Sabtu, 08 Mei 2010

Sri Mulyani, Menkeu RI, Seorang Ekonom Yang Tangguh

Jaringan Mahasiswa Anti Korupsi Tuntut Menkeu Mundur
Senin, 7 September 2009 - 16:55 wib TEXT SIZE :
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Koran SI JAKARTA - Sekira 20 mahasiswa yang tergabung dalam jaringan mahasiswa anti korupsi (Janaksi) melakukan demonstrasi menuntut Menteri Keuangan Sri Mulyani mundur dari jabatannya. Pendesakan mundur ini terkait skandal kasus Bank Century.

Adapun demo tersebut dilakukan di Gedung E Departemen Keuangan, Jalan Dr Wahidin, Jakarta, Senin (7/9/2009).

Koordinator aksi demo Rahman Latuconcina mengatakan kasus skandal Bank Century sangat tidak transparan, di mana belum terang benderang adalah soal jumlah yang sangat besar yakni dana talangan sebesar Rp1,3 triliun menjadi Rp6,7 triliun atas rekomendasi pemerintah dan Bank Indonesia (BI).

Atas alasan itulah, dengan ini jaringan mahasiwa anti korupsi yang terdiri dari Universitas Islam Jakarta, Mercubuana, dan Universitas Bung Karno menuntut tiga hal.

Pertama, mendesak Presiden SBY bersikap tegas, transparan, dan konsisten dalam bank Century. Kemudian mendukung dan mendesak KPK mengusut tuntas bank Century, hingga menuntut Menkeu Sri Mulyani mundur dan bertanggung jawab atas keterlibatannya dalam skandal bank Century.

Kedua, mendesak KPK segera memeriksa Sri Mulyani dan jajaran BI yang terlibat dalam skandal bank Century. Serta ketiga, mendesak polri dan mendukung KPK dalam kasus skandal bank Century.

Akibat aksi demo mahasiswa ini, arus lalu lintas di sekitar lapangan Banteng, tepatnya di sekitar sepanjang jalan Dr Wahidin menuju jalan Gunung Sahari terpantau padat merayap. (Arif Sinaga/Trijaya/ade)

Sri Mulyani Klaim Temui SBY Bahas APBN 2010
Senin, 31 Agustus 2009 - 12:26 wib TEXT SIZE : Amirul Hasan - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Widi Agustian/okezone.com JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pertemuannnya hari ini dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk berkonsultasi bahas APBN 2010.

"Kita konsultasi untuk pembahasan yang sedang berjalan mengenai APBN 2010," ungkap Sri, usai bertemu SBY, di Istana Negara, Jakarta, Senin (31/8/2009).

Saat disinggung apakah pertemuan tersebut membahas masalah PT Bank Century Tbk (BCIC), Sri pun menampik bahwa kasus tersebut sudah dilaporkan. "Enggak...enggak. Sudah dilaporkan," ucapnya.

Di sisi lain, dia tidak mengatakan lebih lanjut apakah Presiden bertanya-tanya soal Century. Menurutnya, semua sudah dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

"Presiden? Tentang Bank Century disampaikan itu semuanya, sudah sesuai aturan dan semuanya sejalan dengan pertimbangan-pertimbangan," tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Plt Menteri Koordinator Perekonomian yang juga Menteri Keuangan Sri Mulyani menghadap Presiden SBY. Belum dapat diketahui agenda yang dibahas dalam pertemuan yang berlangsung tertutup ini. Diduga pertemuan ini membahas kasus Bank Century yang merebak belakangan.

Pertemuan ini pun cenderung tidak lazim. Sri Mulyani yang mengendarai Toyota New Camry warna hitam bernomor polisi RI 12 tiba di Istana pada pukul 10.00 WIB melalui pintu Sekretariat Negara di Jalan Majapahit, Senin (31/8/2009).

Dia pun langsung menuju Wisma Negara yang terletak di antara Istana Merdeka dan Istana Negara.

Dikatakan tidak lazim karena biasanya Presiden SBY menerima menteri atau pejabat negara lainnya di Kantor Presiden atau di Istana Negara. Kendaraan mereka pun biasanya masuk melalui pintu yang berada di Jalan Veteran III.
(ade)

Usai 'Dibombardir' Komisi XI DPR, Menkeu Senyum-Senyum
Kamis, 27 Agustus 2009 - 20:26 wib TEXT SIZE : Candra Setya Santoso - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Koran SI JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati didapati terlihat letih dan hanya tersenyum sekilas seperti ingin melepaskan bebannya. Dia terlihat letih setelah dibombardir banyak pertanyaan oleh Komisi XI DPR mengenai PT Bank Century Tbk (BCIC).

Kejadian tersebut didapati pewarta berita usai Rapat Dengar Pendapat Bersama Menteri Keuangan, Bank Indonesia, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2009).

Tak ayal, tak sepatah kata pun keluar dari mulut mantan Direktur IMF tersebut. Tak heran, dirinya terlihat letih dan capai, ini dikarenakan rapat tersebut sudah diikutinya sejak pukul 11.00 WIB hingga 17.40 WIB.

Selama 'menghadapi' pertanyaan-pertanyaan dari DPR, Sri Mulyani didampingi oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution. Pertanyaan yang diajukan yakni mengenai UU JPSK, hingga kasus Century adalah kesalahan fatal BI. (ade)

Sri Mulyani Sumringah Jadi Wanita Berpengaruh
Kamis, 20 Agustus 2009 - 15:24 wib TEXT SIZE : Ahmad Nabhani - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Koran SI JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani tak banyak mengucap kata saat diminta tanggapannya mengenai masuknya dia ke dalam jajaran The 100 Most Powerful Women 2009 versi Forbes.

Dalam menjawab pertanyaan para pemburu berita mengenai hal itu, mantan Direktur IMF ini lebih banyak melempar senyum sumringah. Bahkan, secara tersirat, dia mengaku tidak ada perubahan dengan masuknya dia dalam daftar 71 wanita paling berpengaruh di dunia ini.

"Memang ada perubahan dengan diri saya?" ujarnya sumringah kepada wartawan, usai pidato pemerintah atas pandangan fraksi-fraksi di DPR atas APBN 2010, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (20/8/2009).

Seperti diberitakan sebelumnya, Sri Mulyani kembali masuk ke dalam daftar 100 wanita paling berpengaruh di dunia untuk tahun ini versi majalah Forbes.

Jika pada tahun lalu dia menempati urutan 23, pada tahun ini dia turun posisi ke nomor urut 71. Dia tepat berada di bawah Angela Ahrendts, chief executive officer Burberry Group Plc di Inggris.

Pada tahun lalu, Sri sempat mengalahkan nama-nama besar seperti Hillary Rodham Clinton (kini Menlu Amerika Serikat), tokoh oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi, dan ratu talkshow dunia Oprah Winfrey. (ade)

Sri Mulyani Masih Berpengaruh di Dunia
Kamis, 20 Agustus 2009 - 11:59 wib TEXT SIZE : Nurfajri Budi Nugroho - Okezone
Sri Mulyani (Foto: Koran SI)
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani kembali masuk ke dalam daftar 100 wanita paling berpengaruh di dunia untuk tahun ini versi majalah Forbes.


Jika pada tahun lalu dia menempati urutan 23, pada tahun ini dia turun posisi ke nomor urut 71. Dia tepat berada di bawah Angela Ahrendts, chief executive officer Burberry Group Plc di Inggris. Pada tahun lalu Sri mengalahkan nama-nama seperti Hillary Rodham Clinton (kini Menlu Amerika Serikat), tokoh oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi, dan ratu talkshow dunia Oprah Winfrey.


Di belakang Sri ada nama-nama seperti Terri Dial (CEO Citigroup, AS), Deirdre Connelly (President GlaxoSmithkline, AS), Johanna Sigurdardottir (Perdana Menteri Islandia), dan Ratu Rania dari Yordania.


Menurut Forbes, yang dikutip Kamis (20/8/2009), dalam bergulat dengan resesi global Sri Mulyani turut mempelopori seruan untuk menggunakan mata uang selain dolar Amerika Serikat dalam perdagangan keuangan di Asia. Dia juga dianggap berhasil dalam pencapaian kesepakatan bilateral swap dengan China, sehingga memungkinkan para importir membayar barang-barang dari China dengan yuan.


Sri dianggap mendukung kampanye Jepang menentang program persenjataan nuklir Korea Utara, juga inisiatif PBB di Afghanistan. Dia dipromosikan menjadi pelaksana tugas menteri koordinator ekonomi pada Juni 2008. Sri dinilai sebagai reformis karena turut memerangi korupsi, mempermudah undang-undang investasi, dan menciptakan insentif pajak.


Sri Mulyani lahir di Bandar Lampung, 26 Agustus 1962. Sebelum masuk ke dalam pemerintahan, dia dikenal sebagai pengamat ekonomi. Pada 5 Desember 2005, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan perombakan kabinet, Sri Mulyani dipindahkan menjadi Menteri Keuangan menggantikan Jusuf Anwar.


Dia dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia untuk tahun 2006 oleh Emerging Markets pada 18 September 2006, di sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura. Sri juga pernah masuk daftar wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007.


Daftar Wanita Berpengaruh versi Forbes bukanlah mengenai selebritas atau popularitas, melainkan mengenai pengaruh tokoh-tokoh yang masuk dalam daftar. Ratu Rania misalnya, mungkin kini merupakan tokoh yang paling didengarkan di Timur Tengah. Terlebih dia memiliki 600.000 pengikut (followers) di Twitter.


Untuk urutan teratas tahun ini ditempati Kanselir Jerman Angela Merkel, posisi kedua diduduki Sheila Bair (CEO Federal Deposit Insurance Corp, AS), sedangkan urutan ketiga diduduki Indra Nooyi (CEO PepsiCo, AS).


Berikut 10 dari 100 daftar perempuan berpengaruh versi Forbes 2009:


1. Angela Merkel (Kanselir Jerman)
2. Sheila Bair (Chairman Federal Deposit Insurance Corp, AS)
3. Indra Nooyi (Chief executive PepsiCo, AS)
4. Cynthia Carroll (Chief executive Anglo American, Inggris)
5. Ho Ching (Chief executive Temasek, Singapura)
6. Irene Rosenfeld (Chief executive Kraft Foods, AS)
7. Ellen Kullman (Chief executive DuPont, AS)
8. Angela Braly (Chief executive WellPoint, AS)
9. Anne Lauvergeon (Chief executive Areva, Prancis)
10. Lynn Elsenhans (Chief executive Sunoco, AS)
(jri)
Akhirnya, Wartawan Kalahkan Menteri Keuangan
Selasa, 18 Agustus 2009 - 18:08 wib TEXT SIZE : Ahmad Nabhani - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Koran SI JAKARTA - Wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Keuangan dan Moneter (Forkem) akhirnya memenangkan pertandingan voli melawan tim Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Kemenangan ini merupakan yang pertama sejak lima tahun berturut-turut mengalami kekalahan. Tak heran jika para wartawan geregetan ingin memenangkan pertandingan. Namun, dari kekalahan itu membuahkan hasil. Pasalnya, strategi yang selama ini dilakukan tim Depkeu, dipelajari lalu diambil titik kelemahannya. Tak pelak hanya dengan tiga kali set wartawan memangkan pertandingan dengan nilai 15-13, 7-15, 15-2.

"Kami bangga ini kali pertamanya wartawan menang," ujar wartawan Radio Trijaya Arif Sinaga dengan wajah penuh kebanggaan kepada okezone, usai lomba tanding voli di Departemen Keuangan, Jakarta, Selasa (18/8/2009).

Sebelum bertanding, Menkeu Sri Mulyani sempat sesumbar, bahwa tim Departemen Keuangan tidak akan kalah. Pasalnya, wartawan dinilai sebagai tim yang selalu kalah sejak 2004.

Bahkan, untuk menyukseskan pertandingan ini, suami Menkeu juga terlihat aktif bermain voli. "Kita tidak bakal kalah karena permainan ini harus dilakukan sportif," tegas Sri Mulyani.

Wanita yang menyandang Finance Minister of the Year For Asia 2008 ini pun menjadi geram karena usahanya berlatih sia-sia. Sri Mulyani pun kembali menantang wartawan Forkem untuk bermain voli lagi.

"Kita adu lagi nanti pas memperingati hari keuangan, kita tantang lagi!" pungkasnya penasaran. (rhs)

Menkeu Tanding Voli Lawan Wartawan
Selasa, 18 Agustus 2009 - 14:16 wib TEXT SIZE : Ahmad Nabhani - Okezone
Foto: Koran SI. JAKARTA - Dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-64, Departemen Keuangan akan mengadakan pertandingan voli bersama para Forum Wartawan Ekonomi dan Moneter (Forkem).

Rencananya, pertandingan voli ini akan melibatkan Menteri Keuangan bersama jajarannya dengan para wartawan. "Menkeu bakal duel dengan para wartawan untuk pertandingan voli," kata Humas Forkem Sofyan, di Jakarta, Selasa (18/8/2009).

Di tengah kesibukannya sebagai pejabat negara, Menteri Keuangan tidak bisa diremehkan dalam pertandingan voli. Pasalnya, Sri Mulyani mantan tim voli Fakultas Ekonomi UI.

Terlebih rekan kerjanya, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu dan Dirjen Perimbangan Keuangan Mardiasmo adalah bintannya voli di Universitas Gajah Mada (UGM).

Rencannya, pertandingan voli versus wartawan akan dimulai pukul 15.00 WIB, di Lapangan Departemen Keuangan.

Sebagai informasi, tahun lalu pertandingan voli bersama wartawan hasilnya selalu seri. Tapi dalam pertandingan ini bukan mencari juara, tapi lebih mendekatkan diri dengan para wartawan sebagai mitra kerja para pejabat Depkeu.(rhs)

Sri Mulyani: Makna Merdeka Adalah Bebas Kemiskinan
Senin, 17 Agustus 2009 - 08:43 wib TEXT SIZE : Ahmad Nabhani - Okezone
Foto: Koran SI. JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani memiliki arti sendiri dalam memaknai kemerdekaan. Menurutnya, kemerdekaan adalah merdeka dari kemiskinan.

"Arti kemerdekaan suatu misi untuk membangun negara merdeka dari kemiskinan, merdeka dari berbagai hal yang mengancam kegiatan rakyat, dan bebas dari hal yang mengurangi kesejahteraan rakyat dan keselamatan rakyat," katanya usai memimpin upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-64, di Gedung Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng Jakarta Pusat, Senin (17/8/2009).

Dia juga menjelaskan, arti kemerdekaan adalah membangun dan bertekad mengisi kemerdekaan dengan kompetensi kepandaian dan ilmu pengetahuan.

Menkeu juga menyinggung keyakinannya sektor BUMN yang bisa meningkatkan pendapatan negara yang lebih besar. Pasalnya tidak hanya BUMN, swasta dan masyarakat pun mampu memberikan kontribusi pendapatan bagi negara dengan meningkatkan kinerja dan perbaikan di segala sektor.

"Dengan meningkatkan kinerja, semua mampu memberikan kontribusi atau sumbangan bagi perekonomian, dan itu yang kita harapkan," ungkapnya. (rhs)

Sri Mulyani: Saya Ini Orang Teraniaya
Rabu, 5 Agustus 2009 - 11:01 wib TEXT SIZE : Widi Agustian - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Koran SI DEPOK - Ada ungkapan mengatakan, doa orang teraniaya lebih didengar oleh Tuhan. Mungkin begitu pula yang saat ini dialami oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, teraniaya. Lho?

Setelah menjabat sebagai menteri keuangan selama lima tahun, Sri menuturkan keadaan perekonomian tidak juga membaik akibat adanya krisis ekonomi. Karena itu, dia mengungkapkan akan berdoa agar perekonomian dapat cepat tumbuh berkembang.

"Saya akan berdoa, dan doa saya ini akan manjur karena saya ini orang teraniaya," ujar wanita yang akrab disapa Ani sembari bergurau saat menjadi keynote speaker sebelum Diskusi Penel bertajuk The New World Order after The Crisis di FE UI, Depok, Rabu (5/8/2009).

Sambil sedikit bercanda, dia mengatakan bahwa orang-orang tidak ada yang percaya jika dirinya dianiaya. "Orang di sini tidak ada yang percaya saya lagi dianiaya, lagi dianiaya oleh ekonomi global yang sedang krisis," katanya sambil tertawa renyah.

Ke depannya, dia menginginkan agar perekonomian Indonesia dapat tumbuh dan berkembang. Karena itu, dia mengharapkan agar seluruh stakeholder perekonomian Indonesia bisa berperan baik dalam mengatasi masalah ekonomi bersama-sama.

"Saya telah menjabat sebagai Menkeu selama lima tahun. Selanjutnya saya ingin melihat ekonomi Indonesia tumbuh dan berkembang," pungkasnya. (ade)

Sri Mulyani: Jadi Menkeu Tak Sepopuler Penyanyi Dangdut
Rabu, 5 Agustus 2009 - 08:36 wib TEXT SIZE : Ahmad Nabhani - Okezone
Sri Mulyani. (Foto: Koran SI) JAKARTA - Tidak seperti biasanya, di mana Menteri Keuangan Sri Mulyani selalu berpidato membahas ekonomi Tanah Air terkini. Pada suatu kesempatan, Sri Mulyani malah curhat ke 10 siswa finalis Olimpiade Membaca APBN 2009 mengenai tidak enaknya menjabat menteri keuangan.

"Anak-anak perlu tahu menjadi menkeu itu tidak happy, harus menyendiri dan sangat tidak populer seperti penyayi dangdut," kata Menkeu Sri Mulyani saat memberikan pidato dalam acara Olimpiade Membaca APBN 2009, di Gedung Depkeu, Selasa (4/8/2009) malam.

Menurutnya, menjadi menteri keuangan harus selektif dalam menghadiri sebuah acara, bahkan terpaksa menjadi sulit ditemui. Hal tersebut dilakukan agar orang tidak terlalu banyak permintaan dan permohonan dari menteri keuangan.

"Kalau menkeu mudah banyak ketemu orang, akan banyak pula minta permohonan turunkan pajak atau kemudahan lainnya," ungkapnya.

Meskipun demikian, dirinya tetap meminta para siswa finalis untuk bisa melanjutkan pendidikan di bidang ekonomi untuk menggantikan dirinya sebagai Menkeu. Pasalnya, hampir seluruh keponakannya tidak ada yang tertarik masuk ekonomi. "Seluruh keponakan saya lebih bangga masuk ITB. Padahal di ITB paling tinggi jadi ketua serikat pekerja suratkabar," tandasnya dengan canda.

Sri juga mengatakan, mengelola anggaran negara tidak ubahnya seperti mengelola anggaran rumah tangga. Namun dalam membelanjakan anggaran negara harus melakukan skala prioritas dan disesuaikan dengan kemampuan dompet negara. Bila tidak cukup memilih opsi pinjaman atau hibah dari luar negeri.

Dirinya juga sangat mengapresiasi meteri pelajar saat ini yang dinilai sangat maju dan progresif memandang dan memahami APBN. Tips yang diberikan yakni perlunya mengasah sensitifitas terhadap angka dalam anggaran, agar bisa menyadari skala prioritas. "Anak-anak saat ini sangat pintar bicara policy, tapi tidak punya sence angka," tuturnya.

Di sela-sela pidatonya, Sri Mulyani pun curhat mengenai kekecewaannya karena perwakilan kota Semarang tidak masuk final. "Walaupun bahagia, tapi tetap kecewa karena kota Semarang tempat saya SMA tidak masuk. Ini anak buah yang tidak sensitif, padahal alumninya menjadi menkeu," tuturnya.

Sebagai informasi, lomba membaca APBN untuk yang ketiga kalinya dilombakan dan di dukung oleh Serikat Pekerja Suratkabar. Dimana dalam lomba tersebut, diikuti tingkat SMA di 10 kota, antara lain Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Manado, Surabaya, Denpasar, Pekanbaru, Palembang, Makassar dan Riau. (rhs)

Reformasi Birokrasi Belum Didukung Aturan di K/L
Rabu, 22 Juli 2009 - 11:17 wib TEXT SIZE : Ahmad Nabhani - Okezone
Foto: Koran SI JAKARTA - Reformasi birokrasi yang digalakkan pemerintah saat ini belum didukung peraturan pendukung di kalangan kementerian atau lembaga (K/L). Pasalnya, banyak peraturan pendukung di kalangan pegawai negeri sipil (PNS) yang tidak mengakomodasi semangat reformasi.

"Peraturan di lingkungan PNS banyak tidak berpihak pada reformasi dan mendiskriminasikan PNS yang memiliki semangat reformasi," ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam pidatonya di Seminar Peningkatan Transparasi dan Akuntabilitas Keuangan Negara, di Gedung BPK, Jakarta, Rabu (22/7/2009).

Selama ini, di lingkungan pegawai negeri sipil masih ada budaya yang menyamakan antara pintar dan bodoh dibayar sama. Hal ini yang harus dibedakan untuk mewujudkan semangat reformasi. Di sisi lain, dia juga menjelaskan sanksi tegas bagi PNS yang tidak disiplin dan tidak reformis sulit dilakukan, karena di Indonesia masih mengenal budaya untuk tidak mempermalukan dan membedakan seseorang, padahal upaya tersebut sangat dibutuhkan dalam organisasi terlebih dalam mewujudkan semangat tersebut.

"Kita selalu mengelu-elukan good governance Singapura, tetapi kita tidak mau menerapkan semangat reformasi atau good governance di negara sendiri," sesalnya.
(css)

Ekonom Mandiri: Sosok Sri Mulyani Tak Tergantikan
Kamis, 16 Juli 2009 - 10:33 wib TEXT SIZE : Ahmad Nabhani - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Koran SI JAKARTA - Figur seorang Sri Mulyani sebagai menteri keuangan dinilai tak tergantikan. Sosoknya yang berhasil membawa perekonomian Indonesia menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya, membuat jabatannya diusulkan untuk dipegang kembali olehnya.

"Saya lebih mengharapkan jabatan Menkeu dipegang kembali oleh Sri Mulyani," kata Kepala Ekonom Bank Mandiri Mirza Adityaswara, kepada wartawan di sela diskusi Membangun Sistem Keuangan yang Tangguh Terhadap Krisis, di Hotel Mid Intercontinental, Jakarta, Kamis (16/7/2009).

Mirza mengusulkan kepada presiden terpilih kalau sosok Sri Mulyani ini merupakan orang yang tepat dalam menjabat posisi ini. Bahkan menurutnya, pencarian figur Sri di kalangan Departemen Keuangan tidaklah mudah. Dirinya melihat, budaya reformasi birokrasi di Depkeu belum seluruhnya menjadi sebuah sistem.

Belum membudayanya reformasi birokrasi di Depkeu menjadi PR berat bagi menkeu yang baru yang hanya bisa dilanjutkan oleh Sri.

Di sisi lain, mengenai jabatan gubernur Bank Indonesia yang kosong, menurutnya tidak perlu dikhawatirkan. Pasalnya, para pelaku pasar sudah mengetahui sepak terjang dua punggawa BI, yakni Deputi Senior Gubernur BI terpilih Darmin Nasution dan Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono.

"Tidak ada dampak signifikan dan kekhawatiran akan kekosongan gubernur BI, karena sistem di BI sendiri sudah berjalan dengan baik," ungkapnya.

Walaupun demikian, dia menyerahkan sepenuhnya penunjukan gubernur BI pada Presiden yang mempunyai hak prerogatif. Namun, terlepas dari itu dia menilai sosok Darmin bisa mengisi kekosongan gubernur BI sebagai pejabat pelaksana sebelum adanya gubernur BI yang ditunjuk langsung oleh presiden. (ade)

Menteri Keuangan Tidak Takut Mengganggur
Minggu, 5 Juli 2009 - 16:39 wib TEXT SIZE : JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengaku tidak takut akan menganggur selepas berakhirnya masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla, Oktober mendatang. Dia mengungkapkan telah menyiapkan segudang rencana untuk mengisi hari-harinya nanti.

"Habitat saya dulu di universitas, kalau tidak menjabat lagi tentu saya akan kembali mengajar di UI," kata dia di Balai Pendidikan dan Pelatihan Depkeu, Jakarta, Minggu (5/7/2009).

Wanita yang kerap berbatik ini, mengaku sangat menyenangi kegiatan mengajar. Mengajar, menurutnya membantu untuk tetap terkoneksi dengan dunia akademik sehingga intelektualitas bisa terjaga. "Selain itu senang melihat wajah-wajah mahasiswa baru," kata dia.

Selama ini dia merasa mendapat apresiasi positif dari mahasiswanya. Beberapa diantara mereka bahkan sempat menulis di surat kabar tentang kesannya diajar oleh Sri Mulyani. Dia mempunyai tips jitu untuk memancing minat mahasiswa mengikuti kuliahnya. "Saya selalu menggabungkan teori ekonomi dalam buku teks dengan realita. Ini paduan yang sangat jarang di Indonesia," katanya.

Apapun yang dilakukan nanti, Sri Mulyani memastikan akan ada benang merah yang sama dengan sejarah profesinya selama ini. "Pokoknya banyaklah yang bisa saya lakukan," ujar dia. (wdi)(Meutia Rahmi /Koran SI/rhs)

Penarikan Cessie Jangan Ganggu Permata
Selasa, 30 Juni 2009 - 06:54 wib TEXT SIZE :
Foto: Koran SI JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan eksekusi penarikan cessieatau hak tagih piutang Bank Bali senilai Rp546 miliar di Bank Permata jangan sampai mengganggu aliran kas bank tersebut.

"Bank Permata dalam persoalan ini harus tetap terjaga. Kami tidak ingin menimbulkan persoalan perbankan yang tidak perlu," kata Menkeu di Jakarta kemarin. Sri Mulyani melanjutkan, kepemilikan atau status dari uang itu akan mengikuti perintah Mahkamah Agung (MA) yang sudah ditetapkan dalam pengadilan perdata.

Sebelumnya, tim Kejari Jaksel datang untuk memindahkan uang cessie Bank Bali yang ada di rekening Bank Permata sebesar Rp546,47 miliar ke rekening kas negara. (Meutia Rahmi /Koran SI/css)

Pengganti Menkeu Harus Setangguh Sri Mulyani
Jum'at, 26 Juni 2009 - 16:35 wib TEXT SIZE : Ahmad Nabhani - Okezone
Foto: Koran SI JAKARTA - Pengganti Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan RI, harus lah sosok orang yang memiliki kapabilitas teruji, dan memiliki pengalaman. Hal tersebut terkait kabar penunjukan Sri Mulyani menjadi Gubenur Bank Indonesia (BI) oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Siapapun pengganti Sri Mulyani, entah yang mempunyai latar belakang teknokrat, politisi, atau akademisi tidak menjadi masalah. Hanya saja, dia mempunyai kapabilitas dan teruji," kata pengamat ekonomi Umar Juoro, seusai Diskusi Mengukur Rasionalisasi Program Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (Capres-Cawapres), Siapa Paling Realistis, di Hotel Nikko, Jalan Jendral Sudirman, Jakarta, Jumat (26/6/2009).

Kendati demikian, dia pun mengusulkan Sri Mulyani untuk kembali diminta menjabat Menteri Keuangan satu periode atau paling cepat tiga tahun ke depan, mengingat reformasi birokrasi di lingkungannya sedang berjalan. Pasalnya, dia mengkhawatirkan lepasnya Sri Mulyani dari jabatan Menteri keuangan, maka reformasi birokrasi yang sedang dijalankan akan kembali mundur. Kerena, reformasi birokrasi yang sedang berjalan di Departeman Keuangan hampir 70 persen dipengaruhi oleh figur Sri Mulyani yang tegas sekaligus ekonom yang handal.
(css)

Sri Mulyani: Lihat & Belahlah Dadaku, Masih Ada Merah Putih
Selasa, 16 Juni 2009 - 17:35 wib TEXT SIZE : Ahmad Nabhani - Okezone
Foto: Koran SI. JAKARTA - Geram disebut sebagai penganut neolib, Menteri Keuangan Sri Mulyani menantang kebenaran tuduhan tersebut. Bahkan untuk meyakinkan anggota DPD, dirinya menegaskan memiliki jiwa nasionalisme.

"Kalau tidak percaya, lihatlah dadaku dan belahlah dadaku, masih ada merah putih," tegas Sri Mulyani, di sela tanya jawab dalam rapat penjelasan RAPBN 2010 di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (16/6/2009).

Dia juga menyampaikan, hal yang perlu diperhatikan saat ini bagi anggota DPD adalah tidak lagi terjebak jargon-jargon neolib atau bukan, tapi bagaimana peran anggota dewan mengawasi fungsi pemerintah dalam menyejahterakan rakyatnya.

"Kita harus keluar dari jargon yang membodohi ini, yang mesti diperhatikan memperhatikan kesejahteraan rakyat," ujarnya.

Dia juga menjelaskan, bahwa ciri-ciri negara yang mempunyai aturan adalah negara bukan beraliran neolib, begitu pula dengan negara Indonesia.

Sri Mulyani yang jebolan universitas Amerika, kerap dituding sebagai antek-antek neoliberal. Sekadar diketahui Sri Mulyani menempuh pendidikan di Universitas Indonesia Jakarta, sebangai sarjana ekonomi (1981-1986), kemudian University of lllinois Urbana Champaign, sebagai U.S.A Master of Science of Policy Economics (1988-1990), dan University of lllinois Urbana-Champaign, sebagai U.S.A Ph. D of Economics (1990-1992).(rhs)

Sri Mulyani Kejar Pemberi Nilai Negatif Utang RI
Rabu, 13 Mei 2009 - 15:33 wib TEXT SIZE : Ahmad Nabhani - Okezone
Foto: Koran SI JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku heran kepada lembaga pemeringkat yang memberikan nilai negatif atas utang Indonesia.

Hal itu dikatakan oleh Sri Mulyani yang juga pelaksana tugas menko perekonomian, saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR, di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2009).

"Saya akan kejar, lembaga rating yang masih menilai negatif pengelolaan utang pemerintah Indonesia. Saya ingin tahu alasan mereka kalau hanya berdasarkan rumor saja,? tegasnya.

Sri Mulyani menegaskan, pengelolaan utang oleh pemerintah sudah dilakukan secara transparan dan akuntable. Dengan begitu, sangat tidak beralasan bila ada lembaga rating yang menilai pengelolaan utang dari pemerintah Indonesia tidak transparan.(rhs)

Sri Mulyani Tak Ingin Komentar Soal Darmin
Selasa, 12 Mei 2009 - 11:20 wib TEXT SIZE : Ahmad Nabhani - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Koran SI JAKARTA - Diam seribu bahasa adalah sikap yang diambil Menteri Keuangan Sri Mulyani saat ditanya mengenai anak buahnya Darmin Nasution yang ditetapkan menjadi deputi gubernur senior Bank Indonesia (BI).

Dirinya pun hanya melambaikan tangan dan tersenyum saja menanggapi pertanyaan wartawan.

"Saya tidak komentar dulu. Kalau mau, tanya yang lain saja," ucapnya singkat, usai Musyawarah Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2009, di Hall Birawa Hotel Bumikarsa, Komp Bidakara, Jakarta, Selasa (12/5/2009).

Seperti diketahui, Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat menyepakati Darmin Nasution sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) menggantikan Miranda S Goeltom.

Darmin terpilih secara aklamasi dalam rapat Komisi XI DPR, setelah sebelumnya dia mengikuti uji kepatutan dan kelayakan, di gedung DPR Senayan, Jakarta, tadi malam.

Darmin bersaing dengan Gunarni Soeworo yang merupakan mantan Ketua Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) dan mantan Presiden Direktur Bank Niaga.

Darmin saat ini masih menjabat sebagai dirjen pajak Depertemen Keuangan. Dia juga pernah menjabat sebagai Ketua Bapepam. Sebagai informasi, jabatan Darmin akan mulai efektif pada 26 Juni 2009 hingga 26 Juni 2014. (ade)

Sri Mulyani, Menkeu RI, Srikandi Indonesia

Sri Mulyani Makin "Alergi" dengan Wartawan
Selasa, 15 Desember 2009 - 12:17 wib TEXT SIZE : Andina Meryani - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Heru Haryono/Okezone.com JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani sepertinya makin 'alergi' dengan wartawan dengan pertanyaan tunggakan pajak perusahaan milik keluarga Bakrie.

Seperti biasa, ketika selesai memberikan sambutan di acara Sosialisasi Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP): Langkah Menuju LKKL dan LKPP yang WTP sesuai dengan SAP, Kontrak Kinerja Menteri/Pimpinan Lembaga Dengan Presiden, di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (15/12/2009), dirinya langsung dikejar wartawan yang sudah menunggunya.

Namun, tidak ada sedikit pun komentar yang keluar dari mulutnya. Dia pun berjalan sangat terburu-buru karena harus menghadiri acara selanjutnya yaitu Workshop Peran National Single Window (NSW) dalam Percepatan Pembangunan Ekonomi Nasional dan Munas APJP 2009, di Gedung Dhanapala Departemen Keuangan.

Seusai menghadiri acara tersebut, dirinya yang dibalut stelan berwarna putih, kembali dihadang oleh wartawan dengan jumlah yang lebih banyak dengan pertanyaan yang sama. Bahkan terjadi sedikit insiden akibat sejumlah pengawalnya menghalangi wartawan yang hendak mendekatinya.

"Ini boleh enggak? Kalau tidak boleh ya sudah. Kita juga punya hak. Enggak usah dorong-dorong dong," ujar salah seorang reporter televisi yang terlihat sewot karena didorong oleh pengawal Menkeu.

Meskipun ada insiden kecil, bukannya membuat menkeu berhenti jalan dan melayani pertanyaan wartawan, Sri malah justru mempercepat jalannya.

Saat didesak terus, dia pun hanya tersenyum-senyum tanpa mengeluarkan sepatah kata. Tepat sebelum naik ke mobil Toyota Camry miliknya, barulah dia mengeluarkan sedikit komentar.

"Saya tidak mau kasih statement apa-apa," ucapnya sambil menutup pintu mobilnya dan wartawan pun kecewa.
(ade)

Sri Mulyani Bungkam Soal Bakrie & Robert
Senin, 14 Desember 2009 - 15:29 wib TEXT SIZE :
Foto: Koran SI. JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati masih bungkam saat ditanya wartawan terkait keterlibatan Robert Tantular dalam rapat pengambilan keputusan bailout Bank Century. Bahkan meski dipanggil berkali-kali, Menkeu tetap bungkam.

"Bu Sri..minta tanggapannya soal keterlibatan Robert Tantular. Bu Sri, minta tanggapan soal Bakrie..," ujar salah satu wartawan televisi saat menanyakan Sri Mulyani di Gedung Departemen Keuangan Jakarta, Senin (14/12/2009).

Meski sudah dipanggil berkali-kali dan jarak wartawan dengan Sri Mulyani sangat dekat, Menkeu tetap tak menyahut dan menjawab pertanyaan wartawan.

Namun ada salah satu dari media lain yang menyela dan berbisik," Jangan panggil Bu Sri, panggil dengan Bu Ani. Ntar kesannya gimana gitu," bisik salah satu awak media.

Namun sebelum wartawan menyebut Menkeu dengan Bu Ani, Menkeu langsung masuk lift dengan dikawal oleh petugas dari Departemen Keuangan. Alhasil, doorstop tersebut tak berhasil mengutip perkataan apapun dari mulut Menkeu.(Didik Purwanto/Koran SI/rhs)

Diberondong Soal Century, Sri Mulyani Hampir Nabrak Pot
Senin, 14 Desember 2009 - 15:22 wib TEXT SIZE :
Menkeu Sri Mulyani. (Foto: Akbar Sanjaya/okezone). JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati masih menjadi incaran para wartawan untuk ditanya lebih lanjut tentang kisruh penyelamatan Bank Century. Bahkan saat diberondong pertanyaan oleh wartawan, Sri Mulyani hampir menabrak pot bunga di lantai 1 Gedung Departemen Keuangan.

Saat itu, Sri Mulyani baru saja menjadi mediasi, antara lima perbankan (3 bank BUMN, 1 bank swasta dan 1 bank asing) dalam memberi kucuran dana kepada proyek PLN sebesar Rp10 triliun. Selepas makan siang bersama direksi perbankan dan Dirut PLN, wartawan langsung menyerbu Sri Mulyani.

"Tidak ada doorstop lagi. Kan kemarin sudah banyak," ujar Sri Mulyani menanggapi cercaan pertanyaan dari wartawan di Gedung Departemen Keuangan, di Jakarta, Senin (14/12/2009).

Padahal jarak antara ruangan tempat makan siang dengan lift kurang dari lima meter. Namun karena ada lebih dari 15 wartawan media elektronik dan media cetak yang mengerubuti Menkeu, spontan Menkeu nyaris menabrak pot bunga di dekat tembok.

Bahkan bodyguard Menkeu harus menyingkirkan wartawan maupun papan peringatan di sekitar lift agar Menkeu nyaman melenggang ke lift. Sepanjang perjalanan itu, Menkeu hanya tersenyum tanpa mengeluarkan sepatah kata pun kepada media. Hingga beliau masuk lift ke ruangannya.

Melihat Menkeu masuk lift, wartawan langsung lari ke lantai dasar dan berharap Menkeu dapat didoorstop di lantai dasar. Padahal Menkeu justru naik ke lantai atas. (Didik Purwanto/Koran SI/rhs)

Sri Mulyani Benarkan Berita 'Ical Is Not Happy With Me'
Jum'at, 11 Desember 2009 - 12:54 wib TEXT SIZE :
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Heru Haryono/Okezone.com JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani tidak membantah berita yang menyebutkan bahwa pengusaha sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie tidak menyenangi dirinya dalam wawancaranya dengan The Wall Street Journal edisi Asia.

"Ya, saya tidak membantahnya!" tegas Sri Mulyani saat dikonfirmasi apakah dirinya ingin mengklarifikasi berita di harian bisnis tersebut, saat ditemui wartawan di Gedung Departemen Keuangan, Jakarta, Jumat (11/12/2009).

Saat ditanyakan lebih lanjut apa benar memang ada ketidaksenangan antara Ical, sebutan Aburizal, dengan Sri mulyani, dia pun menyerahkan hal tersebut ke pemangku kekuasaan Grup Bakrie tersebut.

"Saya sebagai menteri keuangan selama ini hanya menjalankan UU saja. Yang tidak suka, silahkan saja tanya beliau," pungkasnya.

Sebagai informasi, Sri Mulyani terang-terangan menyebut nama Ical dalam wawancaranya dengan harian bisnis Wall Street Journal for Asia, yang dipublikasikan Kamis 10 Desember. Dalam harian tersebut, Aburizal Bakrie tidak senang dengan dirinya. "Aburizal Bakrie is not happy with me," kata Menkeu.

Dalam tulisan tersebut, Menkeu membeberkan inti ketegangannya dengan Aburizal Bakrie. Menurutnya, ketegangan terjadi akibat dirinya memberlakukan larangan bepergian kepada beberapa eksekutif pertambangan, termasuk kepada keluarga besar Bakrie, terkait perselisihan pembayaran royalti penjualan batu bara.

Pemicu permasalahan utama, yakni dimulai saat dirinya menolak penghentian sementara saham-saham beberapa perusahaan milik klan Bakrie pada 7 Oktober 2008 lalu.

Menkeu juga menambahkan, tahun lalu dirinya memberlakukan larangan bepergian kepada beberapa eksekutif perusahan tambang batu bara, termasuk kepada keluarga besar Bakrie, terkait perselisihan pembayaran royalti penjualan batu bara.

Sri secara terang-terangan mengatakan, orang yang meminta penghentian perdagangan Bursa Efek Indonesia tak lain adalah Aburizal. Sementara saham-saham grup Bakrie yang dimaksud, adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP), PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), dan PT Bakrieland Development Tbk (ELTY). (ade)(Meutia Rahmi /Koran SI/mbs)

Gara-Gara Sri Mulyani Bungkam, Wartawan Bentrok
Rabu, 2 Desember 2009 - 11:22 wib TEXT SIZE : Candra Setya Santoso - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Widi Agustian/Okezone.com JAKARTA - Sejumlah wartawan dari media televisi dan elektronik sempat bentrok dengan pihak keamanan. Pasalnya, Sri Mulyani enggan berkomentar soal Kasus Bank Century.

Peristiwa ini terjadi dalam acara Investor Summit and Capital Market Expo 2009 bertajuk "Strategi Investasi di Pasar Modal Indonesia 2009", di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (2/12/2009).

Awalnya, wartawan mewawancarai Sri Mulyani mengenai penonaktifan dirinya terkait kasus Bank Centry. Namun tidak sedikit kata pun yang terurai. Lalu, terjadi aksi dorong-dorongan yang berujung bentrok antara wartawan, ajudan Menkeu dan polisi yang mengamankan Sri Mulyani.

Sejumlah polisi pun terlibat adu mulut dengan para wartawan yang meliput, yang kemudian polisi tersebut mendorong wartawan yang akan meliput.

"Bu ngomong dong soal Bank Century, jangan diam saja, kita butuh quotation," tukas salah satu cameraman televisi swasta.

Namun, akhirnya wanita yang masuk dalam jajaran orang paling berpengaruh versi majalan Forbes ini, mau berkomentar soal Bank Century.

Dia mengatakan, mendukung penuh panitia hak angket dalam menyelesaikan kisruhnya kasus Bank Century. Dia pun menghormati adanya hak angket tersebut. "Untuk hak angket kita hormati dan transparan, serta meneliti semua aspek yang berimbang. Kita hormati itu, kan sudah diatur undang-undang dan dilihat dari sisi objektif," ujar Sri. (ade)(rhs)

Sri Mulyani Narsis di Acara Investor Summit
Rabu, 2 Desember 2009 - 10:45 wib TEXT SIZE : Candra Setya Santoso - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Heru Haryono/Okezone.com JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani sangat tersanjung pada kesempatan membuka acara Investor Summit. Apa pasal? Ini karena wajah serta suaranya diperhatikan seluruh masyarakat dan investor di Indonesia.

Kendati demikian, permasalahan yang dihadapi seorang Sri Mulyani cukup banyak, khususnya keterlibatan dirinya dalam kasus Bank Century dan penonaktifannya.

"Saat ini wajah saya, suara saya diperhatikan seluruh pihak. Inilah konstituen saya, menurut Pak Fuad Rahmany (Ketua Bapepam-LK), tapi menurut saya inilah komunika saya," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani, dalam kata sambutannya, dalam acara Investor Summit and Capital Market Expo 2009 "Strategi Investasi di Pasar Modal Indonesia 2009", di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (2/12/2009).

Dirinya mengharapkan mampu mengantarkan sejumlah investor dan perusahaan tercatat untuk keluar dari krisis. "Saya berusaha semulus mungkin akan menghantarkan seluruhnya keluar dari krisis yang ada," katanya.

Selain itu, neraca keuangan yang paling rapuh pun saat ini mulai membaik. "Jika neraca Anda sehat maka kondisi keuangan Anda sehat pula bukan?" katanya.

Sri Mulyani mengatakan, dirinya telah menjadi pejabat pemerintah selama empat tahun terakhir. "Setidaknya Anda tahu kredibiltas dan track record saya selama ini," ujarnya.

Dirinya juga meyakini, bisa menceritakan permasalahan dan pemulihan ekonomi saat ini, baik versi panjang seperti yang di laporkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). "BPK bisa mengeluarkan laporan versi panjang atau pendek," katanya, diiringi tepuk tangan sejumlah hadirin yang hadir.

Tercatat, jelasnya, terjadi penurunan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tajam pada 9 Januari 2008 dari level 2.830 menjadi 1.155 pada 20 November 2008. "Turun lebih dari 50 persen dan saya bisa membayangkan nilai kapitalisasi pasar anda turun dan jatuh miskin," katanya.

Selain itu, yield Surat Utang Negara (SUN) naik tajam dari rata-rata sekira 10 persen (SUN 10 tahun) sebelum krisis menjadi 17,1 persen. Credit Default SWAP (CDS) Indonesia mengalami peningkatan secara tajam dari skira 250 bps awal tahun 2008 menjadi diatas 1.000 bps pada November 2008.

Sebagai informasi turut hadir dalam acara ini selain Sri Mulyani, tampak hadir Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito, serta 60 emiten besar Indonesia. (ade)

Anggito Bawakan Lagu Damai Bersamamu untuk Menkeu
Senin, 2 November 2009 - 11:54 wib TEXT SIZE : Widi Agustian - Okezone
Foto : Koran SI. JAKARTA - Langit Jakarta di pagi hari masih biru. Walau masih pagi, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abirmayu sudah membawakan lagu khusus untuk Menteri Keungan Sri Mulyani.

Anggito membawakan lagu kesukaan Menkeu berjudul Over The Rainbow, dengan alat musik flute. Pada kesempatan tersebut, Anggito didampingi musisi kawakan Dwiki Darmawan.

Hal tersebut dilakukan Anggito di sela Acara Pameran Lukisan dan Foto dalam Hari Keuangan, di Kantor Ditjen Pajak, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (2/11/2009).

"Saya akan membawakan lagu Over The Rainbow, yang merupakan lagu kesukaan ibu menteri (Menkeu Sri Mulyani). Juga sebuah lagu Chrisye, berjudul Damai Bersamamu," ujarnya, yang berpakaian batik cokelat, sebelum membawakan lagu tersebut.

Sri Mulyani pun tersenyum mendengar hal tersebut. Usai Anggito mambawakan lagu tersebut, giliran Sri Mulyani tampil kedepan tamu undangan yang hadir membawakan lagu That End Of War.

Pada kesempatan tersebut juga, akan diperlihatkan 86 lukisan dan 52 foto, yang berasal dari 15 pelukis, 20 fotografer dan 1 kartunis.(rhs)

Sri Mulyani: Kita Bukan Superman!
Senin, 2 November 2009 - 11:43 wib TEXT SIZE : Widi Agustian - Okezone
Sri Mulyani (Foto: Daylife.com) JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menuturkan jika dirinya serta seluruh pejabat Departemen Keuangan (Depkeu) merupakan manusia biasa. Untuk itu, guna melepas jenuh, perlu adanya selingan dalam bentuk kesenian.

"Dalam menjalankan tugas, fungsi dan tanggung jawab itu, kita perlu penyeimbang. Karena kita bukan superman, bukan superhero," katanya di sela Acara Pameran Lukisan dan Foto dalam Rangka Hari Keuangan di Kantor Ditjen Pajak, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (2/11/2009).

Sri Mulyani menyatakan, dalam rangka memeriahkan Hari Keuangan ke-63, dirinya mencoba untuk terus mendorong jajaran pejabat dan aparat untuk mengemban tugas dengan baik. Pasalnya, saat ini menjadi pejabat publik tidak lah mudah.

"Kita akan terus dituntut, karena kondisi masyarakat kita memang menuntut. Saya menganggap itu tidak ringan," jelas Sri Mulyani.

Sekadar diketahui, tema peringatan Hari Keuangan tahun ini adalah Dengan Reformasi Birokrasi Departemen Keuangan (Depkeu) Kita Bangun Kepercayaan Masyarakat Melalui Peningkatan Kinerja, Pelayanan dan Perbaikan Intergritas Aparat. Tema itu disesuaikan dengan prioritas
program Depkeu.

"Pameran lukisan dan foto adalah sebagian kecil. Kita ingin menunjukan di Depkeu adalah manusia biasa. Di mana dia punya dimensi keindahan dari sisi keindahan, apresiasi atas apa yang dia alami," jelas dia. (rhs)

Sri Mulyani Mohon Doa dari Istri Pejabat Depkeu
Kamis, 22 Oktober 2009 - 20:39 wib TEXT SIZE : Andina Meryani - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Heru Haryono/Okezone.com JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani memohon agar seluruh jajaran Departemen Keuangan (Depkeu) beserta istrinya mendoakan agar dirinya dapat lancar mengemban tugas sebagai Menkeu periode 2009-2014.

Hal tersebut seperti disampaikan wanita yang biasa disapa bu Ani ini dalam sambutannya di sela pelantikan dirinya di Kantor Menko Perekonomian, Graha Sawala, Jakarta, Kamis (22/10/2009) malam.

"Mengawali masa kerja di KIB 2009-2014, saya mohon untuk dapat dukungan, dorongan, bantuan, dan seluruh dedikasi, loyalitas dari seluruh jajaran Depkeu. Saya juga minta dukungan dari para pasangannya, karena yang khusyuk mendoakan saya selama ini ibu-ibu dharma wanita," ucapnya.

Pada kesempatan itu, dia berharap agar seluruh jajaran Depkeu dapat menjaga susana baik yang selama ini sudah terjaga. "Jangan biarkan satu atau dua setitik dan suara telepon mengganggu seluruh susu sebelanga," tambahnya.

Ani melanjutkan, kepercayaan dan amanah lanjutan yang diberikan presiden merupakan hasil atau bukti bahwa selama ini seluruh jajaran Depkeu telah bertugas secara baik. "Mungkin saya yang memetik buahnya," katanya.

Wanita yang juga menjabat sebagai plt Menko Perekonomian selama dua tahun terakhir ini mengaku sangat berkesan atas sumpah jabatan yang diucapkan hari ini.

"Berbeda dengan 2004, sumpah hari ini sangat spesial. Cukup panjang, ada banyak hal selain yang standar, tapi ada loyalitas dan dedikasi yang disumpahkan untuk berbakti kepada negara dan secara bersungguh-sungguh memperbaiki Indonesia," jelasnya.

Sementara untuk Depkeu, pakta integritas dan dokumen kinerja bukan sesuatu hal yang baru. Menurutnya, yang menjadi tantangan adalah bagaimana agar dokumen kinerja tersebut juga ikut menjiwai pejabat lain di bawahnya.

"Karena organisasi cukup besar adalah bagaimana dokumen tadi benar-benar turun ke eselon I dan jajaran di bawahnya. Ini sejalan dengan proses reformasi," tukasnya. (wda)(ade)

Menkeu Akui Jabatannya Tugas Berat
Kamis, 22 Oktober 2009 - 20:30 wib TEXT SIZE : Eko Haryanto - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Heru Haryono/Okezone.com JAKARTA - Selama hampir dua tahun menjabat sebagai menko perekonomian sekaligus menteri keuangan, Sri Mulyani mengatakan hal tersebut merupakan tugas yang sangat berat.

Secara pribadi ataupun sebagai menteri keuangan sekaligus menko perekonomian, dia mengatakan apabila pekerjaan ini sangat sulit terutama terkait dengan koordinasi semua jajaran di bawah menko perekonomian dan bidang-bidang sektoral lainnya.

"Selama hampir dua tahun menjabat di menko perekonomian dan menteri keuangan, ini merupakan tugas yang sangat berat," tukas Sri, saat memberikan sambutan Serah terima Jabatan Menko Perekonomian, di Graha Sawala, Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (22/10/2009).

Namun dia mengatakan koordinasi dan komunikasi yang dijalankan sudah baik, tetapi akan lebih baik lagi jika menko perekonomian yang baru bisa menjadi jembatan bagi jajaran di bawah menko perekonomian.

"Selama ini sudah bagus koordinasi dan komunikasi, tapi lebih bagus lagi kita bisa menjembatani jajaran di bawahnya," katanya.

Hal ini terkait dengan beberapa tugas penting yang dijadikan prioritas oleh presiden SBY yakni pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, pengentasan kemiskinan, dan penciptaan lapangan kerja. (ade)

4 Pesan SBY ke Sri Mulyani
Kamis, 22 Oktober 2009 - 18:56 wib TEXT SIZE :
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Heru Haryono/Okezone.com JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dipesani empat hal oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjalani tugas barunya selama lima tahun mendatang. Pesan ini disampaikan secara lisan oleh SBY saat uji kepatutan dan kelayakan beberapa waktu lalu.

"Pertama Presiden berharap Depkeu terus menjaga martabat Indonesia di forum internasional," ujarnya saat memberikan sambutan dalam ramah tamah awal masa jabatan Menkeu 2009-2014 di Gedung Depkeu, Jakarta, Kamis (22/10/2009). Dia menuturkan, posisi Indonesia di mata internasional saat ini sudah cukup baik.

Terkait hal ini, Presiden berharap Depkeu dapat memperkuat peranan Indonesia di forum regional, baik di tingkat Asia Tenggara, Asia Tenggara plus China, Jepang, dan Korea, maupun dengan negara-negara anggota G-20. "Tetapi tetap berpacu pada memberi manfaat maksimal pada kita sendiri," imbuh Sri Mulyani.

Kedua, Presiden menghendaki agar seluruh formulasi kebijakan Depkeu berorientasi pada upaya menyejahterakan dan meminimalkan tekanan yang dihadapi masyarakat. Termasuk, ujar Menkeu, memangkas biaya tinggi yang mungkin muncul dari proses birokrasi.

Depkeu juga diminta menciptakan iklim investasi yang kondusif agar perekonomian mempunyai daya tahan terhadap gejolak eksternal juga internal. Ketiga, SBY menghendaki agar Depkeu terus menjaga pengelolaan anggaran. "Pengelolaan anggaran negara harus bersinergi dengan anggaran daerah dan partisipasi sektor swasta," kata Menkeu.

Adapun pesan keempat Presiden terkait kelanjutan reformasi birokrasi di Depkeu. "Presiden ingin melihat kelanjutan reformasi ini," ujarnya.

Sri Mulyani lebih lanjut mengatakan, kepercayaan dan amanah yang diberikan Presiden ini merupakan bukti Depkeu telah bekerja baik. "Dan sekarang mungkin saya yang memetik buahnya," imbuhnya. (Meutia Rahmi /Koran SI/ade)

Sri Mulyani Foto-Foto di DPR
Selasa, 20 Oktober 2009 - 10:08 wib TEXT SIZE : Candra Setya Santoso - Okezone
Foto: Koran SI. JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di akhir masa jabatannya, mengabadikan momentum pelantikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan berfoto-foto.

Sri Mulyani telah hadir di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Selasa (20/10/2009) sejak pukul 08.50 WIB. Sri yang dikabarkan kembali menjadi menteri keuangan ini mengenakan kebaya berwarna hijau daun dan selendang batik berwarna coklat. Penampilannya dipercantik dengan sanggul sederhana dihiasi dengan perhiasan sanggul di rambutnya.

Hal menarik lainnya, tampak beliau sedang berfoto dengan menggunakan kamera pocket digital, bersama sejumlah pejabat. Tanpa malu-malu Sri Mulyani berpose bersama koleganya. Dia pun pun menebar senyum.

Senyuman ini mungkin bisa diartikan sebagai ungkapan rasa senang karena dalam pemerintahan SBY-Boediono, nama Sri Mulyani masuk dalam jajaran lima wanita sebagai calon menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II. Saat ini beliau juga masih menjabat dengan posisi yang sama di kabinet KIB jilid I.

Ibu dari tiga anak ini, diprediksi akan menjadi calon kuat menempati kursi orang pertama di Departemen Keuangan tersebut. Empat wanita lainnya, yang diprediksi masuk dalam jajaran menteri yaitu, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Koesoemaatmadja Alisjahbana, Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek, dan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Agum Gumelar.

Tampak hadir sejak pukul 09.00 WIB, di antaranya mantan Mensesneg Hatta Rajasa yang diprediksi akan menempati jabatan Menko Perekonomian, mantan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto yang masih diprediksi akan menempati jabatan yang sama di KIB jilid II, begitu pula sejumlah kedubes luar negeri juga telah nampak.(rhs)

Gara-Gara Gempa, Sri Mulyani Rapat di Parkiran
Jum'at, 16 Oktober 2009 - 17:42 wib TEXT SIZE : Eko Haryanto - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Koran SI JAKARTA - Gempa berkekuatan 6,4 Skala Rithcer (SR) di Ujung Kulon turut membuat panik warga Ibu Kota. Tak terkecuali Menteri Keuangan Sri Mulyani dan jajarannya.

Khawatir terkena imbas gempa, Sri yang sedang bertemu Dirjen Pajak Muhammad Tjiptardjo beserta jajarannya pun langsung keluar ruang rapat. Tempat pertemuan pun dipindahkan ke area parkir Gedung Departemen Keuangan, Jakarta, Jumat (16/10/2009).

Berdasar pantauan okezone, dengan wajah serius Sri Mulyani tampak membawa kursi untuk tempat duduknya. Tanpa menggunakan meja, rapat kembali digelar.

Kendati rapat di tempat parkir, bukan berarti rapat yang sedang dilakukan langsung bubar jalan. Pihak keamanan pun melakukan pengamanan dan wartawan tidak bisa mendekat dari radius 10 meter untuk sekadar mengetahui materi yang dibahas.

Alhasil, beberapa pegawai yang sedang melintas untuk pulang ke rumah masing-masing terlihat sungkan untuk pulang. (ade)

Sri Mulyani: Nilai Akuntansi Saya Pas-Pasan
Kamis, 15 Oktober 2009 - 11:03 wib TEXT SIZE : Candra Setya Santoso - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Koran SI JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku jika nilai akuntansinya semasa kuliah pas-pasan. Bahkan, dirinya selalu bertanya kepada temannya saat di bangku kuliah mengenai pelajaran yang dirasanya sulit ini.

"Saya harus akui jika nilai mata kuliah akuntansi saya pas-pasan dulu. Sering saya diceritain, item yang ini ditaruh sebelah kiri atau kanan?" kenang Sri, saat Keynote Speech dalam Lokakarya Akuntansi Akrual Konsepsi dan Pengalaman Implementasi, di Hotel Borobudur, Jalan Dr Wahidin, Jakarta, Kamis (15/10/2009).

Dia menuturkan, saat menjadi pembicara di sejumlah acara berbasis akuntansi, dirinya selalu mengaku sebagai lulusan fakultas ekonomi atau kerap disebut sebagai ekonom. Namun, untuk memahami akuntansi harus perlu dipelajari lagi.

"Pernah waktu itu, saya menjadi pembicara di Ditjen Perbendaharaan Negara, dan saya selalu mengaku sebagai lulusan fakultas ekonomi atau seorang ekonom. Tapi, saya akui nilai akuntansi saya masih terbatas," katanya.

Dia pun mengungkapkan, jika masih banyak akuntan di Indonesia yang masih punya pengetahuan minim. "Sistem yang akurasi itu harus diterapkan. Semoga dengan acara ini, Kementerian Lembaga (K/L) yang ada menerapkan sistem tepat dan para akuntan yang tepat pula. Banyak akuntan yang benar memang, tapi ada juga yang enggak benar," candanya.

Setidaknya, dalam lokakarya ini dihadiri oleh 600 orang dan merupakan lokakarya dengan jumlah yang cukup banyak. Lokakarya ini akan dilaksanakan selama dua hari, 15-16 Oktober 2009.

"Luar biasa, dari data yang ada jumlah 600 orang bagi ukuran lokakarya cukup besar," katanya.
(ade)

Sri Mulyani: Saya kan Yatim Piatu, Jadi Lebaran Nyekar
Rabu, 16 September 2009 - 16:07 wib TEXT SIZE : Candra Setya Santoso - Okezone
Foto: Koran SI. JAKARTA - Hari pertama Idul Fitri, Menteri Keuangan Sri Mulyani berencana melakukan ziarah ke makam orang tua.

Rencana Lebaran ini dilontarkannya, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2009).

"Saya kan yatim piatu, jadi Lebaran pertama saya nyekar ke makam bapak ibu," imbuhnya.

Sekadar diketahui, ibunda Sri Mulyani, Prof DR Retno Sri Ningsih, wafat pada 10 Oktober 2008. Almarhumah dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Bergota, Semarang.

Sementara ayahanda, Satmoko, guru besar Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Semarang, dikenal sebagai komposer lagu mars dan himne di Jawa Tengah.

Setelah itu, Sri Mulyani akan bertolak ke Pittsburgh, Amerika Serikat pada 24-25 September 2009, untuk mengikuti sidang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.(rhs)

Sri Mulyani Tegaskan Tak Ketahui Deposan Century
Selasa, 8 September 2009 - 07:55 wib TEXT SIZE : Candra Setya Santoso - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Koran SI JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan jika dirinya tidak mengetahui asal muasal munculnya nama deposan besar yang tersangkut atau memberikan dana penyelamatan kepada PT Bank Century Tbk. Penegasan tersebut untuk menepis tudingan bahwa pengucuran dana talangan pemerintah adalah dalam rangka menyelamatkan dana-dana deposan besar.

"Saya tidak tahu dari mana nama deposan yang dimaksudkan tadi. Kita tunggu saja pemeriksaan BPK apa benar mereka terlibat. Apalagi, ada hubungannya dengan bantuan pemerintah ke Century," ujar Menteri Keuangan/Plt Menko Bidang Perekonomian Sri Mulyani Indrawati, saat ditemui wartawan, seusai acara Silahturahmi dan Buka Puasa Bersama, di Aula Djuanda, Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (7/9/2009).

Dijelaskannya, jika keputusan yang diambilnya bukan untuk keuntungan siapapun tetapi murni untuk menyelamatkan perbankan dan perekonomian Indonesia. "Selama ini tidak ada intervensi politik dalam keputusan itu. Kita hanya niat menyelamatkan ekonomi," imbuhnya.

Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan pewarta, tercatat setidaknya ada tiga deposan besar yang menempatkan dananya di Bank Century, yakni keluarga Sampoerna, Murdaya Poo, bos Medco Grup Arifin Panigoro, dan sejumlah perusahaan BUMN.

Sebelumnya, Grup Medco yang disebut-sebut sebagai deposan membantah dengan tegas atas pemberitaan jika memiliki deposito di bank swasta tersebut. Bahkan disebut pula perusahaan yang bergerak di bidang energi ini, memberikan dana talangan kepada Bank Century (BCIC). Tapi berita itu juga ditepis.

Dijelaskannya, dalam memutuskan penyelamatan Century, sesuai undang-undang Menteri Keuangan atau Gubernur Bank Indonesia memiliki kewenangan. "Semua sudah diatur kewenangannya seperti apa," katanya

Dia mengatakan, sebagai pembuat keputusan, selalu memiliki risiko. Apa pun risikonya harus dilakukan. "Tapi, saat itu the best judgment yang kami buat," ujarnya. "Ini diputuskan berdasarkan situasi riil dan rumor yang beredar saat itu di mana-mana. Siapa pun saat itu, tidak akan bisa melihat potretnya seperti sekarang."

Dia mencontohkan, bagaimana saat pemerintah Amerika membiarkan Lehman Brothers. "Saat itu ya cobalah sekali-sekali tidak di-bail out, tapi siapa yang tahu kalau kejadiannya seperti sekarang," katanya. (css)

Menkeu: Presiden Tak Pernah Terlibat Penetapan Kasus Century
Selasa, 8 September 2009 - 07:46 wib TEXT SIZE : Candra Setya Santoso - Okezone
Foto: Koran SI. JAKARTA - Semakin kusutnya kasus PT Bank Century Tbk terus menyeret sejumlah nama, salah satunya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan, jika Presiden SBY sama sekali tidak terlibat dalam keputusan serta kebijakan penyelamatan bank gagal tersebut, bahkan menyangkut pemberian dana talangan (bailout).

"Tidak ada kaitan sama sekali kasus ini (Bank Century) dengan pak Presiden. Namun, pada saat pelaporan dana sebesar Rp6,7 triliun ke Century, Presiden tahu itu. Sekali lagi saya tegaskan Presiden tidak pernah terlibat dalam hal penetapkan kebijakan. Beliau melakukan hal ini berdasarkan peraturan perundang-undangan saat itu," ungkap Menteri Keuangan/Plt Menko Bidang Perekonomian Sri Mulyani Indrawati, seusai acara Silahturahmi dan Buka Puasa Bersama, di Aula Djuanda, Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (7/9/2009).

Menteri Keuangan menjelaskan, tanggal 13 November dirinya menerima telepon dari Gubernur Bank Indonesia (BI) yang kala itu dijabat Boediono, jika kondisi Bank Century kritis. "Pada awalnya saya tidak tahu kasus Century ini, tetapi dalam menjalankan tugas ini saya harus amanah," ujarnya.

Kemudian, Menkeu menerima sejumlah dokumen guna dipelajari bagaimana kondisi Bank Century, yang nyata-nyatanya memang keadaan kritis. "Saat itu kita lalu melapor pada presiden. laporan ke SBY bilang Century dalam kondisi bleeding. Karena kondisinya dalam kondisi krisis," jelasnya.

Sebagai informasi, Presiden SBY saat itu memang tengah di luar negeri menghadiri pertemuan G20. Namun, Menkeu mengakui melakukan sejumlah konsultasi dengan Presiden mengenai tindakan apa yang harus dilakukannya terhadap Bank Centurty. "Saya melakukan konsultasi dengan Presiden, salah satu yang saya konsultasikan tentang keputusan menyelamatkan bank tersebut, apakah salah atau tidak kan tergantung keputusan kepada negara kemarin," ujar Menkeu.

Seingatnya, lanjut Sri Mulyani, jawaban Presiden saat itu adalah melakukan tindakan sesuai peraturan yang sudah ada. "Kita saat itu masih mereferensi peraturan dalam Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK), Undang-Undang BI, serta LPS karena sudah jelas jika penyelesaian Century, diatur didalamnya," jelasnya. (rhs

Penonaktifan Sri Mulyani Wewenang Presiden
Senin, 7 September 2009 - 20:15 wib TEXT SIZE : Candra Setya Santoso - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Koran SI JAKARTA - Sri Mulyani menegaskan penonaktifan dirinya selaku Menteri Keuangan dan juga Plt Menko Perekonomian adalah wewenang Presiden SBY dan diakuinya dirinya tidak bisa mengupayakan apa-apa.

"Yang berhak menonaktifkan saya ya Pak Presiden. Jadi silahkan saja," ujar Menteri Keuangan/Plt Menko Bidang Perekonomian Sri Mulyani Indrawati, saat ditemui wartawan, seusai acara Silahturahmi dan Buka Puasa Bersama, di Aula Djuanda, Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (7/9/2009).

Ditegaskannya, tidak ada upaya menghalang-halangi pemerintah dalam mengusut kasus Bank Century. "Saya tidak menghalang-halangi upaya tersebut, jadi jika ada yang menyebutkan saya dinonaktifkan sebagai cara terbaik, pak Presiden yang berwenang," katanya.

Dirinya pun, tidak mengomentari terkait rumor penyusunan kabinet baru, bahwa ini adalah salah satu trik oknum tertentu adanya pergantian jabatan dirinya nanti. "Kalau itu, tanyakan saja pada pembuat beritanya, jangan tanya saya ya," imbuhnya.

Sebelumnya, anggota Komisi XI DPR Natsir Mansyur, mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menonaktifkan Ketua Komite Keuangan Sistem Keuangan (KSSK) yang juga dijabat oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

"Lebih bagus Ketua KSSK yang juga dijabat oleh Menteri Keuangan harus dinonaktifkan dan hanya satu orang yang bisa yaitu Pak Presiden, karena sudah jelas sudah dinyatakan bank yang bobrok kok masih disuntikkan dana hingga Rp4 triliun lebih saat itu," ujarnya, akhir pekan lalu.(ade)

Menkeu Harap Pegawai di Menko Bisa Jaga Amanah
Senin, 7 September 2009 - 19:07 wib TEXT SIZE : Candra Setya Santoso - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Koran SI JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap para pegawai di lingkungan Menko Perekonomian dapat menjalankan ibadahnya dengan maksimal di bulan Ramadan kali ini.

"Salah satu ciri yang dirindukan masyarakat dalam menjalankan tugasnya adalah dapat menjaga amanah dengan baik, dalam menjaga fungsi pemerintahan dan memperbaiki desk birokrasi dengan baik, apalagi akhir-akhir ini sangat rawan sekali. Saya harapkan kita dapat menjalankan tugas," ungkap Sri dalam sambutannya di acara Silahturahmi dan Buka Puasa, di Aula Djuanda, Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (7/9/2009).

Dijelaskan Menkeu, puasa merupakan salah satu Rukun Islam yang bertujuan untuk melatih diri agar fokus menjalankan ibadah dan menahan diri dalam hal nafsu.

"Selama menjalankan kebijakan di kantor Menko/Depkeu ini, saya dan para pegawai selalu bisa menjaga amanah sampai masa jabatan selesai dan memberikan konstribusi kepada masyarakat secara maksimal," ungkapnya.

Bulan Ramadan ini, tambahnya, merupakan momentum penting untuk dapat membedakan antara hak dan yang bathil. "Ini menunjukkan dalam menjalankan suatu amanah, selalu melihat peraturan perundang-undangan yang kita jalankan dan tidak hanya memiliki interest atau konflik kepentingan secara pribadi. Seharusnya, hal lain yang perlu ditekankan dan dijanjikan guna menyonsong ke hari yang fitri nanti," katanya.

Setidaknya dalam menjalankan amanah sebagai wakil masyarakat di jajaran Departemen Keuangan, para pegawai diharapkan dapat menjalankan tugas dengan baik dan ikhlas.

"Hari-hari kita disini lebih beruntung dan mengingatkan kita terhadap tugas negara yang lebih berat sebagai sebagai wakil masyarakat yang mengurusi bidang tertentu," katanya.

Sri Mulyani juga mengungkapkan duka citanya bagi korban gempa di Tasikmalaya. "Saya juga menyampaikan rasa belasungkawa saya kepada korban gempa di Tasikmalaya," ungkap dia. (ade)

Sri Mulyani, Menkeu RI, Seorang Kartini Abad Ke-21

Berwajah Muram, Sri Mulyani Ditegur Anggota DPR
Kamis, 18 Februari 2010 - 15:00 wib TEXT SIZE : Widi Agustian - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Koran SI JAKARTA - Entah hal apa yang saat itu sedang dipikirkan Menteri Keuangan Sri Mulyani hingga wajahnya sedikit muram, saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VII DPR yang sedang mengagendakan cost recovery.

Tak dinyana, kemuraman Sri ternyata diperhatikan oleh salah seorang anggota dewan yang terhormat Sutan Batughana yang merupakan anggota Komisi VII dari Fraksi Partai Demokrat.

Melihat hal itu, Sutan pun menegur wanita yang biasa disapa Ibu Ani ini. Dengan sedikit berguyon, Sutan pun langsung menanyakan hal itu kepada Sri yang terlihat tak bersemangat.

"Kenapa Ibu kurang semangat? Kurang senyum? Ini di rapat komisi VII Bu, bukan di rapat Pansus," kata Sutan dalam rapat kerja yang membahas tentang RPP Cost Recovery dan Bagi Hasil Migas, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (18/2/2010).

Selanjutnya, saat mendapatkan kesempatan bicara, Sri Mulyani langsung mengambil microphone sambil tersenyum lalu membalas pertanyaan yang dilontarkan anggota dewan. "Ini saya senyum," jawabnya yang kemudian melanjutkan menjawab pertanyaan soal cost recovery.

Namun, sebelum sempat menjawab pertanyaan mengenai cost recovery migas, wanita yang berpakaian blazer hitam dengan celana panjang hitam tersebut juga menjawab dengan tersenyum mengenai kemuramannya itu. "Tadi saya diingatkan untuk senyum (sambil tersenyum), karena ini bukan pansus," senyumnya.(rhs)

Sri Mulyani Ingin Indonesia Eksis di Dunia
Minggu, 7 Februari 2010 - 17:30 wib TEXT SIZE : Candra Setya Santoso - Okezone
Menteri Keuangan Sri Mulyani JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap Indonesia bisa meningkatkan kerjasama dan diplomasi ekonomi di level internasional mengingat semakin banyak isu ekonomi yang bersifat teknis dan operasional.

"Sebagai emerging country kita harus bisa menyuarakan secara rasional dan reasonable sehingga bisa meng-elevate posisi kita di forum internasional," kata Menkeu Seperti dikutip dari situs Kementerian Keuangan di Jakarta, Minggu (7/2/2010).

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan paparan mengenai kebijakan ekonomi dan keuangan internasional pada acara Rapat Kerja Pimpinan Kementerian Luar Negeri di kantor Kementerian Luar Negeri Jakarta (07/02/10). Acara tersebut dihadiri oleh lebih dari 100 kepala perwakilan Republik Indonesia di luar negeri yang terdiri dari duta besar dan konsul.

Pada kesempatan itu, Menkeu menyampaikan mengenai keadaan perekonomian dunia dan peran kementerian keuangan dalam kebijakan ekonomi dan keuangan internasional agar dipahami oleh para perwakilan di luar negeri.

Dalam keterangan tersebut, disampaikan pula jika Kementerian Keuangan turut berpartisipasi dalam acara Institut Teknologi Bandung (ITB) Fair 2010 yang diselenggarakan pada tanggal 5 sampai 7 Februari 2010 yang bertempat di kampus ITB.

Acara ini merupakan event dua tahunan sekali yang diselenggarakan oleh mahasiswa ITB. Dalam acara tersebut Kementerian Keuangan menggelar stand yang menampilkan berbagai macam produk teknologi sebagai instrumen dalam pengelolaan keuangan dan kekayaan negara yang ada di unit eselon I Kementerian Keuangan.

Di sela-sela acara ITB Fair, Kementerian Keuangan juga menyelenggarakan Talkshow yang bertemakan “Peran Teknologi dalam Menunjang Proses Bisnis di Kementerian Keuangan” di Auditoium Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB.

Talkshow menampilkan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu dan Staf Khusus Menkeu Bidang Teknologi Informasi Bobby AA Nazief sebagai pembicara dan Asisten Profesor SBM ITB Deddy P Koesrindartoto sebagai moderator.

Talkshow yang dihadiri sekitar 150 mahasiswa ITB berlangsung interkatif. Dalam talkshow yang berlangsung sekitar 120 menit, Anggito mengungkapkan “Saya terus terang kecewa dengan mahasiswa ITB." jelasnya.

Mendengar statement seperti ini serentak peserta menjadi kaget. Anggito menjelaskan dari hasil statistik penerimaan CPNS Kementerian Keuangan tahun 2008 hanya terdapat 16 orang atau 6 persen yang diterima CPNS dari 249 pendaftar yang berasal dari ITB. Ternyata dibalik statement tersebut tersirat bahwa Kementerian Keuangan mengharapkan adanya kerjasama dengan ITB dalam rangka rekrutmen staf dan pembangunan instrumen berbasis TI. Untuk membangun instrumen TI yang handal dan terpercaya membutuhkan SDM yang berkualitas. (wdi)
(rhs)

Sri Mulyani Bernostalgia di SMAN 3 Semarang
Minggu, 7 Februari 2010 - 08:16 wib TEXT SIZE : BAGAIMANA jika Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bernostalgia dengan almamaternya, SMAN 3 Kota Semarang? Kenangan masa lalu tentu tumpah berbaur dengan perasaan haru dan bangga.

“SAYA berangkat naik sepeda karena orang tua saya hanya seorang guru. Meski di sini banyak anak orang kaya seperti panglima dan gubernur, hasil saya tidak jelekjelek amat,” ujarnya di hadapan ratusan pelajar SMAN se-Kota Semarang dalam acara silaturahmi Wakil Presiden Boediono dengan perwakilan pelajar SMAN 3 dan perwakilan pelajar SMP/SMA/SMK se- Kota Semarang di halaman SMAN 3 Semarang, Sabtu 6 Februari kemarin.

Sri Mulyani bersama Wakil Presiden Boediono, Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh, Menteri Agama Suryadharma Ali, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, dan Menteri BUMN Mustafa Abubakar datang ke sekolah ternama di Kota Semarang di sela-sela kunjungan kerja. Selama kunjungan ke almamaternya tersebut, Sri Mulyani terlihat begitu menikmati. Dia sangat bersemangat ketika diminta naik ke atas podium oleh Wapres Boediono untuk menceritakan pengalamannya. Selain mengisahkan suka dukanya, mantan Direktur Eksekutif IMF ini juga tak lupa memberikan motivasi kepada para pelajar.

Sri Mulyani yang bertahuntahun tidak mengetahui kondisi almamaternya mengaku iri melihat betapa lengkap fasilitas penggunaan metode bilingual yang bisa dinikmati para pelajar saat ini. Saat dirinya masih bersekolah, fasilitas tersebut tidak ada.

“Jadi sekarang ini lebih enak, peralatan komplit,” imbuh Sri Mulyani yang tercatat sebagai alumnus SMAN 3 Semarang angkatan 1981 itu. Namun,meski peralatan dan fasilitas belajar mengajar masih terbatas, bukan berarti semangat belajar kendur. Mantan Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI) ini bahkan selalu menempati ranking pertama.

Selain rajin belajar, Sri Mulyani juga masih menyempatkan waktu untuk ikut berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti paskibra, voli, basket, karate, dan paduan suara. Setelah lulus SMAN 3 dengan predikat juara pertama,Sri Mulyani kemudian melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan selanjutnya mendapatkan beasiswa studi ke Amerika Serikat. Sri Mulyani menuturkan, seluruh hal yang ia lewati dinikmatinya secara sungguh-sungguh, termasuk saat menjadi menteri yang kadang kala didemo.

Ditanya kunci suksesnya, termasuk hingga bisa menjadi menteri, Sri Mulyani menuturkan, bahwa segala sesuatu harus dijalani secara sungguh-sungguh, penuh cinta, fokus, jujur, dan menikmatinya. “Dulu saya menikmati main basket hingga mengikuti lomba sampai Kendal, mengikuti paduan suara sampai Solo. Ujian dan mencari perguruan tinggi ‘deg-degan’, juga dinikmati. Untungnya orang tua saya ‘cool’. Pernah saya waktu SMP mendapat nilai merah. Orang tua saya mengatakan, tidak apa-apa, merah kan seperti lipstik,”ceritanya, yang kemudian tampak disambut senyum para hadirin.

Dia menggariskan, hal yang terpenting adalah tidak menipu. “Ingin mendapatkan nilai 100 dengan cara menyontek apalagi penipuannya diajarkan dari sekolah agar nilai ujian nasional lulus 100 persen. Menghalalkan segala cara dari hal terkecil akan merusak bangunan karakter manusia,” katanya. Menteri keuangan terbaik Asia pada 2006 oleh Emerging Markets ini juga menyatakan, bahwa menjadi pelajar jauh lebih enak daripada menjadi menteri seperti yang ia jalani saat ini. “Tugas menteri lebih banyak. Belum lagi kalau didemo,”ungkapnya. Meski begitu,ia selalu menikmati setiap pengalaman yang dialami agar lebih fokus dalam menyelesaikan pekerjaan atau tugas yang diberikan.

Pada kesempatan tersebut Sri Mulyani juga banyak memberi wejangan kepada generasi muda.Dia meminta pelajar agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan kemudian menyaring dalam mengakses dan mengonsumsi informasi yang berguna bagi kemajuan dirinya. “Jangan hanya gunakan multimedia untuk men-download gosip saja, tapi harus bisa lebih dari itu.Kamu harus pandai dalam memilih informasi yang berguna sehingga membentuk karakter yang baik,” pesannya.

Lebih jauh menteri yang mengambil program master dan doktoral di University of Illionis Urbana- Champaign Amerika Serikat ini menegaskan, tantangan pada masa mendatang bukan karena tidak mendapatkan akses informasi dan pengetahuan, tapi justru menyangkut banyaknya pilihan informasi sehingga setiap orang harus pandai memilah informasi tersebut. ‘’Dengan informasi dan akses pengetahuan, kita bisa meniti masa depan, mengembangkan ilmu diimbangi dengan agama, ketakwaan, dan kecintaan terhadap bangsa,’’ katanya.

Sementara itu, Wapres Boediono dalam pidatonya menekankan pembangunan karakter yang seharusnya sudah dimulai sejak menjadi pelajar. Pembangunan karakter tersebut dapat dilakukan dengan banyak membaca bukubuku biografi pemimpin-pemimpin bangsa atau tokoh-tokoh sukses baik tokoh nasional maupun internasional. “Yang paling bertanggung jawab untuk membangun karakter itu adalah anak-anakku sendiri. Harus ada niat untuk membangun karakternya.

Tetapi, orang tua punya peran untuk menjadi tauladan di rumah, para pendidik di sekolah, pemerintah harus bisa mengarahkan pendidikan nasional dan masyarakat yang bertanggung jawab menciptakan iklim yang baik untuk pendidikan,” katanya. (sari septyaningtyas)(Koran SI/Koran SI/rhs)

Menkeu: Suara Pelaku Ekonomi Perlu Didengar
Selasa, 26 Januari 2010 - 08:25 wib TEXT SIZE : Ade Hapsari Lestarini - Okezone
Foto: Koran SI JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan bila suara dari para pelaku ekonomi sangat perlu untuk didengar apabila mereka membutuhkan ruang untuk berkembang.

"Karena entrepreneur terhalang oleh birokrasi atau peraturan, maka kita sebagai regulator harus membukanya," kata Sri, di acara Closing Dinner Appreciation Night for Media Partners Investor Summit, di Restoran Kembang Goela, Sudirman, Senin (25/1/2010) malam.

Maka dari itu, adanya faktor kepercayaan (trust) dan saling menghargai (respect) di antara pelaku bisnis, media, hingga pihak regulator. "Inilah yang dinamakan faktor trust," ucapnya.

Bahkan, Menkeu menegaskan bila perlu "duduk" bersama antara pihak-pihak tersebut untuk bisa sama-sama mendengar bagian mana saja yang perlu dikoreksi dan ditekan.

"Situasi ini yang membuat kami perlu berhubungan, bergaul dan mendengar. Tetapi kami juga butuh suara yang masuk adalah yang genuine. Maka pemerintah wajib meresponsnya," jelasnya.

Dia menambahkan bila dukungan-dukungan dari berbagai pihak ini harus dijaga bersih bersama-sama. Karena, hubungan yang baik ini baginya merupakan bagian dari aset dan harus bisa dijaga dengan baik.

"Hubungan di antara pelaku bisnis, media, regulator adalah bagian dari aset dan diharapkan kalian semua bisa menjaga hubungan yang baik ini," pungkasnya.
(css)

Semangati CPNS, Menkeu Kutip Surat di Al-Quran
Rabu, 20 Januari 2010 - 10:04 wib TEXT SIZE :
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Heru Haryono/Okezone.com JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyitir (mengutip) salah satu surat pendek dalam Al-Quran untuk menyemangati para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Departemen Keuangan (Depkeu).

Hal tersebut terlihat saat dirinya membekali para CPNS Depkeu di Gedung Dhanapala, Jakarta, Rabu (20/1/2010). Menkeu pun mengakui sangat menyenangi surat Al-Ashr yang berarti Demi Masa.

"Saya beragama Islam. Satu ayat yang saya sangat senang, surat Wal Asri, demi masa," ujar Sri Mulyani di hadapan 1.874 CPNS Depkeu.

Dia menuturkan, surat pendek tersebut menyimpan pesan soal waktu yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin dengan banyak berbuat baik.

"Kalian masih muda dan mungkin berpikir umurnya masih panjang. Sesungguhnya kalian duduk di sini merugi kecuali kalau kalian duduk di sini, di Depkeu bertekad berbuat kebaikan," papar Sri Mulyani.

Dia juga berpesan kepada seluruh CPNS yang hadir untuk selalu menanamkan kebaikan setiap hari. "Maka kalian tidak akan merugi," imbuhnya.

Sebanyak 1.874 CPNS tersebut berasal dari lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) 1.063 orang dan rekrutmen eksternal, yakni Anak Buah Kapal 141 orang dan sisanya kepabeanan dan cukai 670 orang.

Kepala Biro Humas Depkeu Harry Z Soeratin menuturkan, seluruh CPNS tersebut sudah memperoleh Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) karena penghasilannya sudah di atas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). "Sementara untuk penerimaan sarjana 2010 direncanakan 1.954 orang," kata dia.
(Meutia Rahmi /Koran SI/ade)

Diam-Diam, Suharso Monoarfa Kagumi Sri Mulyani
Selasa, 19 Januari 2010 - 11:33 wib TEXT SIZE : Candra Setya Santoso - Okezone
Menpera Suharso Monoarfa. Foto: Koran SI JAKARTA - Diam-diam sosok Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa mengagumi Sri Mulyani Indrawati sebagai sosok wanita yang tegas dan cerdas.

"Bagi saya, she's (Sri Mulyani) the best," ujar Suharso, sembari mengacungkan jempol kanannya saat melakukan kunjungan ke Redaksi Koran Seputar Indonesia, di Gedung Anex, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (19/1/2010).

Pria yang sebelumnya pernah menjabat sebagai wakil ketua panitia anggaran DPR ini mengenang, saat menjabat sebagai panitia anggaran DPR, dirinya sering bertemu dengan Sri Mulyani.

Namun sayang, kekagumannya perlahan memudar di saat Sri disangkutpautkan dengan kasus Bank Century. "Dia (Sri Mulyani) pernah jadi wanita paling berpengaruh di dunia," katanya.

Sekadar mengingatkan, Sri Mulyani pernah dinobatkan oleh Forbes sebagai salah satu wanita paling berpengaruh di dunia pada 2009. Posisi Sri Mulyani tahun ini melorot di urutan ke-71. Tahun lalu Sri Mulyani berada di posisi ke-23 mengalahkan Hillary Rodham Clinton yang nangkring di urutan ke-28.

Sosok Sri Mulyani dinilai berhasil mengurangi budaya korupsi yang mengakar di Indonesia. Sri Mulyani juga dinilai berhasil menciptakan iklim usaha yang kondusif dan memberikan insentif pajak bagi para pelaku usaha.

Selain itu, dia juga dipuji atas keberhasilannya menjadikan Departemen Keuangan sebagai institusi pemerintah dengan tingkat korupsi paling rendah.
(ade)

Sri Mulyani Awali Rapat Pansus dengan Senyuman
Rabu, 13 Januari 2010 - 11:01 wib TEXT SIZE : Candra Setya Santoso - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Heru Haryono/Okezone.com JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani terbukti memang wanita tangguh. Saat menghadiri rapat panitia khusus (pansus) hak angket Century di gedung DPR, tidak tampak wajah tegang atau tertekan menghiasi raut wajahnya.

Sri Mulyani tiba di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (13/1/2010) pada pukul 10.35 WIB dan langsung memasuki ruang K1 DPR-RI. Dia datang dengan mengenakan baju terusan berwarna hitam yang dibalut blazer merah maroon bermotif bunga.

Senyuman yang tak lepas dari wajahnya itu, membuat dirinya terlihat segar dan mantap mengikuti rapat pansus Century hari ini. Tak seperti hari-hari biasanya di DPR, kehadiran Sri Mulyani mendapat pengamanan ketat sudah terlihat mulai dari pintu parkir motor dan mobil.

Sesaat setelah memasuki ruang rapat, Menkeu langsung menyalami anggota pansus, kemudian langsung duduk di kursi panas dengan senyuman khasnya. Dipanggilnya Sri oleh pansus DPR hari ini dihadiri oleh ratusan wartawan. Setelah itu, mantan ketua KSSK ini diambil sumpahnya.

Sebagai informasi, kedatangan Sri ke DPR dalam rangka sebagai saksi terkait pemeriksaan kasus Bank Century oleh pansus. Kemungkinan besar, dirinya akan ditanyai seputar perannya dalam bailout Century.
(ade)

Pembukaan IHSG Tahun Ini Penuh Kecemasan
Senin, 4 Januari 2010 - 10:20 wib TEXT SIZE : Widi Agustian - Okezone
Foto: Koran SI JAKARTA - Pembukaan perdagangan indeks harga saham gabungan (IHSG) awal tahun 2010 ini diliputi rasa kecemasan dan ketidakpastian atas pelemahan ekonomi.

"Pembukaan perdagangan tahun ini berbeda dengan pembukaan tahun 2009 lalu. Pada 2009, saat pembukaan, Indonesia diliputi perasaan kecemasan dan ketidakpastian akan pelemahan ekonomi," ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani, dalam kata sambutannya di acara peresmian pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2010 di Gedung BEI, Jakarta, Senin (4/1/2010).

Sri Mulyani juga mengenang, saat itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut hadir membuka perdagangan pada 5 Januari 2009. Selanjutnya, berkat dorongan dan kerja keras serta kebijakan yang cepat dan tepat penutupan perdagangan di lantai bursa 2009, berhasil mencapai prestasi.

"Kinerja kita (IHSG) terbaik di Asean dan nomor dua di Asia Pasifik. Ini adalah hasil kebijakan yang dilakukan pemerintah secara cepat dan tepat dalam mengelola krisis global, sehingga antara pelaku pasar bisa terus menjaga suasana kepercayaan sepanjang tahun," ungkap Sri Mulyani.

Dijelaskannya, awal tahun 2009 lalu, pemerintah beserta seluruh elemen pelaku pasar modal telah berupaya menumbuhkan optimisme agar bisa keluar dari krisis global yang terjadi tahun 2008 silam. Optimisme ini akhirnya menumbuhkan kepercayaan sehingga para pelaku pasar dapat bekerja keras dan bersikap tenang dalam menghadapi krisis.

"Total laba bersih yang berhasil dibukukan emiten di bursa per kuartal III-2009 (year on year) naik 48,5 persen. IHSG naik karena sentimen yg baik, tapi juga karena kinerja emiten yang baik tersebut," ungkapnya.
(css)

Usai Melayat, Menkeu Hadiri Pelantikan Dirjen BC
Kamis, 31 Desember 2009 - 11:13 wib TEXT SIZE : Candra Setya Santoso - Okezone
Foto: Koran SI JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dipastikan hadir dalam acara pelantikan Direktur Jenderal Bea Cukai (Dirjen BC) yang baru pada pukul 16.00 WIB sore. Dipastikan, Thomas Sugijata yang menjadi kandidat terkuat mengantikan Anwar Supridjadi sebagai Direktur Jenderal Bea Cukai (Dirjen BC).

"Pastinya acara pelantikan hari ini pukul 16.00 WIB dan ibu Menteri dipastikan hadir, jika tidak berhalangan. Sekarang kan terbentur dengan agenda wafatnya Gus Dur," ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat Departemen Keuangan (Kabiro Humas Depkeu) Harry Z Soeratin, saat dihubungi okezone, di Jakarta, Kamis (31/12/2009).

Sebagai informasi, Menkeu Sri Mulyani dijadwalkan akan menghadiri pemakaman Gus Dur di Jombang, Jawa Timur. Seperti diketahui, masa jabatan Dirjen BC Anwar Suprijadi akan berakhir pada hari ini. Masa tugas Anwar sendiri sebenarnya sudah diperpanjang hingga satu tahun terakhir karena dinilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berhasil dalam memimpin reformasi birokrasi di lingkup Ditjen Bea Cukai.

Informasi yang dihimpun dari sumber di Bea Cukai, suksesi kepemimpinan di Ditjen Bea Cukai tetap mempercayakan terhadap kemampuan memimpin dari internal seperti halnya pergantian Dirjen Pajak dari Darmin nasution ke Tjiptardjo yang merupakan orang dalam di Ditjen Pajak.

Adapun tiga nama kandidat Dirjen BC pengganti Anwar Suprijadi antara lain Thomas Sugijata yang saat ini menjabat sebagai Direktur P2 (penindakan dan penyidikan), Kamil Sjoeib (Sekretaris Dirjen BC), serta Nazar Salim yang saat ini masih menjabat sebagai Kakanwil Bea Cukai khusus Kepulauan Riau.

Sebelumnya, ketika di konfirmasi para wartawan, Anwar Suprijadi mengakui belum mengetahui apakah dirinya masih dipercaya memimpin Bea Cukai kembali atau tidak.
(css)

Menkeu: Waspadai Ekonomi 2010
Kamis, 31 Desember 2009 - 08:09 wib TEXT SIZE :
Foto: Koran SI JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengingatkan para investor untuk mewaspadai pergerakan ekonomi nasional dan global, meski tren pertumbuhan 2010 diperkirakan lebih baik.

Dia juga meminta investor tidak terhanyut dalam sentimen positif tersebut. “Kami tidak boleh mengalami euforia berlebihan pada semester II 2009 ini. Ada beberapa hal yang perlu diwaspadai dan diantisipasi," ujar Sri Mulyani Indrawati saat acara penutupan perdagangan saham 2009 di Jakarta kemarin.

Menkeu menuturkan, sinyal pembalikan tren pertumbuhan ekonomi ke arah lebih positif ini mulai terlihat pada semester II-2009.Perekonomian nasional dinilai sudah berhasil melewati masa terburuk akibat krisis keuangan global pada akhir 2008 yang berlanjut hingga dua kuartal pertama di tahun ini.

Melihat itu, Menkeu mengingatkan, semua relaksasi kebijakan yang dibuat pemerintah sehingga bisa menjaga pertumbuhan ekonomi tidak bisa berlangsung selamanya. Perubahan kebijakan pemerintah inilah yang harus diwaspadai dan diantisipasi oleh pelaku pasar.

Relaksasi kebijakan yang juga mewabah di negara-negara lain ini, di antaranya menambah anggaran belanja negara,membuat berbagai fasilitas pajak. Lalu dari sisi moneter, Bank Indonesia bersama bank sentral lainnya memotong secara agresif suku bunga acuan. Namun, Sri Mulyani melanjutkan, kebijakan seperti ini tidak mungkin berlangsung selamanya.

Begitu perekonomian membaik, setiap negara,juga Indonesia pasti akan kembali menerapkan kebijakan normal. Persoalannya di sini, kata dia, menormalkan kembali kebijakan luar biasa tersebut berisiko mengganggu pemulihan perekonomian. Apalagi pemulihan perekonomian global tahun depan masih rentan. “Kalau semuanya menerapkan exit strategy lalu tiba-tiba ekonomi terpelanting lagi.

Maka dari itu,kami perlu koordinasi,"paparnya. Terkait hal ini, negara-negara anggota G-20 sepakat untuk saling berkoordinasi sebelum menetapkan exit strategy. “Exit strategy itu artinya pendapatan negara harus naik, belanja dari sisi APBN dipotong," kata Menkeu. Jika pendapatan negara harus naik, ujarnya, berarti keringanan pajak tidak akan ada lagi.

Lalu seiring menyusutnya belanja negara, proyek-proyek infrastruktur juga tidak akan segencar tahun ini. Lebih lanjut Sri Mulyani menuturkan, tahun ini bukan periode yang mudah bagi pelaku pasar. Meski demikian, di tengah itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mampu mencapai hasil terbaik.Penguatan IHSG tahun ini tercatat terbaik di kawasan Asia Tenggara.

“Di Asia Pasifik yang bisa mengalahkan kami hanya Shen Zen. Prestasi yang sangat baik ini merupakan hasil dari teman-teman di Bursa Efek Indonesia," paparnya. Pada tahun depan,Menkeu berharap kinerja IHSG bisa lebih dan para pelaku bursa lebih fokus dalam menjaga kinerja.“Kalau kami tujuannya baik,Insya Allah,Tuhan memberikan jalan yang baik," katanya.

Menanggapi peringatan dari Menkeu tersebut, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Ninasapti Triaswati mengatakan, optimisme pasar dalam negeri sangat ditentukan oleh situasi pasar internasional.“Pasar kita di dalam negeri sebenarnya masih sangat tergantung pada isu yang ada di luar.Misalnya jika Wall Street bergolak, baru pasar dalam negeri kita bergolak," katanya.

Adapun situasi di dalam negeri, Nina menambahkan, tidak terlalu berpengaruh terhadap kondisi pasar.Kecuali,kata dia,jika terjadi pergantian kabinet (reshuffle kabinet) ataupun pergantian pemerintah.“ Seperti tahun 1998, pasar sangat bergolak karena kondisi internal dalam negeri tidak kondusif. Kalau situasi sekarang kondisi politik sudah mulai terpisah dari kebijakan makro ekonomi," tambahnya.

Pasar dalam negeri, kata Nina, akan menjadi lebih optimistis,jika pemerintah tidak menaikkan tarif dasar listrik (TDL), bahan bakar minyak (BBM), dan harga bahan pokok lainnya. “Saya pikir pasar dalam negeri masih bisa optimistis menghadapi kejadian dalam dan luar negeri yang tidak terlalu mengkhawatirkan,"ujarnya.

Sementara itu, pengamat ekonomi dari Econit Hendri Saparini mengatakan, Indonesia pada 2010 harus mencermati perekonomian 2010. Ini karena negara yang memiliki hubungan ekonomi dengan Indonesia seperti Amerika Serikat (AS) dan Jepang masih sangat labil. Meski AS dan Jepang sudah membaik, tapi bukan jaminan bagi Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Indonesia sebenarnya tidak siap menghadapi era keterbukaan yang lebih kompetitif saat ini.Meski Indonesia merupakan satu dari tiga negara di dunia yang memiliki pertumbuhan ekonomi positif saat ini,namun kualitas pertumbuhannya tidak bisa diharapkan dan itu berbeda dengan China dan India," katanya.Menurutnya, pada tahun depan, potensi perbaikan perekonomian bukan terjadi di Indonesia, tapi juga di negara-negara seperti China dan India.
(Meutia Rahmi /Koran SI/css)

Tutup Perdagangan 2009, Menkeu Bawa Keluarga
Rabu, 30 Desember 2009 - 18:44 wib TEXT SIZE : Widi Agustian - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Heru Haryono/Okezone.com JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menutup rangkaian acara penutupan perdagangan di 2009 dengan menyanyikan lagu berjudul Tanah Airku. Hal ini sebagai ungkapan harapan agar perekonomian di 2010 jauh lebih baik.

Sebelumnya, wanita yang akrab disapa Ani ini menuturkan jika pada penutupan 2008 lalu dirinya tidak sempat bernyanyi. Padahal pada penutupan perdagangan di 2007 dirinya sempat menyumbangkan satu lagu. "Itu karena ekonomi sedang tidak baik," ungkapnya, saat penutupan pasar saham, di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (30/12/2009).

Selain itu, pada kesempatan tersebut, Ani membawa serta suami serta tiga anaknya. "Saya membawa anak saya biar tahu bagaimana kerja saya," ucapnya.

Dia sempat mengatakan sikap dari keluarganya saat ini dapat menerima situasi konsekuensi pekerjaannya sekarang ini, yakni ketika dirinya disudutkan. "Itu mereka wawancara saja," ucapnya sambil menunjuk suami, anak perempuannya, serta dua anak laki-lakinya.
(ade)

Ada 1 komentar untuk berita ini. Komentar
Hari Ibu, Menkeu Kebanjiran Bunga
Selasa, 22 Desember 2009 - 11:47 wib TEXT SIZE : Andina Meryani - Okezone
Karangan Bunga untuk Sri Mulyani. Foto: Andina Meryani/Okezone.com JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mendapat kado spesial di Hari Ibu yang jatuh pada hari ini. Kado spesial itu berupa karangan bunga dari para pendukungnya termasuk dari para Facebook-ers.

Setidaknya enam karangan bunga besar serta puluhan karangan bunga kecil terlihat berjajar sebagai bentuk dukungan atas kasus Bank Century dan juga ucapan hari Ibu.

Bunga-bunga tersebut pun terlihat di depan kantor Departemen Keuangan (Depkeu), Jalan Dr Wahidin, Jakarta, Selasa (22/12/2009).

Selain itu, dukungan juga datang dari dalam Departemen Keuangan, di mana para pegawai Depkeu secara simbolis menggunakan 'handband' berwarna hitam berinisial 'M' di lengan mereka yang digunakan sejak kemarin.

Adapun ucapan yang terdapat dalam karangan bunga tersebut di antaranya, dari Bapak Alwi Bagir Mulachela: "Ibu Sri Mulyani kami selalu mendukungmu." Dari Alumni 79 Tarakanita Pulo Raya: "Kami percaya integritas Sri Mulyani."

Facebookers: "Maju terus putri terbaik bangsa. Karena percaya integritas Sri Mulyani." SG FB-ker: "Apa yang Ibu buat menentukan nasib rakyat. Ibu Kartini reformis 22 Desember 2009."

DPD tingkat I DKI JKT-Pemuda Trikora: "Kami dukung Integritas Sri Mulyani Indrawati." FE UI Angkatan 1979: "Kami Mendukung dan Tidak Meragukan Integritas Sri Mulyani."(ade)

Sri Mulyani, Menkeu RI, Seorang Menteri Profesional Non Partai

Sri Mulyani Terharu Didukung Mahasiswanya
Senin, 8 Maret 2010 - 11:21 wib TEXT SIZE : Andina Meryani - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Heru Haryono/Okezone.com DEPOK - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku terharu mendapat dukungan dari mahasiswanya terhadap segala masalah yang dihadapinya akhir-akhir ini.

Seorang mahasiswa dari Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Indonesia (UI) bernama Ijul menyampaikan dukungannya untuk dosen yang juga Menteri Keuangan, untuk tetap tegar dalam menghadapi permasalahan yang ada.

Sebagaimana diketahui, sebelum Menkeu datang untuk memberi Kuliah Umum di Auditorium FE UI, sejumlah mahasiswa melakukan aksi demonstrasi untuk menghadang kedatangannya di kampus almamaternya tersebut.

"Walaupun saya Milanisti Bu, tapi saya suka dengan slogan klub Liverpool, you'll never walk alone, meskipun tadi banyak yang demo," ujar Ijul di depan forum kuliah umum Dinamika Perekonomian Indonesia, di Auditorium FE UI, Depok, Senin (8/3/2010).

Kontan saja ucapannya tersebut disambut tepuk tangan yang meriah dari ratusan mahasiswa yang mengikuti kuliah umum tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Menkeu mengaku tersentuh dengan dukungannya yang diterimanya itu. "You touched my heart," jawabnya sambil tersenyum yang juga disambut oleh tepuk tangan meriah.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya memberikan berbagai penjelasan mengenai dinamika perekonomian Indonesia yang terjadi di Indonesia terutama sejak krisis yang terjadi di tahun 2008. Sesekali dirinya curhat kepada mahasiswa tentang apa yang terjadi saat dirinya mengambil keputusan untuk menyelamatkan perekonomian Indonesia dari krisis.

"Dalam Perpu Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK), any disaster yang sistemik apapun itu saat krisis became goverment responsibility," jelasnya.(ade

Seminar di UI, Menkeu Dihadang Aksi Demo
Senin, 8 Maret 2010 - 09:13 wib TEXT SIZE : Marieska Harya Virdhani - Okezone
Foto: Koran SI DEPOK - Sekira belasan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Aksi Mahasiswa (FAM) Universitas Indonesia, menghadang kedatangan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pagi tadi.

Dalam orasinya yang digelar pagi menyatakan rasa malu memiliki sosok alumni serta dosen yang jelas-jelas dinyatakan bersalah oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) beberapa waktu lalu.

"Kita malu punya dosen dan alumni maling. Kenapa pihak kampus mendatangkan Sri Mulyani yang sudah jelas-jelas kebijakannya bersalah oleh DPR? Perjuangan kami tidak sebanding dengan penderitaan rakyat sebesar Rp6,7 triliun," ujar salah satu koordinator FAM UI Suharyo, dalam orasinya, di kampus UI, Depok, Senin (8/3/2010).

FAM UI telah bersiap-siap stanby di halte stasiun UI untuk menghadang kedatangan Menteri Keuangan sejak pukul 08.00 WIB. Sri Mulyani diagendakan sebagai dosen kuliah umum di Fakultas Ekonomi UI yang digelar sejak pukul 08.30 WIB sampai 10.30 WIB.

Dalam aksi spontanitas tersebut yang digelar hanya 5-10 menit, FAM UI sempat menghadang mobil pengawalnya dengan warna hitam. Sejumlah pengawal sempat turun, bahkan menginjak-injak mobil pengawal tersebut.

Namun sayang, Sri Mulyani tidak dalam mobil tersebut, namun melewati pintu samping kampus UI dan berhasil meloloskan diri dari aksi penghadangan tersebut.

Aksi tersebut sempat dihalangi oleh satuan pengamanan (Satpam) kampus dan Polsek Beji Depok. Hingga berita ini diturunkan, Sri Mulyani sedang melakukan kuliah umumnya yang rencananya akan selesai hingga pukul 10.30 WIB.
(css)

Usai Paripurna, Sri Mulyani Janji Beri Statement
Kamis, 4 Maret 2010 - 11:34 wib TEXT SIZE : Andina Meryani - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Widi Agustian/Okezone.com JAKARTA - Mengetahui dirinya menjadi incaran wartawan di Gedung DPR hari ini, pihak Humas Kementerian Keuangan menjanjikan bahwa sang menteri akan memberikan penyataannya terkait hasil Sidang Paripurna Hak Angket Bank Century seusai Sidang Paripurna siang ini di lobby Nusantara II Gedung DPR/MPR RI.

"Nanti ibu mau kasih statement di bawah, lobby paripurna II," ujar staf humas Kemenkeu kepada wartawan, di Ruang Sidang Paripurna MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (4/3/2010).

Seperti diberitakan sebelumnya, sempat terjadi adu mulut antara wartawan dan Kepala Biro Humas Kemenkeu Harry Z Soeratin, di mana wartawan mengeluhkan pengawalan yang terlalu ketat oleh petugas keamanan sehingga tugas jurnalistik terganggu.

Untuk itu, Harry pun meminta maaf kepada para wartawan dan meminta untuk tidak melakukan doorstop di pintu keluar Ruang VIP-Pintu masuk ruang sidang karena khawatir terjadi kericuhan lagi.

Dirinya mempersilakan para wartawan untuk kembali melakukan doorstop kepada Menkeu seusai sidang, namun hanya bisa dilakukan di pintu keluar lantai 1 Gedung Nusantara II DPR RI. "Kalau mau doorstop silakan, tapi tidak di sini, di bawah saja," ujarnya menenangkan wartawan yang bersitegang dengan petugas keamanan.

Sebelumnya, dirinya menjanjikan bahwa Menkeu akan menggelar konferensi pers di kantornya seusai Rapat Paripurna ini. Namun, hal tersebut dibatalkan karena Menkeu harus menghadiri sebuah rapat di luar usai sidang.

Selain itu, Menkeu juga masih harus menunggu statement resmi dari Presiden SBY yang baru akan dilaksanakan pada malam ini. "Tidak jadi konferensi pers hari ini, karena Ibu ada rapat di luar seusai paripurna, mungkin besok," tandas Harry.(ade)
Pengamanan Sri Mulyani Super Ketat!
Kamis, 4 Maret 2010 - 11:15 wib TEXT SIZE : Andina Meryani - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Koran SI JAKARTA - Kedatangan Menteri Keuangan Sri Mulyani ke Gedung MPR/DPR RI untuk menghadiri Rapat Paripurna Pengesahan RUU APBN 2008 mendapat pengawalan ketat dari petugas keamanan baik dari DPR RI (Pamdal) dan internal keamanan dari Kementerian Keuangan.

Setidaknya belasan petugas keamanan tersebut membuat pagar betis untuk mengawal sang Menteri sejak dirinya keluar dari mobil dinasnya tepat pukul 10.30 WIB.

Pihak Humas Kemenkeu sempat memberikan peringatan kepada para wartawan yang menunggunya sejak tadi pagi agar tidak melakukan wawancara ketika Menkeu tiba di lokasi.

Namun, wartawan yang sejak pagi menunggu Menkeu tidak patah arang untuk mencoba mendapat komentar darinya terkait hasil keputusan Sidang Paripurna terkait Hak Angket Bank Century semalam. "Nanti saja ya.. Nanti saja," ujarnya singkat sambil tersenyum, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (4/3/2010).

Menkeu yang dalam kesempatan ini menggunakan setelan blazer pendek berwarna pink dan mengenakan celana panjang hitam, tetap mendapat pengawalan super ketat dari petugas keamanan hingga menuju ke ruang tunggu VIP di lantai 3 gedung Nusantara II.

Beberapa wartawan terutama wartawan TV yang menunggu di bawah segera bergegas mengejar Menkeu ke atas. Di atas pun sudah banyak wartawan yang menunggunya dan tetap berusaha mendapat komentar darinya.

Namun, lagi-lagi sang Menteri masih saja bungkam. Bahkan sempat terjadi dorong-mendorong dan sedikit keributan di depan ruang tunggu VIP antara petugas keamanan dan wartawan.

Sempat Ricuh

Dari kejadian itu, terjadi adu mulut antara wartawan dan Kepala Biro Humas Kemenkeu Harry Z Soeratin, di mana wartawan mengeluhkan pengawalan yang terlalu ketat oleh petugas keamanan sehingga tugas jurnalistik terganggu.

Untuk itu, Harry pun meminta maaf kepada para wartawan dan meminta untuk tidak melakukan doorstop di pintu keluar Ruang VIP-Pintu masuk ruang sidang karena khawatir terjadi kericuhan lagi.

Dirinya mempersilakan para wartawan untuk kembali melakukan doorstop kepada Menkeu seusai sidang, namun hanya bisa dilakukan di pintu keluar lantai 1 Gedung Nusantara II DPR RI. "Kalau mau doorstop silakan, tapi tidak di sini, di bawah saja," ujarnya menenangkan wartawan yang bersitegang dengan petugas keamanan.

Sebelumnya, dirinya menjanjikan bahwa Menkeu akan menggelar konferensi pers di kantornya seusai Rapat Paripurna ini. Namun, hal tersebut dibatalkan karena Menkeu harus menghadiri sebuah rapat di luar usai sidang.

Selain itu, Menkeu juga masih harus menunggu statement resmi dari Presiden SBY yang baru akan dilaksanakan pada malam ini. "Tidak jadi konferensi pers hari ini, karena Ibu ada rapat di luar seusai paripurna, mungkin besok," tandas Harry.

Rapat Paripurna hari ini semestinya dimulai pada pukul 09.00 WIB, namun ternyata diundur menjadi pukul 10.00 WIB dan baru resmi dibuka pada pukul 11.00 WIB. Adapun rencananya dalam rapat ini akan membahas sejumlah agenda salah satunya tentang pandangan akhir pemerintah dalam RUU pertanggungjawaban APBN 2008. (ade)

Sidang Paripurna Ricuh
Menkeu: Jangan Didramatisir!
Rabu, 3 Maret 2010 - 09:52 wib TEXT SIZE : Andina Meryani - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Heru Haryono/Okezone.com JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai apa yang terjadi saat Sidang Paripurna Hak Angket Panitia Khusus Bank Century kemarin yang berakhir ricuh tidak perlu terlalu didramatisir.

Menurutnya, apa yang terjadi kemarin tidak perlu dikhawatirkan bagi perekonomian Indonesia karena setiap pimpinan di legislatif maupun eksekutif sama-sama memiliki tanggung jawab untuk menjaga perekonomian dan kepentingan yang lebih besar dibanding sekadar meributkan kasus Bank Century tersebut.

"Saya rasa pasti ada solusinya, enggak perlu didramatisir," ujarnya seusai Rapat Koordinasi tentang Ketahanan Pangan, di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (3/3/2010).

Hari ini dirinya terlihat cerah dibalut dengan dress putih motif bunga-bunga tosca meninggalkan kantor Menko lebih dahulu sebelum yang rapat usai.

Ketika ditanya wartawan, apakah hari ini dirinya akan menyempatkan diri menonton siaran langsung Sidang Paripurna lagi, dirinya mengaku tidak akan menonton siaran langsung karena kesibukannya. "Enggak (nonton), saya banyak tamu dan banyak kerjaan," tandasnya sambil lalu.(ade)


Menkeu: Hari Ini Media Massa Memperhatikan Saya
Selasa, 2 Maret 2010 - 14:31 wib TEXT SIZE : Andina Meryani - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. (Foto: Koran SI) JAKARTA - Di tengah kekisruhan Sidang Paripurna DPR Panitia Khusus Hak Angket Bank Century yang berlangsung hari ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku tidak stres menjelang keputusan penentuan tersebut.

Diakuinya, kasus Bank Century yang terus bergulir menjadi bola panas menyita perhatian masyarakat dan media massa di Indonesia di mana sepanjang hari ini dirinya terus menjadi sorotan media.

"Hari-hari ini media massa dari pagi jam 07.00 WIB itu betul-betul memperhatikan saya terus. Karena di sana (DPR) ada yang membicarakan penyebutan nama dan pertanggungjwaban," ujarnya saat memberikan sambutan di acara Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN), di Aula Prijadi, Ditjen Perbendaharaan, Kementerian Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (2/3/2010).

Namun, dirinya memaklumi jika namanya turut terseret dalam skandal kasus Century ini dan menganggap hal ini merupakan risiko jabatan yang harus ditanggungnya sebagai sebagai Menteri Keuangan dan mantan Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Menurutnya, sebagai Menkeu banyak sekali tanggung jawab yang diembannya, demikian juga dengan kucuran dana talangan yang menuai pro dan kontra karena ditudingkan banyak pihak berasal dari uang negara.

Oleh karena itu, dirinya merasakan ketidakadilan terhadap penilaian kerja Kementerian yang dipimpinnya yaitu manakala menunjukkan keberhasilan namun sulit mendapat pujian begitu juga sebaliknya.

"Kalau ada sesuatu terjadi di APBN, Kementrian Keuangan dianggap yang paling bertanggung jawab. Sebagai menteri, itu tentu saja saya juga. Kalau APBN itu bagus, seharusnya Kementerian Keuangan dipuji walau saya tahu sulit dapatkan pujian. Kalau salah, ya kita disalahkan," tandasnya. (ade)
(rhs)

Hadiri Munas FDPM, Menkeu Tampak Energik
Kamis, 25 Februari 2010 - 11:34 wib TEXT SIZE : Andina Meryani - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Heru Haryono/Okezone.com JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani terlihat segar dan energik ketika menjadi pembicara dalam acara Musyawarah Nasional (Munas) Forum Daerah Penghasil Migas (FDPM) di Hotel JW Marriott, Jakarta, Kamis (25/2/2010).

Bahkan tidak jarang dirinya mengeluarkan guyonan-guyonan segar di depan Gubernur, Bupati, dan Walikota serta unsur-unsur dinas terkait dari daerah-daerah penghasil migas seluruh Indonesia.

Dengan dibalut dress berwarna hijau lumut dirinya terlihat sering mengeluarkan joke dan tersenyum. Sepertinya beban kasus Bank Century tidak menjadi beban lagi buat dirinya sehingga dirinya terlihat lepas hari ini.

Salah satunya ketika dirinya berbicara tentang masalah tanggungan pemerintah kepada pemerintah daerah terkait Dana Bagi Hasil (DBH) Migas sekira Rp3,8 triliun. "Kayaknya Menkeu jarang berterima kasih kepada daerah penghasil migas," cetusnya.

Selain itu, dirinya pun berbicara tentang istilah keluarnya minyak dari sumur eksplorasi migas. "Itu kalau keluar dari bawah itu kan muncrat ya bukan mancur? Itu bahasa Jawa," ujarnya yang disambut tepuk tangan hangat dari para hadirin.

Seusai acara ketika ditanya Wartawan mengapa dirinya terlihat sangat fresh hari ini. "Iya ini meghibur Pak Alex, saya masih utang (DBH) sekira Rp5 triliun, banyak benar yang mesti kita bayar," tandasnya sambil tersenyum.(ade)

Sri Mulyani Mengeluh ke Wartawan Soal APBN
Senin, 22 Februari 2010 - 09:52 wib TEXT SIZE : Widi Agustian - Okezone
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Heru Haryono/Okezone.com JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengeluhkan dirinya merasa kesulitan berkomunikasi dengan wartawan dalam rangka menyampaikan subtansial mengenai APBN 2010. Pasalnya, wartawan kerap menanyakan hal tersebut setiap hari, sementara APBN diperuntukkan satu tahun ke depan.

"Itu yang membuat saya sulit berkomunikasi dengan teman-teman wartawan dengan saya sebagai Menkeu. Memang harga minyak naik turun, kurs juga bergerak terus, dan wartawan menanyakan setiap hari. Kalau tidak ke saya, wartawan, eselon I, Anggito, Ani, Thomas, Tjiptardjo," katanya dalam sambutannya saat acara talkshow bertajuk Membedah APBN 2010, di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (22/2/2010).

Walau demikian, dia menjelaskan bila hal tersebut memang pertanyaan yang bagus. "Itu pernyataan yang bagus. APBN dihadapkan untuk satu tahun, tapi APBN tersebut ditetapkan satu tahun sebelumnya dan dihadapkan pada situasi ekonomi global yang dinamis," papar dia.

Dia melanjutkan, acara Talkshow ini merupakan forum yang penting bagi wartawan. Di mana agenda ini baru pertama kali diadakan di lingkungan Kementerian Keuangan.

"Bagi teman wartawan ini forum yang penting, karena ini sosisalisasi, edukasi dan akuntabilitas dari kita, Depkeu, yang langsung dan tidak langsung dari unit dan pejabatnya sangat berpengaruh terhadap kesetabilan APBN ini," jelasnya.

Menurutnya, APBN haruslah disusun dengan baik. Karena dengan APBN yang bagus, maka proses pembangunan dan pertumbuhan ekonomi juga akan menjadi kondusif.

"APBN yang bagus akan menjadi sumber pengelolaan keuangan yang bagus. Alhamdulillah, APBN kita usahakan untuk kita kelola untuk menjadi instrumen yang efektif, instrumen APBN bisa dimaksimalkan, dari segi pembiayaan dan penerimaan," tukasnya.
(ade)

Menkeu Cabut Izin 2 Perusahaan Asuransi Kerugian

Menkeu Cabut Izin 2 Perusahaan Asuransi Kerugian
Sabtu, 8 Mei 2010 - 14:10 wib TEXT SIZE : Andina Meryani - Okezone JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mencabut izin usaha dua perusahaan di bidang asuransi kerugian. Kedua perusahaan tersebut adalah PT Dwipa International Insurance dan PT Aspac General Insurance.
Pencabutan Tertuang melalui Keputusan Menteri Keuangan Nomor: KEP-202/KM.1 0/201 0 dan Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 'KEP-203/KM.1 0/201 O. Kedua keputusan pencabutan izin usaha ini ditetapkan dan berlaku mulai 12 April 2010. Demikian disampaikannya dalam situs resmi Kementerian Keuangandi Jakarta, Sabtu (8/5/2010)
PT Dwipa International Insurance telah diberikan izin usaha di bidang asuransi kerugian berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor Kep-370/KMK.017/1996 tanggal 29 Mei 1996.
"Sebelum menggunakan nama yang berlaku saat ini, PT. Dwipa International Insurance mengalami dua kali perubahan nama yaitu dari nama PT Asia Reliance General Insurance berubah menjadi PT Elite General Insurance dan kemudian berubah menjadi PT Dwipa International Insurance," jelasnya.
Melalui Surat Menteri Keuangan nomor: S-445/MK.10/2008 tanggal 13 Maret 2008 kepada PT Asia Reliance General Insurance telah dikenai sanksi Pembatasan Kegiatan Usaha (PKU), karena tidak memenuhi ketentuan rasio pencapaian solvabilitas sesuai dengan peraturan mengenai kesehatan keuangan perusahaan asuransi dan reasuransi serta ketentuan mengenai rasio perimbangan investasi dengan cadangan teknis dan utang klaim retensi sendiri yang berlaku.
"Sebelum pengenaan sanksi PKU dimaksud, PT Asia Reliance General Insurance telah diberikan sanksi peringatan pertama, kedua dan ketiga. Dan sampai dengan berakhirnya jangka waktu perbaikan yang telah diberikan dalam surat pengenaan sanksi PKU, PT Asia Reliance General Insurance tidak dapat mengatasi seluruh penyebab dikenakannya sanksi sehingga dikenakan pencabutan izin usaha." paparnya.
PT Aspac General Insurance telah diberikan izin usaha di bidang asuransi kerugian berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor: KEP-613/KM.13/1991 tanggal 11 Desember 1991. Sebelum menggunakan nama yang berlaku, PT. Aspac General Insurance mengalami tiga kali perubahan nama, yaitu dari nama PT Pacific International Indonesia Insurance berubah menjadi PT Multicor General Insurance kemudian menjadi PT Asia Pratama General Insurance, dan terakhir berubah menjadi PT Aspac General Insurance.
Selain itu, sanksi PKU juga dikenakan kepada PT Pacific International Indonesia Insurance melalui surat Menteri Keuangan nomor: S-525/MK.10/2009 karena perusahaan tersebut tidak dapat memenuhi ketentuan mengenai rasio perimbangan investasi dengan cadangan teknis dan utang klaim retensi sendiri sesuai dengan peraturan mengenai kesehatan keuangan perusahaan asuransi dan reasuransi yang berlaku.(adn)(rhs)

Sri Mulyani Tak Suka Taman yang Gersang

Sri Mulyani Tak Suka Taman yang Gersang
Rabu, 28 November 2007 - 11:44 wib TEXT SIZE : Nuria - Okezone
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku, bahwa awalnya tidak menyukai arsitektur halaman Gedung Depkeu yang baru. Menurutnya, halaman bangunan yang berkesan gersang ini tidak sesuai dengan dirinya yang mencintai tanaman.
Hal itu dikatakan saat membuka acara penanaman 2.000 pohon, bagian dari Billion Tree Campaign yakni kampanye menanam satu milyar pohon di lembaga pemerintahan dan nonpemerintahan Indonesia, di Gedung Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/11/2007).
"Saat pindah ke gedung ini, Saya ngomong ke Pak Sekjen (Mulya Nasution), saya tidak suka bangunan ini. Karena terlalu gersang, hanya ada pohon Palem yang tidak banyak menyerap karbon. Tapi kontraktor suka dengan gedung ini," tuturnya.
Menkeu meminta adanya partisipasi di kantor Depkeu untuk menanam 2.000 pohon di lingkungan kantor Depkeu baik pusat maupun daerah. "Setidaknya satu pohon di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing," ucapnya.
Jenis pohon yang ditanam oleh taman Menkeu, antara lain pohon Tanjung, Ketapang, Mahoni, Sawo Kecik, dan Pohon Tanjung.
Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan Aksi Penanaman Serentak Indonesia dan Pekan Pemeliharaan Pohon pada pagi ini.
"Ini bukan program sulit, karena pada dasarnya saya senang tanaman. Saya minta eselon I ikut berpatisipasi tapi jangan menanam anggrek ya," cetusnya.
Hasil penanaman ini akan digunakan sebagai bahan masukan dari pemerintah Indonesia dalam pertemuan tentang perubahan iklim global di Bali, pada 3 hingga 13 Desember mendatang.
Menurutnya, Indonesia merupakan penghasil karbondioksida terbesar. "Ini bukan karena tingkat industri di Indonesia yang banyak tapi karena kebakaran hutan," kelakarnya.
(rhs)