugiyatno untuk memberi arti kata 'kuasa'.

Kenangan lain yang diterima Sugiyatno dari Rendra adalah sebuah foto yang gambarnya sudah kelihatan buram karena lawasnya. Foto berbingkai itu menunjukkan sebuah surban yang menurut penjelasan Rendra kepada Sugiyatno adalah surban Nabi Muhammad SAW. Foto itu adalah hadiah Emha Ainun Nadjib kepada Rendra.

Di bagian belakang figura foto terdapat tulisan tangan Rendra berbunyi; Hadiah dari Ainun Nadjib. Terimakasih. Yogya, 19 September 2002. Kemudian saya serahkan kepada Pak Dhe No, karena saya berpendapat Pak Dhe No lebih tekun beribadah daripada saya, dan photo ini akan selalu bisa merangsang inspirasi spiritualnya.

(mbr/djo)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar